EDARAN
ATURAN PENGERAS SUARA MASJID
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
ATURAN
PENGERAS SUARA MASJID
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Pengeras
suara masjid adalah sarana untuk syiar dan pelayanan umat. Karena itu, penggunaannya
hendaknya memperhatikan ibadah, ketenangan masyarakat, kesehatan, dan adab
bertetangga.
Pertama,
suara azan boleh dan memang bertujuan agar masyarakat mengetahui masuknya waktu
salat.
Kedua,
suara bacaan Al-Qur’an, pengajian, khutbah, dan ceramah hendaknya digunakan
secara bijaksana. Suaranya cukup terdengar oleh jamaah dan masyarakat sekitar
tanpa berlebihan.
Ketiga,
setelah salat, bacaan, doa, atau kegiatan masjid melalui pengeras suara
sebaiknya tidak terlalu keras, terutama ketika masyarakat sedang beristirahat
atau ketika dapat mengganggu orang yang sedang salat, belajar, bekerja, atau
tidur.
Keempat,
untuk kegiatan malam hari, pengurus masjid perlu lebih memperhatikan volume
suara dan waktu penggunaannya agar tidak mengganggu warga sekitar.
Kelima,
jangan menjadikan pengeras suara sebagai sarana untuk berlomba keras-kerasan.
Masjid bukan tempat untuk menunjukkan siapa yang memiliki suara paling keras,
tetapi tempat untuk beribadah dan menghadirkan ketenangan.
Allah
mengingatkan dalam Al-Qur’an:
QS.
Al-Isra’ (17:110)
قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا
الرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا
تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا
Katakan: "Serulah
Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia
mempunyai asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan jangan kamu mengeraskan
suaramu dalam salatmu dan jangan pula merendahkannya dan carilah jalan tengah
di antara kedua itu".
Catatan.
“Jangan
kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan jangan pula merendahkannya, tapi
carilah jalan tengah di antara keduanya.”
Rasulullah
ﷺ juga mengingatkan agar orang yang sedang membaca Al-Qur’an tidak mengganggu
orang lain dengan suaranya.
Jadi,
pengeras suara masjid sebaiknya digunakan dengan prinsip: jelas, cukup, tidak
berlebihan, dan tidak mengganggu.
Mari
kita jadikan masjid sebagai tempat yang membuat masyarakat merasa nyaman,
tenang, dan dekat dengan Allah, bukan justru merasa terganggu.
Masjid
yang baik bukan yang suaranya paling keras, tetapi yang syiarnya paling
bermanfaat dan adabnya paling baik.
Wassalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.





.bmp)


.bmp)