“ASSABIQUNAL
AWWALUN”
EMPAT
PULUH ORANG PEMELUK ISLAM PERTAMA
Oleh:
Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Kepala
SMP Negeri 1 Balongbendo, Sidoarjo
Orang-orang yang pertama masuk Islam. Dinamakan “As-sabiqunal
Awwalun”. Yang bermakna “Orang-orang yang terdahulu dan pertama kali memeluk
Islam”.
Ulama tafsir berbeda pendapat tentang
jumlahnya. Ibnu Hisyam menuliskan 40 orang. Sedangkan Azd-Dzahabi menyebutkan
50 orang. Terdiri atas kaum Muhajirin dan Kaum Ansar. Kaum Muhajirin berasal
dari Mekah. Kaum Ansar penduduk asli Madinah.
Mereka dijamin masuk surga selamanya.
Alquran surah Attaubah. Surah ke-9 ayat
100. “Orang-orang yang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam, di antara
orang-orang muhajirin dan Ansar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan
baik. Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada Allah. Allah
menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Mereka
kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
Enam orang pemeluk Islam pertama. (1)Khadijah
binti Khuwailid, istri Nabi; (2)Zaid bin Haritsah, pembantu Nabi; (3)Ali bin
Abi Thalib, kemenakan Nabi; (4) Umu Ayman, pengasuh Nabi; (5)Abu
Bakar Siddik, sahabat Nabi; dan (6)Bilal bin Rabah, seorang budak.
Mereka orang yang pertama kalinya
mengucapkan “Dua Kalimat Syahadat”. Lalu menyebar ke orang-orang lainnya.
Zaid bin Haritsah berasal dari kabilah
Kalb. Wilayah di sebelah utara jazirah Arab. Waktu kecil, dia ditangkap penjahat.
Dijadikan budak. Kemudian dibeli keponakan Khadijah. Diberikan kepada Nabi
Muhammad.
Nabi memerdekakan Zaid bin Haritsah. Dia
merupakan sahabat dan pelayan setia Nabi. Zaid bin Haritsah menikah dengan Umu Ayman.
Memiliki putra bernama Usamah bin Zaid.
Zaid bin Haritsah mengikuti hijrah ke
Madinah. Terlibat dalam setiap pertempuran membela Islam. Menjadi panglima
Perang Muktah. Dia mati syahid.
Ali bin Abi Thalib, saudara sepupu Nabi. Hubungan
keluarga Ali dan Nabi amat dekat. Ali bin Abi Thalib salah seorang “Khulafaur
Rasyidin” . Yaitu “Khalifah yang mendapatkan petunjuk”.
Ali bin Abi Thalib diberi gelar tambahan
di belakangnya “Radhiyallahu Anhu”. Bermakna “Semoga Allah rida padanya”. Gelar
ini juga diberikan kepada sahabat Nabi yang lain.
Ali bin Abi Thalib juga diberi tambahan “Karramallahu
Wajhah”. Yang bermakna,” Semoga Allah memuliakan wajahnya”. Karena Ali bin Abi Thalib
tidak pernah melihat aurat siapa pun.
Ali bin Abi Thalib dianggap oleh “kaum sufi”
sebagai Imam dalam ilmu “hikmah” dan “spiritual”. Hampir seluruh pendiri
tarekat sufi berasal dari Hasan dan Husein bin Ali. Keturunan Ali bin Abi
Thalib dengan Fatimah, putri Nabi dengan Khadijah.
Abu Bakar termasuk orang yang paling awal
memeluk Islam. Setelah Nabi Muhammad wafat, Abu Bakar menjadi Khalifah Islam
pertama. Mulai tahun 632 hingga tahun 634 M.
Lahir dengan nama Abdul Kakbah bin Abi
Quhafah. Abu Bakar satu dari empat khalifah yang diberi gelar “Khulafaur
Rasyidin”. Yaitu “Pemimpin yang mendapatkan petunjuk.” Abu Bakar menjadi
Khalifah selama 2 tahun, 2 bulan dan 14 hari. Beliau meninggal karena sakit.
Umu Ayman, seorang budak yang diwariskan dari
Abdullah bin Abdul Muthalib, ayah Nabi. Umu Ayman mengasuh Nabi Muhammad sejak
kecil.
Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah.
Umu Ayman dibebaskan. Dia dinikahi Ubaid
bin Haris dari suku Khazraj. Dari pernikahannya, lahirlah Ayman. Ayman ikut
hijrah dan berjihad bersama Nabi Muhammad. Gugur sebagai syahid dalam Perang
Hunain.
Nabi Muhammad sangat menghormati Umu Ayman.
Nabi mengunjunginya dan berkata, ”Wahai Ibu!” Nabi berkata, ”Wanita ini adalah
anggota keluargaku yang masih tersisa.”
Allah memerintahkan kaum muslim hijrah ke
Madinah. Umu Ayman angkatan pertama yang turut hijrah. Dia berjalan kaki, tanpa
bekal, dan sedang berpuasa. Cuaca sangat
panas. Dia amat kehausan.
Allah memberikan kemurahan kepadanya.
Turun timba berisi air dari langit. Dengan tali timba berwarna putih. Dia
meminumnya sampai puas.
Umu Ayman berkata, “Sejak saat itu, jika
aku berpuasa pada hari yang sangat terik. Aku tidak pernah merasakan
haus."
Nabi Muhammad memperlakukan Umu Ayman
layaknya ibu sendiri. Umu Ayman berkata, ”Wahai Nabi, bawalah aku.” Nabi
bergurau, ”Aku akan membawamu di atas anak unta.” Dia berkata lagi, ”Wahai Nabi,
anak unta tidak sanggup menahan bebanku.” Nabi bercanda. Setiap unta itu pasti
pernah lahir dari ibu unta.
Umu Ayman sudah tua. Tetapi dia selalu
terlibat dalam perang. Dia ikut dalam Perang
Uhud. Dia memberikan minum pasukan yang kehausan. Mengobati pasukan yang terluka. Juga, turut menyertai Nabi Muhammad
dalam Perang Khaibar.
Nabi Muhammad sudah wafat. Abu Bakar mengajak
Umar,”Marilah kita mengunjungi Umu Ayman, sebagaimana Nabi Muhammad mengunjunginya.”
Mereka menjumpai Umu Ayman sedang menangis.
Abu Bakar dan Umar bertanya, ”Apa yang
membuatmu menangis? Bukankah tempat di sisi Allah lebih baik bagi Rasul-Nya?” Umu
Ayman menjawab, ”Aku menangis bukan karena tidak tahu bahwa tempat di sisi
Allah lebih baik bagi Nabi Muhammad. Aku menangis karena wahyu sudah terputus
dari langit.” Mendengar jawaban itu Abu Bakar dan Umar pun ikut menangis
bersamanya.
Umu Ayman wafat pada masa khalifah Usman
bin Affan.Bertepatan 20 hari setelah wafatnya Umar bin Khattab.
Bilal bin Rabah, seorang budak berkulit
hitam berasal dari Habasyah. Sekarang Etiopia di benua Afrika. Dia masuk Islam
ketika masih menjadi budak. Umayah, majikannya mengetahui Bilal masuk Islam. Bilal
disiksa terus menerus setiap hari. Agar murtad lagi, keluar dari Islam.
Bilal tetap teguh pada pendiriannya. Dia
selalu berkata, “Ahad, ahad, ahad". Bilal dimerdekakan Abu Bakar. Bilal menjadi
salah seorang sahabat Nabi yang amat setia.
Ketika
hukum syariat azan diperintahkan oleh Allah. Bilal, orang pertama yang disuruh
oleh Nabi untuk mengumandangkan azan. Suara Bilal amat merdu dan lantang.
Daftar pemeluk Islam pertama sukar
diurutkan. Karena penyebaran Islam ini awalnya secara rahasia. Sulit menentukan
orang yang terlebih dahulu memeluk Islam.
Awalnya, pemeluk Islam hanya terdiri atas kaum miskin dan lemah. Para budak tertarik
dengan prinsip “kesetaraan” dalam Islam. Dalam Islam tidak ada perbedaan latar
belakang. Semua manusia sama di hadapan Allah. Yang membedakan adalah tingkat
ketakwaannya.
Nabi mempersaudarakan semua kelompok.
Tidak ada perbedaan kaya dan miskin. Bangsa Arab dan non-Arab. Merdeka maupun
budak. Semuanya makhluk Allah.
Abu Bakar langsung berdakwah pada hari
pertama. Beberapa orang masuk Islam. Yaitu (7)Usman bin Affan, (8)Zubeir bin
Awwan, (9)Abdurrahman bin Auf, (10)Saad bin Abi Waqqash, (11)Thalhah bin
Ubaidillah.
Pengikut Islam lainnya. (12)Abu Ubaidah
bin Jarrah, (13)Abu Salamah bin Asad, (14)Arqam bin Abil Arqam, (15)Usman bin
Mazhsun, (16)Qudamah bin Mazhsun, (17)Abdullah bin Mazhsun, (18)Ubaidah bin
Haris; (19)Said bin Zaid; (20)Fatimah bin Khattab, istri Said bin Zaid; (21)Khabbab
bin Aratt; (22)Abdullah bin Masud.
Kelompok “As-abiqunal awwalun” lainnya. Yakni
(23)Masud bin Rabiah, (24)Abdullah bin Mazhun, (25)Jakfar bin Abu Thalib, (26)Qudamah
bin Mazhun, (27)Shuhaib ar-Rumi, (28)Thulaib bin Umair, (29) Khabab bin Al-Art,
dan (30)Saib bin Mazhun.
Anggota “Orang-orang yang terdahulu dan
pertama kali memeluk Islam” yang lain. (31)Amir bin Fuhairah, (32)Mushab bin
Umair, (33)Miqdad bin Al-Aswad, (34)Abdullah bin Jahsy, (35)Abu Ubaidah bin
Jarah, (36)Utbah bin Ghazwan, (37)Abu Hudzaifah bin Utbah, (38)Ayash bin Rabiah,
(39)Amir bin Rabi'ah, dan (40)Naim bin Abdullah.
Allah menjamin semua “As-sabiqunal
awwalun” masuk surga selamanya. Mengapa? Allah rida kepada mereka dan mereka
pun rida kepada Allah. Sungguh kenikmatan luar biasa.
Setelah kawanan pertama masuk Islam.
Banyak orang yang memeluk Islam. Islam menyebar kemana-mana. Mereka masuk Islam
secara sembunyi. Nabi menemui mereka. Mengajarkan agama secara diam-diam.
Secara perorangan.
Nabi bersabda, “Saya mengajak seseorang
masuk Islam. Biasanya mereka tidak langsung menjawab. Kecuali Abu Bakar. Dia
langsung memeluk Islam. Tanpa ragu-ragu sedikit pun.”
Daftar
Pustaka
1. Syaikh
Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta.
2006.
2. Ghani,
Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
3. Ghani,
Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
0 comments:
Post a Comment