HUMOR TARAWIH
NU-MUHAMMADIYAH
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

1. Suatu
hari, di bulan Ramadan, Gus Dur mengundang Pak AR Fakhruddin (ketua Umum
Muhammadiyah dari 1971-1990) ke Tebuireng, Jombang.
2. Tiba
waktu tarawih, Gus Dur menyilakan Pak AR Fakhruddin memimpin ribuan jemaah
tarawih warga NU.
3. Sebelum
mulai tarawih, Pak AR bertanya pada jemaah.
4. “Ini
mau tarawihnya cara NU yang 23 atau Muhammadiyah yang 11 rakaat?”
5. “NU……”
6. Kompak
jemaah menyahut dengan rasa hereoik pada ke-NU-annya di hadapan tokoh Muhammadiyah
tersebut.
7. Pak AR
mengiyakan saja.
8. Lalu
dimulailah salat tarawih.
9. Cara
ngimami Pak AR pelan, halus, kalem.
10. Sehingga
baru usai 8 rakaat saja, durasinya sudah melampaui salat tarawih ala NU biasanya.
11. Pak AR
berkata pada jamaah sebelum lanjut takbir berikutnya.
12. “Ini
mau lanjut 23 rakaat ala NU beneran?”
13. Kompak
para jamaah menyahut, “Ala Muhammadiyah saja…..”
14. Pak AR
pun menyetujui, diiringi tawa gelak semua orang.
15. Tuntas
tarawih dan witir, Gus Dur berkata kepada para jamaah, di hadapan Pak AR.
16. “Baru
kali ini ada sejarahnya warga NU di kandang NU dimuhammadiyahkan secara massal
oleh seorang Muhammadiyah saja….”
17. Semua
orang terkekeh, termasuk Pak AR.
18. Pak AR
Fakhruddin lahir di Jogja 14 Februari 1914.
19. Wafat
di Solo 17 Maret 1995.
20. Ia
menjadi ketua umum menggantikan Kiai Faqih Usman dan digantikan oleh Kiai Azhar
Basyir.
21. Ketiganya
dekat dengan para tokoh NU, termasuk Gus Dur.
22. CF:
@aris_blackwolf
(Sumber:
internet)
0 comments:
Post a Comment