KISAH NABI MUSA DI AL-QUR’AN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM
A.
Siapa Nabi Musa?
1)
Nabi Musa diutus Allah pada Bani
Israil.
2)
Menghadapi Fir‘aun.
3)
Raja zalim di Mesir.
B.
Kelahiran Nabi Musa
1)
Fir‘aun memerintahkan membunuh bayi
laki-laki Bani Israil.
2)
Allah memerintahkan ibu Musa
menghanyutkannya ke sungai Nil.
3)
Musa ditemukan dan dibesarkan di
istana Fir‘aun.
QS. Al-Qaṣaṣ (28:7-13)
وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ
فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ إِنَّا رَادُّوهُ
إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ
7. Dan kami ilhamkan
kepada ibu Musa; "Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka
jatuhkan dia ke sungai (Nil). Dan jangan kamu khawatir dan jangan (pula)
bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan
menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.
فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ
لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا ۗ إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا
خَاطِئِينَ
8. Maka dipungutlah ia
oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi
mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang
yang bersalah.
وَقَالَتِ امْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ
عَيْنٍ لِي وَلَكَ ۖ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰ أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ
وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
9. Dan berkata isteri
Fir'aun: "(Ia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Jangan kamu
membunuhnya, mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi
anak", sedangkan mereka tak menyadari.
وَأَصْبَحَ فُؤَادُ أُمِّ مُوسَىٰ
فَارِغًا ۖ إِنْ كَادَتْ لَتُبْدِي بِهِ لَوْلَا أَنْ رَبَطْنَا عَلَىٰ قَلْبِهَا
لِتَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
10. Dan menjadi kosong
hati ibu Musa. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa,
seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang
percaya (kepada janji Allah).
وَقَالَتْ لِأُخْتِهِ قُصِّيهِ ۖ فَبَصُرَتْ بِهِ عَنْ جُنُبٍ وَهُمْ لَا
يَشْعُرُونَ
11. Dan berkata ibu Musa
kepada saudara Musa yang perempuan: "Ikuti dia" Maka kelihatan
olehnya Musa dari jauh, sedangkan mereka tidak mengetahuinya,
۞ وَحَرَّمْنَا عَلَيْهِ الْمَرَاضِعَ مِنْ
قَبْلُ فَقَالَتْ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ أَهْلِ بَيْتٍ يَكْفُلُونَهُ لَكُمْ
وَهُمْ لَهُ نَاصِحُونَ
12. dan Kami cegah Musa
dari menyusu kepada perempuan yang mau menyusui(nya) sebelum itu; maka berkata
saudara Musa: "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan
memeliharanya untukmu dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?".
فَرَدَدْنَاهُ إِلَىٰ أُمِّهِ كَيْ
تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ وَلِتَعْلَمَ أَنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ
وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
13. Maka kami kembalikan
Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia
mengetahui bahwa janji Allah itu benar, tapi kebanyakan manusia tidak
mengetahuinya.
C.
Musa Membunuh (Tidak Sengaja) dan
Melarikan Diri
1)
Musa membela orang lemah
2)
Tak sengaja membunuh seorang Mesir.
3)
Musa menyesal dan bertobat.
4)
Musa pergi ke negeri Madyan.
QS. Al-Qaṣaṣ (28:15-21)
وَدَخَلَ الْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍ مِنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا
رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَٰذَا مِنْ شِيعَتِهِ وَهَٰذَا مِنْ عَدُوِّهِ ۖ
فَاسْتَغَاثَهُ الَّذِي مِنْ شِيعَتِهِ عَلَى الَّذِي مِنْ عَدُوِّهِ فَوَكَزَهُ
مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۖ قَالَ هَٰذَا مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّهُ
عَدُوٌّ مُضِلٌّ مُبِينٌ
15. Dan Musa masuk ke
kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya di dalam kota
itu 2 orang laki-laki berkelahi; yang seorang dari golongannya (Bani Israil)
dan seorang (lagi) dari musuhnya (kaum Fir'aun). Maka orang yang dari
golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari
musuhnya lalu Musa meninjunya, dan mati musuhnya itu. Musa berkata: "Ini
adalah perbuatan setan sesungguhnya setan itu musuh yang menyesatkan lagi nyata
(permusuhannya).
قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي
فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
16. Musa mendoa:
"Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu
ampuni aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang.
قَالَ رَبِّ بِمَا أَنْعَمْتَ عَلَيَّ
فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيرًا لِلْمُجْرِمِينَ
17. Musa berkata:
"Ya Tuhanku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, aku
sekali-kali tidak akan menjadi penolong bagi orang-orang yang berdosa".
فَأَصْبَحَ فِي الْمَدِينَةِ خَائِفًا
يَتَرَقَّبُ فَإِذَا الَّذِي اسْتَنْصَرَهُ بِالْأَمْسِ يَسْتَصْرِخُهُ ۚ قَالَ
لَهُ مُوسَىٰ إِنَّكَ لَغَوِيٌّ مُبِينٌ
18. Karena itu, jadilah
Musa di kota itu merasa takut menunggu dengan khawatir (akibat perbuatannya),
maka tiba-tiba orang yang meminta pertolongan kemarin berteriak meminta
pertolongan kepadanya. Musa berkata kepadanya: "Sesungguhnya kamu
benar-benar orang sesat yang nyata (kesesatannya)".
فَلَمَّا أَنْ أَرَادَ أَنْ يَبْطِشَ
بِالَّذِي هُوَ عَدُوٌّ لَهُمَا قَالَ يَا مُوسَىٰ أَتُرِيدُ أَنْ تَقْتُلَنِي
كَمَا قَتَلْتَ نَفْسًا بِالْأَمْسِ ۖ إِنْ تُرِيدُ إِلَّا أَنْ تَكُونَ جَبَّارًا
فِي الْأَرْضِ وَمَا تُرِيدُ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْمُصْلِحِينَ
19. Maka tatkala Musa
hendak memegang dengan keras orang yang menjadi musuh keduanya, musuhnya
berkata: "Hai Musa, apakah kamu bermaksud hendak membunuhku, sebagaimana
kamu kemarin telah membunuh seorang manusia? Kamu tidak bermaksud melainkan
hendak menjadi orang yang berbuat sewenang-wenang di negeri (ini), dan tiadalah
kamu hendak menjadi salah seorang dari orang-orang yang mengadakan
perdamaian".
وَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَقْصَى
الْمَدِينَةِ يَسْعَىٰ قَالَ يَا مُوسَىٰ إِنَّ الْمَلَأَ يَأْتَمِرُونَ بِكَ
لِيَقْتُلُوكَ فَاخْرُجْ إِنِّي لَكَ مِنَ النَّاصِحِينَ
20. Dan datanglah
seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai
Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk
membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk
orang-orang yang memberi nasehat kepadamu".
Versi siswa:
1)
Orang baik bisa salah.
2)
Tapi harus cepat bertobat.
D.
Musa di Negeri Madyan
1)
Musa menolong 2 perempuan.
2)
Musa bekerja dan menikah.
3)
Musa hidup sederhana.
QS. Al-Qaṣaṣ (28:22-28)
وَلَمَّا تَوَجَّهَ تِلْقَاءَ مَدْيَنَ قَالَ عَسَىٰ رَبِّي أَنْ يَهْدِيَنِي
سَوَاءَ السَّبِيلِ
22. Dan tatkala
ia menghadap kejurusan negeri Mad-yan ia berdoa (lagi): "Mudah-mudahan
Tuhanku memimpinku ke jalan yang benar".
وَلَمَّا وَرَدَ مَاءَ مَدْيَنَ وَجَدَ
عَلَيْهِ أُمَّةً مِنَ النَّاسِ يَسْقُونَ وَوَجَدَ مِنْ دُونِهِمُ امْرَأَتَيْنِ
تَذُودَانِ ۖ قَالَ مَا خَطْبُكُمَا ۖ قَالَتَا لَا نَسْقِي حَتَّىٰ يُصْدِرَ
الرِّعَاءُ ۖ وَأَبُونَا شَيْخٌ كَبِيرٌ
23. Dan tatkala ia
sampai di sumber air negeri Mad-yan ia menjumpai di sana sekumpulan orang yang
sedang meminumkan (ternaknya), dan ia menjumpai di belakang orang banyak itu,
dua orang wanita yang sedang menghambat (ternaknya). Musa berkata: "Apakah
maksudmu (dengan berbuat at begitu)?" Kedua wanita itu menjawab:
"Kami tidak dapat meminumkan (ternak kami), sebelum pengembala-pengembala
itu memulangkan (ternaknya), sedang bapak kami adalah orang tua yang telah
lanjut umurnya".
فَسَقَىٰ لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّىٰ إِلَى
الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ
24. Maka Musa memberi
minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang
teduh lalu berdoa: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu
kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku".
فَجَاءَتْهُ إِحْدَاهُمَا تَمْشِي عَلَى
اسْتِحْيَاءٍ قَالَتْ إِنَّ أَبِي يَدْعُوكَ لِيَجْزِيَكَ أَجْرَ مَا سَقَيْتَ
لَنَا ۚ فَلَمَّا جَاءَهُ وَقَصَّ عَلَيْهِ الْقَصَصَ قَالَ لَا تَخَفْ ۖ نَجَوْتَ
مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
25. Kemudian datang
kepada Musa salah seorang dari kedua wanita itu berjalan kemalu-maluan, ia
berkata: "Sesungguhnya bapakku memanggil kamu agar ia memberikan balasan
terhadap (kebaikan)mu memberi minum (ternak) kami". Maka tatkala Musa
mendatangi bapaknya (Syu'aib) dan menceritakan kepadanya cerita (mengenai
dirinya), Syu'aib berkata: "Janganlah kamu takut. Kamu telah selamat dari
orang-orang yang zalim itu".
قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ
اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ
26. Salah seorang dari
kedua wanita itu berkata: "Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang
bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil
untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya".
قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ
إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَىٰ أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ ۖ فَإِنْ
أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ ۖ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚ
سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ
27. Berkatalah dia (Syueb):
"Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari
kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika
kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka
aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk
orang-orang yang baik".
قَالَ ذَٰلِكَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ ۖ
أَيَّمَا الْأَجَلَيْنِ قَضَيْتُ فَلَا عُدْوَانَ عَلَيَّ ۖ وَاللَّهُ عَلَىٰ مَا
نَقُولُ وَكِيلٌ
28. Dia (Musa) berkata:
"Itulah (perjanjian) antara aku dan kamu. Mana saja dari kedua waktu yang
ditentukan itu aku sempurnakan, maka tidak ada tuntutan tambahan atas diriku
(lagi). Dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan".
E.
Musa Diangkat Menjadi Nabi
1)
Musa melihat api di bukit Ṭūr.
2)
Allah berbicara langsung kepada Musa.
3)
Tongkat menjadi ular, tangan
bercahaya.
QS. Ṭāhā (20: 9-24)
F.
Dakwah kepada Fir‘aun
1)
Musa dan Harun diperintah berdakwah
dengan lemah lembut.
2)
Fir‘aun sombong dan menolak.
QS. Ṭāhā : 43–48
G.
Mukjizat dan Pertarungan dengan
Penyihir
1)
Tongkat Musa mengalahkan sihir.
2)
Para penyihir beriman kepada Allah.
QS. Al-A‘rāf : 117–122
H.
Bani Israil Diselamatkan
1)
Laut terbelah.
2)
Musa dan kaumnya selamat.
3)
Fir‘aun tenggelam.
QS. Asy-Syu‘arā’ : 63–66
I.
Ujian Bani Israil
1)
Menyembah anak sapi.
2)
Banyak membantah Nabi Musa.
QS. Al-Baqarah : 51–61
Pelajaran dari Kisah Nabi Musa
1)
Allah selalu menolong hamba-Nya
2)
Kesabaran menghadapi kezaliman
3)
Jangan sombong seperti Fir‘aun
4)
Bertobat jika salah
5)
Taat kepada Allah dan Rasul
Ringkasan
1)
Nabi Musa adalah nabi yang sabar.
2)
Berani melawan kezaliman.
3)
Selalu bergantung kepada Allah.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2)
ChatGPT.
3)
Copilot.
4)
Cici.
5)
Claude.
6)
Grok.
7)
Meta AI

0 comments:
Post a Comment