KENAPA
ORANG PEMARAH DISEBUT SUMBU PENDEK
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A. Kenapa
orang yang mudah marah
Disebut
“sumbu pendek”?
Jawaban.
1)
Orang yang mudah marah
Disebut “sumbu pendek”
2)
Perumpamaan dari
a.
Petasan
b.
Bahan peledak.
1)
Sumbu Panjang
a.
Perlu waktu lama sebelum meledak.
b.
Ibarat orang sabar.
c.
Tak cepat bereaksi.
2)
Sumbu pendek
a.
Sedikit kena api langsung meledak
b.
Ibarat orang sedikit dipicu.
c.
Langsung marah.
Contoh:
1)
Orang tipe A
a.
Ditegur sedikit.
b.
Langsung membentak.
2)
Orang tipe B
a.
Ditegur hal sama.
b.
Tapi tenang dan berpikir dulu.
3)
A disebut “sumbu pendek”.
4)
B mampu kendalikan emosi.
Dalam
Bahasa Inggris
Ungkapan
lazim
1)
“A little pot is soon hot”
2)
“A little pot soon gets hot.”
Arti
harfiah:
a.
Panci kecil cepat panas.
Makna
kiasannya sama:
1)
Orang mudah marah
a.
Cepat “panas”
b.
Meskipun masalah kecil.
Dalam
bahasa sederhana:
1)
Masalah kecil → emosi cepat naik → cepat
marah = “sumbu pendek”.
Dalam
Al-Qur'an.
1)
Sikap berlawanan “sumbu pendek”
2)
Yaitu “menahan amarah”
QS.
Ali 'Imran (3:134)
“...orang-orang yang menahan amarah dan
memaafkan manusia...”
1)
Marah emosi yang normal.
a.
Yang jadi ukuran
b.
Cara orang kendali marahnya.
B. Cara
hadapi orang pemarah
Dalam
Al-Qur'an.
Menghadapi
orang pemarah
1)
Tak balas kemarahan.
2)
Kendalikan diri.
3)
Pilih ucapan baik.
4)
Hindari pertengkaran.
Penjelasan
1.
Jangan membalas kemarahan dengan kemarahan
QS.
Ali 'Imran 3:134
“...orang-orang
yang menahan amarah dan memaafkan manusia...”
Logikanya:
1)
Dia marah → kita ikut marah → dua-duanya
panas → masalah membesar.
Sebaliknya:
2)
Dia marah → kita tenang → suasana turun →
baru bicara masalahnya.
2.
Balas dengan cara yang lebih baik
QS.
Fussilat 41:34
“Tolaklah (kejahatan) itu dengan cara yang
lebih baik...”
Contoh:
1)
Pemarah:
“Kamu
memang selalu salah!”
2)
Jangan:
“Kamu
sendiri yang goblok!”
3)
Lebih baik:
“Mari kita bicarakan masalahnya.
Saya
ingin tahu bagian mana yang menurut Anda salah.”
a.
Tak berarti benarkan kemarahannya.
b.
Tapi pisahkan orang dari masalahnya.
3.
Kalau dia terus memancing, jangan ikut debat
1)
Al-Qur'an memuji orang hadapi ucapan kasar
2)
Memilih jalan damai:
“...dan
jika orang jahil menyapa mereka, mereka ucapkan kata-kata yang baik.”
QS. Al-Furqan 25:63
1)
Artinya
Tak harus
selalu diam.
Kadang
jawaban terbaik:
“Kita
lanjutkan bicara ketika sudah sama-sama tenang.”
4.
Jangan pakai ucapan memperbesar konflik
“Katakan
pada hamba-hamba-Ku, hendaklah mereka mengucapkan perkataan lebih baik.
Sungguh, setan menimbulkan perselisihan di antara mereka.”
QS.
Al-Isra' 17:53
Misalnya
HINDARI:
1)
“Kamu memang pemarah!”
2)
“Dasar goblok!”
3)
“Kamu selalu begitu!”
4)
“Tak ada gunanya bicara denganmu!”
a.
Kalimat seperti itu.
b.
Buat masalah jadi perang harga diri.
5.
Tapi sabar tak biarkan diri dizalimi
1)
Ini penting.
a.
Menghadapi orang pemarah
b.
Tak berarti terima kekerasan atau ancaman.
2)
Jika kemarahan sudah menjadi:
a.
Memukul → mengancam → merusak barang →
bahayakan orang.
b.
Yang utama menjauh dari bahaya
c.
Mencari pertolongan.
Rumus
1)
Pemarah → jangan ikut panas → dengarkan →
jawab lembut
2)
Jika makin panas, berhenti dulu
3)
Bicara kembali ketika tenang.
Prinsip
Al-Qur'an sangat kuat:
“Tolaklah (kejahatan) dengan cara lebih baik,
maka tiba-tiba orang permusuhan seolah-olah jadi teman sangat setia.”
QS.
Fussilat 41:34
Kesimpulan
1)
Orang pemarah
2)
Tak selalu harus dilawan.
3)
Kemarahan sering bisa dipadamkan
4)
Dengan ketenangan.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.



