Organisasi Profesi Guru
Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.
Tema Gambar Slide 2
Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.
Tema Gambar Slide 3
Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.
Sunday, October 11, 2026
60383. MENGAPA QURAN MELARANG BOHONG
MENGAPA QURAN MELARANG UMAT ISLAM BERBOHONG
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Mengapa Al-Qur'an
Melarang Berbohong?
Jawaban.
1)
Al-Qur'an melarang
berbohong.
2)
Karena kebohongan
a.
Merusak kepercayaan.
b.
Merugikan orang lain.
c.
Sulit bedakan kebenaran dan
kebatilan.
Orang jujur.
1)
Belum tentu disukai semua
orang.
2)
Tapi jujur dasar
a.
Hubungan sehat.
b.
Hidup masyarakat yang
baik.
A.
Apa kata Al-Qur'an?
QS An-Nahl (16:105)
إِنَّمَا يَفْتَرِي الْكَذِبَ الَّذِينَ
لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَاذِبُونَ
Sesungguhnya yang mengadakan kebohongan, hanya orang yang
tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itu orang pendusta.
Catatan.
1)
Allah jelaskan
2)
Orang yang berbohong.
3)
Tak beriman pada ayat-ayat
Allah.
Maksudnya.
1)
Orang Muslim harus jaga
ucapan.
2)
Agar tidak berbohong.
3)
Tak anggap dusta hal biasa.
QS At-Taubah (9:119)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
Hai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah, dan
hendaklah kamu bersama orang yang benar.
Catatan.
1)
Allah berfirman
2)
Agar orang beriman takwa
pada Allah.
3)
Dan bersama orang yang
jujur.
Artinya.
1)
Muslim diperintahkan biasa
jujur.
2)
Dalam ucapan, pekerjaan,
dan pergaulan.
QS Al-Ahzab (33:70)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا
سَدِيدًا
Hai orang-orang beriman,
bertakwalah kamu kepada Allah dan ucaapkan perkataan yang benar,
Catatan.
1)
Allah memerintahkan orang
beriman.
2)
Agar bertakwa
3)
Aan mengucapkan perkataan
benar.
Artinya.
1)
Tak hanya rajin ibadah.
2)
Tapi ucapan harus benar.
3)
Dan tanggung jawab.
B.
Mengapa berbohong
dilarang?
Contoh : Bohong dalam bisnis
1)
Penjual tahui beras
kualitas rendah.
2)
Tapi katakan pada pembeli.
3)
Berasnya kualitas terbaik.
Akibat:
1)
Pembeli tertipu.
2)
Kehilangan uang.
Logika:
1)
Jika semua pedagang bohong.
2)
Maka pembeli tidak percaya.
3)
Kepada pedagang mana pun.
Penerapan Al-Qur'an:
1)
Jelaskan kualitas barang
dengan jujur.
Contoh : Bohong pada keluarga
1)
Anak katakan sudah belajar.
2)
Padahal hanya bermain.
Akibat:
1)
Orang tua salah paham
keadaan anak.
Logika:
1)
Masalah tak selesai.
2)
Sebab info tidak benar.
Penerapan:
1)
Akui salah.
2)
Memperbaikinya.
Contoh : Bohong di tempat kerja
1)
Pegawai katakan pekerjaan
sudah selesai.
2)
Padahal belum dikerjakan.
Akibat:
Pekerjaan orang lain ikut terlambat.
Logika:
Dalam 1 bohong merugikan banyak orang.
Penerapan:
1)
Sampaikan keadaan
sebenarnya.
2)
Kapan pekerjaan
diselesaikan.
Contoh : Sebar berita belum jelas
1)
Orang tuduh tetangganya
mencuri tanpa bukti.
2)
Akibat:
a.
Nama baik tetangga rusak
b.
Hubungan bermusuhan.
3)
Logika:
a.
Info salah picu konflik.
4)
Penerapan:
a.
Periksa fakta
b.
Tak tuduh tanpa dasar.
Contoh : Bohong laporan keuangan
1)
Pengurus lapor dana Rp10
juta.
2)
Padahal Rp15 juta.
3)
Akibat:
Uang Rp5 juta tak tanggung jawab.
4)
Logika:
Bohong tutupi penyalahgunaan uang.
5)
Penerapan:
a.
Catat masuk dan keluar.
b.
Secara benar dan terbuka.
C.
Apa hubungan bohong dengan
logika dan sains modern?
Ada 3 hal akibat bohong.
1)
Kepercayaan:
a.
hubungan manusia perlu
info dapat dipercaya.
b.
Bohong berulang buat orang
ragu.
2)
Pengambilan keputusan:
a.
Putusan baik butuh info
benar.
b.
Info palsu hasilkan putusan salah.
3)
Kehidupan sosial:
a.
Keluarga, sekolah, pasar,
dan pemerintahan sulit berjalan.
b.
Jika orang tak percaya satu sama lain.
Misalnya.
1)
Dokter salah terima info
obat diminum pasien.
2)
Pengobatan jadi kurang
tepat.
a.
Jujur tak sekadar sopan
santun.
b.
Tapi penting bagi manusia.
D.
Apakah tiap perkataan
harus terus terang?
1)
Kita perlu bedakan
a.
Jujur.
b.
Diam.
c.
Bohong.
1)
Jujur:
Sampaikan sebenarnya dengan cara baik.
2)
Diam:
a.
Tak selalu berarti bohong.
b.
Boleh tak jawab, saat belum
tahu.
c.
Atau info bersifat rahasia.
3)
Berbohong:
a.
Sengaja sampaikan tidak
benar.
b.
Untuk menipu orang lain.
Contoh:
1)
Ditanya masalah pribadi
orang lain.
2)
Dapat menjawab,
“Maaf, itu urusan pribadi beliau.
Sebaiknya tanyakan pada beliau.”
3)
Kita tak perlu buat cerita
palsu.
Jika ada ancaman atau bahaya.
1)
Kita jaga keselamatan.
2)
Tak beri info bahayakan
orang
3)
Secara sembarangan.
E.
Bagaimana menerapkan
ajaran ini tiap hari?
Sebelumbicara.
Biasakan tanya diri sendiri:
1)
Apakah yang saya katakan
benar?
2)
Apakah saya punya bukti
cukup?
3)
Apakah ucapan saya
merugikan atau menzalimi orang lain?
4)
Jika ternyata salah,
apakah saya bersedia mengakuinya dan memperbaiki akibatnya?
5)
Jika telanjur bohong,
jangan tutupi bohong baru.
a.
Akui salah.
b.
Luruskan info.
c.
Minta maaf jika perlu.
d.
Perbaiki kerugian.
Kesimpulan:
1)
Al-Qur'an ajarkan.
2)
Berbuat jujur.
3)
Agar manusia tak saling
menipu dan menzalimi.
4)
Ukuran penerapan jujur.
5)
Tak hanya pandai baca ayat.
6)
Tapi terlihat dalam
perilaku nyata:
7)
Jujur dalam berdagang,
bekerja, bertetangga, urus uang, dan pegang amanah.
Pertanyaan
1)
Orang rajin salat dan baca
Al-Qur'an.
2)
Tapi bohong dalam
berdagang.
3)
Apakah perilakunya cermin
ajaran Al-Qur'an?
Jawaban.
a.
Belum.
b.
Ibadah harus membentuk
akhlak dan bawa manfaat bagi sesama.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT



.jpeg)