MANUSIA PUNYA AKAL KENAPA BUTUH WAHYU DAN NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Manusia diberi akal
Kenapa masih butuh WAHYU dan NABI?
Jawaban.
1)
Manusia memang diberi akal.
a.
Menurut Al-Qur’an
b.
Akal saja tidak cukup.
2)
Manusia butuh wahyu dan Nabi
3)
Sebagai petunjuk dari Allah.
Manusia diberi akal
Kenapa masih butuh wahyu dan Mabi?
Jawaban.
1)
Akal bisa tahu, tapi tak tahu semuanya
2)
Akal manusia terbatas dan bisa
berbeda-beda
3)
Mengapa membutuhkan Nabi?
4)
Perumpamaan sederhana
5)
Akal dan wahyu bukan musuh
Penjelasan.
A.
Akal bisa mengetahui, tapi tidak
mengetahui semuanya
1)
Akal sangat berguna untuk:
a.
menghitung,
b.
temukan ilmu pengetahuan,
c.
bedakan sebab dan akibat,
d.
buat teknologi,
e.
pikirkan baik dan buruk.
2)
tapi ada pertanyaan
3)
Tak bisa dipastikan hanya dengan akal:
a.
“Untuk apa manusia diciptakan?”
b.
“Apa yang terjadi setelah mati?”
c.
“Bagaimana cara beribadah pada Allah?”
d.
“Apa yang benar-benar Allah
kehendaki?”
Contoh
1)
Akal bisa temukan cara membuat pesawat
terbang.
2)
Tapi akal tak otomatis tahu.
a.
Apakah manusia akan hidup setelah mati?
b.
Bagaimana tanggung jawabnya?.
3)
Di sini wahyu diperlukan.
B.
Akal manusia terbatas dan bisa
berbeda-beda
1)
Ada 2 orang cerdas.
2)
Bisa ambil kesimpulan moral berbeda.
Misalnya:
1)
Orang A berkata:
a.
“Yang penting menguntungkan.
b.
Tak masalah sedikit menipu.”
2)
Orang B berkata:
a.
“Menipu tetap salah
b.
Meskipun menguntungkan.”
3)
Akal bisa diskusi.
4)
Tapi manusia butuh standar moral yang
lebih tinggi
5)
Daripada kepentingan dirinya.
Al-Qur'an beri prinsip:
“Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku
adil dan berbuat kebajikan...”
(QS. An-Nahl 16:90)
1)
Wahyu beri arah.
2)
Akal bantu manusia memahami dan
menerapkannya.
C.
Mengapa manusia butuh Nabi?
Jawaban
1)
Wahyu perlu contoh perbuatan manusia.
2)
Secara nyata
Misalnya
1)
Al-Qur'an perintahkan salat.
a.
Manusia bisa membaca perintahnya.
b.
Tapi bagaimana praktiknya
c.
Secara rinci?
1)
Nabi Muhammad beri contoh.
2)
Lewat kehidupan Nabi.
Sederhananya:
1)
Allah → wahyu → nabi → manusia
a.
Nabi bukan pengganti akal.
b.
Nabi ajarkan manusia pakai akalnya
dengan benar
c.
Berdasarkan petunjuk Allah.
D.
Perumpamaan sederhana
1)
Bayangkan
Orang diberi mobil sangat canggih.
2)
Mobil itu punya mesin dan kemampuan
hebat.
3)
Itu seperti akal manusia.
4)
Tapi mobil tetap butuh:
a.
jalan,
b.
rambu-rambu,
c.
tujuan perjalanan.
1)
Akal
Kemampuan berpikir.
2)
Wahyu
Petunjuk dan rambu-rambu.
3)
Nabi
Orang menunjukkan cara petunjuk itu dijalankan.
a.
Mobil tanpa jalan
Bisa tersesat.
b.
Manusia tanpa petunjuk
Bisa pakai kecerdasannya
Untuk hal yang salah.
E.
Akal dan wahyu bukan musuh
1)
Ini penting.
2)
Islam tidak katakan:
a.
“Matikan akal.
b.
Cukup ikuti wahyu.”
3)
Al-Qur'an berkali-kali ajak manusia.
a.
Berpikir.
b.
Memperhatikan.
c.
Memahami.
d.
Pakai akal.
4)
Tapi akal manusia punya batas.
Hubungan keduanya dapat digambarkan:
1)
Akal
Bantu manusia pahami wahyu.
2)
Wahyu
Membimbing akal agar tak tersesat.
3)
Nabi
Beri contoh penerapan wahyu
Dalam kehidupan nyata.
Kesimpulan
1)
Manusia butuh akal
Untuk berpikir.
2)
Manusia butuh wahyu
a.
Untuk tahu petunjuk Allah
b.
Yang di luar kemampuan akal.
3)
Manusia butuh Nabi.
a.
Tunjukkan cara wahyu.
b.
Praktik dalam hidup nyata.
1)
Jadi bukan: pilih akal atau wahyu.
2)
Tapi : akal + wahyu + teladan nabi.
a.
Al-Qur'an tak hanya ajarkan manusia
“percaya”.
b.
Tapi berkali-kali ajak manusia
c.
Untuk berpikir dan pakai akalnya.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT


