Friday, February 1, 2019

1851. HAL


HAL
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang hal dalam bahasa Arab?” Tim Badar Online menjelaskannya.
1.    Man-shuu-baa-tul as-maa, مَنْصُوْبَاتُ الأَسْمَاءِ   adalah keadaan dinashobkannya isim (kata benda) atau isim (kata benda) menjadi berbentuk nashob (fathah).
2.    Manshubaatul asmaa,   مَنْصُوْبَاتُ الأَسْمَاءِ  dibagi dalam 12 kelompok.
1)    Maf’uul bih,   اَلْمَفْعُوْلُ بِهِ
2)    Maf’uul fiih,    اَلْمَفْعُوْلُ فِيْهِ
3)    Maf’uul liajlih,    اَلْمَفْعُوْلُ ِلأَجْلِهِ
4)    Maf’uul muthlaq,  اَلْمَفْعُوْلُ الْمُطْلَقُ
5)    Ma’fuul ma’ah,  لْمَفْعُوْلَُُ مَعَهُ
6)    Haal,   اَلْحَالُ
7)    Tamyiiz,   اَلتَّمْيِِِِِيْزُ 
8)    Mustatsnaa,    اَلْمُسْتَثْنَى
9)    Khobar kaana,   خَبَرُ كَانَ
10) Isim inna,    اِسْمُ إِنَّ
11) Munaadaa,    لْمُنَادَى
12) Tawaabik,     اَلتَّوَابِعُ

3.    Haal,   اَلْحَالُ  adalah isim manshub (kata benda nashob/fathah) yang digunakan untuk menjelaskan kedaan fail (pelaku) atau maf’ul bih (objek) saat terjadinya fi’il (perbuatan).
4.    Hal   اَلْحَالُ    dalam sebuah kalimat selalu berbentuk manshub (nashob/fathah).
5.    Pengertian hal.
a.    Selalu berbentuk isim manhub (kata benda nashob/fathah).
b.    Menjelaskan keadaan fa’il (pelaku).
c.    Menjelaskan kondisi maf’ul bih (objek).
6.    Ketentuan hal.
a.    Hal berbentuk isim nakirah (belum jelas penunjukannya), tetapi shohibul hal (kata yang dijelaskan oleh hal) berbentuk isim makrifat (sudah jelas penunjukkannya).
b.    Hal selalu mengikuti perubahan (i’rab) shohibul hal (kata yang dijelaskan oleh hal).
1)    Jika shohibul hal (kata yang dijelaskan oleh hal) berbentuk mudzakkar (jenis pria), maka hal mengikuti berbentuk mudzakkar (Jenis pria).
2)    Jika shohibul hal (kata yang dijelaskan oleh hal) berbentuk muannats (jenis wanita), maka hal mengikuti berbentuk muannats (Jenis wanita).
3)    Jika shohibul hal (kata yang dijelaskan oleh hal) berbentuk mufrad (tunggal), maka hal mengikuti berbentuk mufrad (tunggal).
4)    Jika shohibul hal (kata yang dijelaskan oleh hal) berbentuk mutsanna (dobel), maka hal mengikuti berbentuk mutsanna (dobel).
5)    Jika shohibul hal (kata yang dijelaskan oleh hal) berbentuk jamak (jumlahnya lebih dari 2 orang), maka hal mengikuti berbentuk jamak (jumlahnya lebih dari 2 orang).

7.    Hal (kata yang menjelaskan) dapat diartikan:
a.    Sambil
b.    Dalam keadaan.
c.    Sedang.
d.    Dengan.

8.    Contoh penggunaan hal (kata yang menjelaskan) dalam sebuah kalimat.
a.    صَلَّى مُحَمَّدٌ قَاعِدًا   (shal-laa mu-ham-ma-dun qaa-i-dan) = (Muhammad salat DALAM KEADAAN duduk)
1)    Fa’ilnya (pelakunya) yang dijelaskan adalah   “Mu-ham-ma-dun”  مُحَمَّدٌ (Muhammad).
2)    Hal (kata yang menjelaskan) adalah  “qaa-i-dan”  قَاعِدًا   (sambil duduk), berbentuk manshub (nashob/fathah).
3)    “Mu-ham-ma-dun”  مُحَمَّدٌ  (Muhammad),   juga disebut “shohibul hal” (kata yang dijelaskan).

b.          ذَهَبَ مُحَمَّدٌ إِلَى الْمَسْجِدِ مَاشِيًا   (dza-ha-ba mu-ham-ma-dun i-laa al-mas-ji-di maa-syi-yan) = (Muhammad pergi ke masjid dengan berjalan)
1)    Fa’ilnya (pelaku) yang dijelaskan adalah   “Mu-ham-ma-dun”  مُحَمَّدٌ (Muhammad).
2)    Hal (kata yang menjelaskan) adalah  “maa-syi-yan” مَاشِيًا    (dengan berjalan), berbentuk manshub (nashob/fathah).
3)    “Mu-ham-ma-dun”  مُحَمَّدٌ  (Muhammad),   juga disebut “shohibul hal” (kata yang dijelaskan).


c.    رَأَيْتُ الأُسْتَاذَ رَاكِبًا   (ra-ai-tu al-us-taa-dza raa-ki-ban) = (Aku melihat ustad sedang naik kendaraan)
1)    Fa’ilnya (pelaku) yang dijelaskan adalah   “al-us-taa-dza”    الأُسْتَاذَ (ustad).
2)    Halnya (kata yang menjelaskan) adalah  “raa-ki-ban”  رَاكِبًا  (sedang naik kendaraan), berbentuk manshub (nashob/fathah).
3)    “al-us-taa-dza”   الأُسْتَاذَ  (ustad),   juga disebut “shohibul hal” (kata yang dijelaskan).

9.    Contoh penggunaan hal berbentuk isim nakiroh, sedangkan shohibul hal (isim yang dijelaskan keadaannya oleh hal) berbentuk isim makrifat.
a.    أَكَلَ الْوَلَدُ قَائِمًا    (a-ka-la al-wa-la-du qaa-i-man) = (Anak itu makan sambil berdiri)
1)    “al-wa-la-du”     اَلْوَلَدُ   (anak itu) adalah “shohibul hal” (kata yang dijelaskan), berbentuk isim makrifat (sudah jelas anaknya).

2)    “qaa-i-man”   قَائِمًا    (sambil berdiri)  adalah hal (kata yang menjelaskan) berbentuk isim nakirah (belum jelas penunjukannya).


10. Contoh penggunaan “hal” (kata yang menjelaskan) selalu mengikuti perubahan (i’rab) “shohibul hal” (kata yang dijelaskan oleh hal).
a.    شَرِبَ مُحَمَّدٌ جَالِسًا    (sya-ri-ba mu-ham-ma-dun jaa-li-san) = (Muhammad minum dalam keadaan duduk)
1)    Shohibul halnya (kata yang dijelaskan oleh hal) adalah  “mu-ham-ma-dun”  مُحَمَّدٌ  (Muhammad), berbentuk murfad (tunggal) dan mudzakkar (jenis pria).
2)    Halnya (kata yang menjelaskan) adalahjaa-li-san”   جَالِسًا    (sambil duduk),  mengikuti berbentuk murfad (tunggal) dan mudzakkar (jenis pria).



b.    شَرِبَتْ فَاطِمَةُ جَالِسَةً (sya-ri-bat faa-ti-matu jaa-li-sa-tan) = Fatimah minum dalam keadaan duduk)
1)    Shohibul hal (kata yang dijelaskan oleh hal) adalah  “faa-ti-ma-tu”   فَاطِمَةُ (Fatimah),   berbentuk murfad (tunggal) dan muannats (jenis wanita).
2)    Hal (kata yang menjelaskan) adalah “jaa-li-sa-tan”     جَالِسَةً     (sambil duduk) mengikuti berbentuk murfad (tunggal) dan muannats (jenis wanita).


c.    أَكَلَ الْوَلَدُ قَائِمًا (a-ka-la al-wa-la-du qaa-i-man) = (Anak itu makan sambil berdiri)
1)    Shohibul hal (kata yang dijelaskan oleh hal) adalah  “al-wa-la-du”    الْوَلَدُ  (anak itu),   berbentuk murfad (tunggal) dan mudzakkar (jenis pria).
2)    Hal (kata yang menjelaskan) adalah “aaa-i-man” قَائِمًا  (sambil berdiri),  mengikuti berbentuk murfad (tunggal) dan mudzakkar (jenis pria).

d.    أَكَلَ الْوَلَدَانِ قَائِمَيْنِ (a-ka-la al-wa-la-daa-ni qaa-i-mai-ni) = (Dua anak itu makan sambil berdiri)
1)    Shohibul hal (kata yang dijelaskan oleh hal) adalah  “al-wa-la-daa-ni” الْوَلَدَانِ (dua anak pria), berbentuk mutsanna (dobel) dan mudzakkar (jenis pria).
2)    Hal (kata yang menjelaskan) adalah “qaa-i-mai-ni”  قَائِمَيْنِ  (sambil berdiri) mengikuti berbentuk mutsanna (dobel),  mudzakkar (jenis pria), dan manshub (nashob/fathah).



Daftar Pustaka.
1.    Tim Badar Online Wisma Misfallah Thalabul Ilmi (MTI), Pogung Kidul 8C, RT 01/RW 49, Sinduadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta, 55284
2.    E-mail: onlinebadar@yahoo.com


Related Posts:

0 comments:

Post a Comment