BEDANYA WARA DAN HEDONISME DI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Perbedaan sikap
1)
Wara (wirai)
2)
Hedonisme
Hampir berlawanan
Cara memandang
1)
Kesenangan.
2)
Harta.
3)
Keinginan.
Tapi wara’
1)
Bukan hidup miskin
2)
Tak menolak nikmat dunia.
A.
Apa itu wara’?
Wara’ (الورع)
1)
Sikap berhati-hati
Pada sesuatu yang
a.
Haram.
b.
Syubhat.
c.
Bisa seret pada dosa.
Prinsipnya:
1)
“Boleh ambil kesenangan.
2)
Jangan melanggar batas Allah.”
Al-Qur’an ajarkan:
1)
“Makan dan minumlah, tapi jangan
berlebihan.”
QS. Al-A’raf: 31
a.
Islam tak melarang nikmat dunia.
b.
Tapi melarang berlebihan
c.
Melarang melampaui batas.
Contoh wara’:
2)
Dapat uang
Pastikan sumbernya halal.
3)
Bisa beli mobil mahal.
Pilih sesuai kebutuhan.
4)
Makan makanan enak.
Tak berlebihan.
5)
Punya banyak uang.
Tetap bayar zakat dan bantu orang
miskin.
6)
Menolak untung bisnis
Hasil menipu.
7)
Tak ambil milik orang lain
Meskipun ada kesempatan.
8)
Menghindari gossip
Khawatir dosa.
9)
Tak pakai jabatan
Memperkaya diri.
A.
Apa itu hedonisme?
Hedonisme
1)
Pola hidup
2)
Jadikan kesenangan dan nikmat.
3)
Tujuan utama hidup.
Masalahnya
1)
Bukan menikmati makanan, rumah bagus,
kendaraan, atau liburan.
2)
Tapi masalah muncul:
1)
“Yang penting saya senang.
2)
Meskipun melanggar nilai agama, moral,
atau merugikan orang lain.”
Al-Qur’an ingatkan:
“Makan dan bersenang-senang kalian, karena sesungguhnya mereka akan tahu
akibatnya.”
QS. Al-Hijr: 3
QS. Al-Hadid: 20
“Ketahui bahwa hidup dunia hanya
permainan, sesuatu yang melalaikan...”
Perbedaan
1)
Wara’:
a.
“Apakah ini halal?
b.
Apakah bermanfaat?
c.
Apakah Allah rida?”
Hedonisme:
1)
“Apakah membuat saya senang?”
Wara’
a.
Tempatkan Allah dan kebaikan
b.
Jadi pengendali keinginan.
Hedonisme
a.
Tempatkan kepuasan
b.
Jadi pengendali hidup.
Contoh
1.
Makan
Wara’:
“Boleh makan enak, tapi halal, sehat, tak berlebihan.”
Hedonisme:
“Saya ingin makan sebanyak dan seenaknya karena saya suka.”
2.
Belanja
Wara’:
“Saya beli barang yang diperlukan dan mampu saya bayar.”
Hedonisme:
“Saya beli karena ikuti tren, walaupun tidak perlu.”
3.
Mobil
Wara’:
“Kalau mampu beli mobil mahal dan sumber uangnya halal, boleh.
Tapi jangan sombong dan boros.”
Hedonisme:
“Mobil harus makin mewah agar dianggap sukses.”
4.
Rumah
Wara’:
“Rumah nyaman nikmat Allah.
Sesuai kebutuhan dan kemampuan.”
Hedonisme:
“Rumah harus makin besar agar status sosial makin tinggi.”
5.
Pakaian
Wara’:
“Berpakaian rapi dan bagus boleh, tetap sopan dan tidak sombong.”
Hedonisme:
“Yang penting mahal, bermerek, dan membuat saya lebih bergengsi.”
6.
Bisnis
Wara’:
“Keuntungan penting, tapi kejujuran lebih penting.”
Hedonisme:
“Yang penting untung besar, caranya tidak jadi soal.”
Wara’ bukan berarti anti-kaya
Ini penting.
1)
Wara’ ≠ miskin.
2)
Wara’ ≠ tidak boleh punya rumah bagus.
3)
Wara’ ≠ tak boleh punya mobil bagus.
4)
Wara’ ≠ tak boleh menikmati makanan
enak.
Nabi Sulaiman
Diberi kekuasaan dan kekayaan hebat.
Nabi Dawud
Punya kemampuan dan kekuasaan.
Yang jadi masalah
Harta kuasai hati manusia.
Al-Qur’an perintahkan:
“Carilah yang telah dianugerahkan
Allah padamu bahagia negeri akhirat, dan jangan kamu lupa bagianmu di dunia.”
QS. Al-Qashash: 77
Jadi seimbang
1)
Dunia digunakan → akhirat dituju.
Bukan:
1)
Dunia disembah → akhirat dilupakan.
Logika
Punya uang Rp10 juta.
Orang 1 berkata:
“Saya gunakan untuk kebutuhan,
kesehatan, pendidikan, keluarga, investasi, sedekah, dan sedikit hiburan.”
a.
Dekat wara’.
b.
Seimbang.
Orang 2 berkata:
“Saya harus menghabiskan semuanya
untuk kesenangan.”
a.
Ini dekati hedonisme.
Secara logika.
Hedonisme punya risiko:
1)
keinginan terus meningkat;
2)
kepuasan cepat hilang;
3)
mudah boros;
4)
mudah berutang;
5)
sulit merasa cukup;
6)
korbankan kesehatan;
7)
korbankan keluarga;
8)
korbankan moral demi kesenangan.
Sikap wara’ melatih:
1)
kendali diri;
2)
bedakan kebutuhan dan keinginan;
3)
disiplin;
4)
rasa cukup;
5)
tanggung jawab;
6)
hati-hati pada dosa.
Tetapi janga wara’ berlebihan
Misalnya orang mengatakan:
“Saya tak boleh menikmati dunia.
Orang saleh harus hidup susah.”
a.
Itu bukan wara’ tepat.
Islam ajarkan seimbang.
QS. Al-A’raf: 32
Jangan haramkan perhiasan dan rezeki
yang baik
Allah keluarkan untuk hamba-Nya.
1)
Wara’
Kendalikan keinginan.
2)
Hedonisme
Diperbudak keinginan.
Kesimpulan
WARA’
1)
Punya harta, tapi tak diperbudak.
2)
Menikmati dunia, tapi tak melanggar Allah
3)
kaya boleh, boros jangan
4)
senang boleh, maksiat jangan
5)
kejar dunia secukupnya, akhirat tujuan
utama.
HEDONISME
1)
kesenangan tujuan utama
2)
keinginan sulit dikendalikan
3)
konsumsi dan kemewahan ukuran
keberhasilan
4)
potensi korbankan moral demi kepuasan.
Kalimat mudah diingat:
Wara’
1)
Menikmati dunia.
2)
Tapi tak mabuk dunia.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.
0 comments:
Post a Comment