SESATKAN
ORANG LAIN DOSA DOBEL ANNAHL 25
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
QS.
An-Nahl (16:25)
1)
Orang menyesatkan orang lain.
2)
Pikul dosa akibat penyesatan itu.
QS.
An-Nahl (16:24-25)
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ مَاذَا أَنْزَلَ
رَبُّكُمْ ۙ قَالُوا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ
24. Dan jika dikatakan pada mereka "Apakah yang telah
diturunkan Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Dongeng orang-orang
dahulu",
لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً
يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ
ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ
25. (Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosanya sepenuhnya
pada hari kiamat, dan sebagian dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak tahu
sedikitpun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruk dosa yang mereka
pikul itu.
Catatan.
1)
“(Ucapan mereka) menyebabkan mereka
memikul dosa-dosanya dengan sempurna pada hari Kiamat.
2)
Dan sebagian dosa orang yang mereka
sesatkan yang tidak mengetahui.
3)
Ingatlah, alangkah buruknya dosa yang
mereka pikul itu.”
Tafsir
perkata
1)
لِيَحْمِلُوا (liyaḥmilū) = agar mereka
memikul
2)
أَوْزَارَهُمْ (awzārahum) = dosa-dosa
mereka
3)
كَامِلَةً (kāmilah) = dengan sempurna
4)
يَوْمَ (yauma) = pada hari
5)
الْقِيَامَةِ (al-qiyāmah) = Kiamat
6)
وَمِنْ (wa min) = dan sebagian dari
7)
أَوْزَارِ (awzāri) = dosa-dosa
8)
الَّذِينَ (alladzīna) = orang-orang yang
9)
يُضِلُّونَهُمْ (yuḍillūnahum) = mereka
sesatkan
10) بِغَيْرِ
(bighairi) = tanpa
11) عِلْمٍ
(‘ilm) = pengetahuan
12) أَلَا
(alā) = ingatlah/sungguh
13) سَاءَ
(sā'a) = amat buruk
14) مَا
(mā) = apa yang
15) يَزِرُونَ
(yazirūn) = mereka pikul
Apa
maksudnya?
1)
Ayat ini bukan berarti
2)
Dosa orang yang mengikuti jadi hilang
3)
Dan semua dipindahkan pada orang yang
menyesatkan.
4)
Masing-masing tetap tanggung jawab atas
perbuatannya.
5)
Tetapi orang yang sengaja menyesatkan
orang lain
6)
Juga mendapat dosa
7)
Karena jadi penyebab orang lain berbuat salah.
Misalnya:
1)
A tahu suatu informasi itu salah
2)
A
sengaja ajarkan pada B
3)
B percaya
4)
B berbuat salah.
5)
A menanggung dosanya
a.
Sendiri
b.
Ditambah akibat penyesatannya.
Prinsip
sejalan hadis Nabi.
1)
Orang ajak sesat.
2)
Ditambah dosa seperti dosa orang yang
mengikutinya.
3)
Tak kurangi dosa mereka sedikit pun.
Asbabun
nuzul
Sebab
turun ayat
1)
Ayat ini terkait orang musyrik Mekah.
2)
Menolak dakwah Nabi Muhammad.
3)
Mereka sebut Al-Qur’an
4)
Hanya dongeng orang dahulu.
5)
Mereka usaha sesatkan orang lain.
6)
Dengan ucapan itu.
Dalam konteks
ayat 24–25.
Mereka
berkata:
“Quran dongeng orang-orang dahulu.”
1)
Mereka menolak kebenaran untuk dirinya
sendiri.
2)
Tapi ajak dan pengaruhi orang lain
3)
Agar ikut menolak kebenaran.
QS.
An-Nahl (16:25)
1)
Beri peringatan keras:
a.
Jangan jadi orang salah sendiri.
b.
Ditambah buat orang lain ikut salah.
Pelajaran
sekarang
1)
Ayat ini sangat zaman media sosial.
Contohnya:
a.
sebar berita palsu yang tahu tidak benar;
b.
ajarkan ilmu agama tanpa dasar buat orang
lain tersesat;
c.
sengaja fitnah orang;
d.
ajak orang melakukan kejahatan;
e.
buat video atau tulisan sengaja menyesatkan orang.
1)
Makin besar pengaruh orang.
2)
Makin besar tanggung jawabnya.
Prinsip
Qur’annya:
1)
Jangan hanya bertanya:
“Apakah saya salah?”
2)
Tapi juga tanyakan:
a.
“Apakah karena ucapan dan perbuatan saya.
b.
Orang lain jadi ikut salah?”
Ini
hubungan
1)
Jujur.
2)
Ilmu.
3)
Tanggung jawab.
4)
Maslahat
Dalam QS. An-Nahl (16:25)
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



.jpeg)