ISLAM DAN ORANG ISLAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

Beberapa orang bertanya,”Katanya ajaran Islam paling baik, mengapa
banyak orang Islam tidak jujur dan terlibat kejahatan? Dr. Zakir Naik
menjelaskannya.
1. Agama Islam adalah agama yang paling baik
dan sempurna dibandingkan dengan agama yang lain, tetapi mengapa ada orang Islam
yang tidak jujur dan terlibat kejahatan? Penjelasannya adalah berikut ini.
2. Penjelasan ke-1: Fitnah media terhadap
Islam.
1) Islam agama yang paling baik dan tanpa
keraguan di dalamnya, tetapi media berada dalam genggaman Barat yang fobia dan takut
terhadap Islam, secara teratur menyiarkan dan mencetak informasi yang melawan
Islam.
2) Media dunia yang dikuasai oleh
orang-orang non-Islam memberikan informasi salah dan bias tentang Islam, keliru
mengutip Islam, atau membuat proyek dengan proporsi yang berlebihan.
3) Misalnya, ketika ada ledakan bom terjadi
di mana pun, orang pertama yang dituduh tanpa adanya bukti selalu orang Islam.
4) Berita ini menjadi topik utama di seluruh
media. Ketika diketahui orang yang bertanggung jawab terhadap ledakan bom itu orang
non-Islam, berita itu tidak lagi signifikan.
3. Penjelasan ke-2: Fitnah media terhadap ajaran
Islam.
1) Misalnya, ketika seorang Islam berusia 50
tahun menikah dengan gadis berumur 15
tahun, meskipun setelah meminta persetujuan gadis itu dan keluarganya, berita
itu akan dipampang di halaman depan.
2) Tetapi, ketika seorang non-Islam
memperkosa seorang gadis berumur 6 tahun, maka pemberitaan tentang hal itu hanya muncul di bagian kecil saja.
3) Setiap hari, sekitar 2.713 kasus perkosaan
terjadi, tetapi hal itu tidak muncul dalam pemberitaan, karena hal itu sudah
menjadi budaya dan hal yang wajar bagi Amerika
Serikat.
4. Penjelasan ke-3: Adanya oknum di setiap
komunitas.
1) Saya menyadari ada beberapa umat Islam
yang tidak jujur, tidak dapat dipercaya, penipu dan terlibat kejahatan lainnya,
tetapi media menampilkan seolah-olah hanya umat Islam yang berlaku demikian.
2) Memang selalu ada oknum yang berbuat
jahat dalam setiap komunitas, janganlah karena “nila setitik rusak susu
sebelanga”, jangan membuat kesimpulan terhadap umat Islam, akibat perbuatan beberpa
orang Islam.
5. Penjelasan ke-3: Jangan menilai sebuah
mobil akibta perilaku sopirnya.
1) Jangan menilai sebuah mobil dari sopirnya.
2) Misalnya, sebuah mobil terbaru merk Mercedes
dan seseorang yang tidak tahu cara menyopir mobil, lalu duduk di kursi sopir
dan membenturkan mobil tersebut.
3) Siapa yang disalahkan? Mobilnya atau sopirnya?
4) Tentu saja, yang salah sopirya, bukan
mobilnya.
5) Untuk menganalisa seberapa bagus sebuah
mobil, jangan melihat kepada sopirnya, tetapi melihat kemampuan dan
perlengkapan mobilnya.
6) Seberapa
cepat mobil itu, berapa rata-rata konsumsi bahan bakarnya, bagaimana ukuran keamanannya
dan lainnya.
7) Meskipun, memang terdapat beberapa oknum umat
Islam berbuat tidak terpuji, namun kita tidak dapat menilai Islam hanya dari
pengikutnya.
8) Jika kita ingin menilai seberapa bagus ajaran
Islam, maka penilaian sebaiknya berdasarkan sumber otentiknya, yaitu kitab suci
Al-Quran dan hadis sahih.
6. Penjelasan ke-4: Menilai Islam melalui
penganut terbaiknya.
1) Penganut Islam terbaik adalah Nabi
Muhammad.
2) Jika ingin mengecek seberapa bagus sebuah
mobil, maka lihat pengemudi yang mahir di balik kursi sopir.
3) Dalam Islam, penganut paling bagus dan menjadi
contoh penganut Islam ialah Nabi Muhammad, dari beliau kita bisa mengecek
seberapa bagus Islam.
4) Selain umat Islam, beberapa sejarawan non-Islam
secara jujur menyatakan Nabi Muhammad manusia terbaik.
5) Michael H. Hart, yang menulis buku
“Seratus orang paling berpengaruh di dunia”, menempatkan Nabi Muhammad pada
posisi nomor satu.
6) Dalam bukunya juga diceritakan beberapa
tokoh non-Islam yang memberikan penghormatan dan penghargaan yang tinggi kepada
Nabi Muhammad, seperti Thomas Carlyle, La-Martine dan lainnya.
Daftar Pustaka.
1. Naik, Zakir Abdul Karim. “Answer to
non-muslim common question about Islam”. Jawaban Berbagai Pertanyaan Mengenai
Islam.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital
Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online
0 comments:
Post a Comment