PLUS MINUS BANYAK KELOMPOK UMAT ISLAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Umat lslam terpecah
Dalam banyak kelompok
Punya
1)
Keuntungan.
2)
Kerugian.
Al-Qur’an tidak perintahkan
Umat jadi 1 organisasi saja.
Tapi tekankan persatuan
1)
Dalam iman.
2)
Kebenaran.
3)
Kebaikan.
Sambil ingatkan
1)
Agar perbedaan
2)
Tak berubah jadi perpecahan.
QS. Ali ‘Imran (3:103)
1)
“Berpegang teguhlah kamu semuanya pada
tali Allah.
2)
Jangan kamu bercerai-berai.”
Artinya.
1)
Prinsip dasarnya hanya 1.
2)
Tak berarti semua manusia
3)
Harus punya organisasi yang sama.
QS. Al-Ma’idah (5:48)
1)
Untuk tiap umat di antara kamu.
2)
Kami berikan aturan dan jalan terang.
3)
Maka berlomba dalam kebaikan.
Hal itu beri ruang
Beda dalam:
1)
Cara.
2)
Pemikiran.
3)
Organisasi.
4)
Selama berlomba dalam kebaikan.
QS. Ali ‘Imran (3:104)
“Hendaklah ada di antara kamu
segolongan umat menyeru pada kebajikan, menyuruh pada makruf dan mencegah dari
mungkar.”
Adanya kelompok
1)
Untuk dakwah dan perbaikan
2)
Jadi hal positif.
A.
Keuntungan banyak kelompok Islam
Yaitu:
1)
Pembagian tugas.
2)
Bersaing dalam kebaikan.
3)
Banyak pilihan Masyarakat.
4)
Banyak muncul inovasi.
1.
Pembagian tugas.
1)
Banyak kelompok.
2)
Bagi tugas dalam
a.
Pendidikan.
b.
Dakwah.
c.
Sosial.
d.
Ekonomi.
e.
Kesehatan.
f. Politik.
g.
Penelitian.
Contoh:
1)
kelompok A bangun sekolah;
2)
kelompok B kelola pesantren;
3)
kelompok C urus rumah sakit;
4)
kelompok D bantu fakir miskin;
5)
kelompok E kembangkan ekonomi umat.
Seperti tubuh manusia:
a.
Banyak organ.
b.
Tapi dalam satu tubuh.
2.
Bersaing dalam kebaikan.
QS. Al-Ma’idah 5:48
Prinsip:
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ
“Berlomba dalam kebaikan.”
Bersaing sehat:
1)
Bantu masyarakat;
2)
Mendidik anak;
3)
Kelola dana;
4)
Maju dalam ilmu;
5)
Bangun fasilitas umum.
a.
Banyak kelompok.
b.
Percepat kemajuan umat.
3.
Banyak pilihan masyarakat
1)
Tak semua orang cocok
2)
Metode dakwah sama.
Ada yang cocok
1)
pesantren,
2)
sekolah modern,
3)
kajian masjid,
4)
organisasi sosial,
5)
pendidikan tinggi,
6)
dakwah digital,
7)
kegiatan ekonomi.
a.
Banyak kelompok
b.
Umat pilih sesuai kebutuhan.
4.
Muncul inovasi.
1)
Semua umat pakai 1 cara.
2)
Lambat inovasi.
Beda organisasi hasilkan:
1)
metode pendidikan baru;
2)
teknologi dakwah;
3)
sistem zakat lebih baik;
4)
pelayanan sosial;
5)
metode belajar Al-Qur’an;
6)
kembang ekonomi umat.
B.
Kerugian banyak kelompok
Yaitu:
1)
Fanatik kelompok
2)
Umat saling bermusuhan
3)
Energi umat habis untuk konflik
4)
Mudah dimanfaatkan pihak lain
Masalahnya
1)
Bukan jumlah kelompoknya.
2)
Tapi cara kelompok bersikap.
QS. Al-Anfal (8:46)
1)
“Jangan kamu berbantahan.
2)
Menyebabkan kamu jadi gentar dan
hilang kekuatanmu.”
1)
Kesalahan terjadi
a.
“Kelompok saya selalu benar.
b.
Kelompok lain selalu salah.”
Padahal
1)
Manusia.
2)
Organisasi
a.
Bisa benar sebagian.
b.
Keliru bagian lain.
2.
Umat jadi saling bermusuhan
1)
Perbedaan dalam:
a.
fikih,
b.
metode dakwah,
c.
organisasi,
d.
pendidikan,
e.
politik,
2)
Bisa berubah jadi permusuhan.
3)
Melawan semangat persaudaraan:
“Sesungguhnya orang-orang mukmin bersaudara.”
(QS. Al-Hujurat 49:10)
3.
Energi umat habis untuk konflik
Misalnya 100 orang.
BUKAN
1)
mengajar anak,
2)
bantu orang miskin,
3)
bangun ekonomi,
Tapi sibuk debat:
1)
“Kelompok saya lebih benar daripada
kelompok kamu.”
a.
Secara logika.
b.
Boros energi.
4.
Mudah dimanfaatkan kepentingan
tertentu
1)
Kelompok terpecah.
Mudah dipengaruhi:
a.
kepentingan politik,
b.
kepentingan ekonomi,
c.
tokoh tertentu,
d.
konflik pribadi.
2)
Umat bedakan.
a.
Kritik gagasan.
b.
Permusuhan
orangnya.
5.
Contoh NU dan Muhammadiyah
NU dan Muhammadiyah
1)
Contoh organisasi besar.
2)
Punya beda metode.
3)
Tetap beri kontribusi besar.
4)
Pada masyarakat.
Secara logika:
1)
NU + Muhammadiyah + organisasi Islam
lainnya
BUKAN berarti:
1)
NU lawan Muhammadiyah.
Tapi Lebih baik:
1)
NU + Muhammadiyah + kelompok lainnya.
2)
Kerja sama dalam urusan yang baik.
Contohnya:
1)
pendidikan;
2)
kesehatan;
3)
kemanusiaan;
4)
berantas kemiskinan;
5)
pembinaan generasi muda;
6)
jaga persatuan bangsa.
a.
Soal beda pendapat.
b.
Masing-masing jalankan pendapatnya.
c.
Saling menghormati.
6.
Analogi
Bayangkan desa punya
1)
Kelompok A: ahli Pendidikan
2)
Kelompok B: ahli Kesehatan
3)
Kelompok C: ahli ekonomi
4)
Kelompok D: ahli pertanian
5)
Kelompok E: ahli social
a.
Semuanya bekerja sama:
b.
Desa jadi kuat.
Tapi jika masing-masing berkata:
1)
“Hanya kelompok saya yang benar!”
a.
Keahlian mereka.
b.
Berubah jadi sumber konflik.
1)
Banyak kelompok + kerja sama =
kekuatan.
2)
Banyak kelompok + fanatisme =
kelemahan.
7.
Prinsip Al-Qur’an
1)
Yang dipersatukan.
2)
Bukan nama organisasi harus sama.
Tapi:
1)
Tauhid → satu tujuan kepada Allah.
2)
Al-Qur’an → satu sumber utama petunjuk.
3)
Akhlak → kejujuran dan keadilan.
4)
Ukhuwah → saling menghormati.
5)
Kebaikan → bekerja sama.
6)
Perbedaan → dikelola dengan ilmu dan
adab.
QS. Al-Hujurat 49:13
1)
Manusia diciptakan berbangsa-bangsa
dan bersuku-suku.
2)
Agar saling mengenal.
3)
Bukan saling merendahkan.
Kesimpulan
1)
Banyak kelompok umat Islam
Tak otomatis buruk.
2)
Yang menentukan perilakunya.
3)
Banyak kelompok + berlomba dalam
kebaikan → UNTUNG.
4)
Banyak kelompok + saling membantu →
UNTUNG.
5)
Banyak kelompok + pembagian keahlian →
UNTUNG.
Tetapi:
1)
Banyak kelompok + fanatisme → RUGI.
2)
Banyak kelompok + saling menghina →
RUGI.
3)
Banyak kelompok + permusuhan → RUGI.
4)
Banyak kelompok + berebut kekuasaan →
RUGI.
Rumusnya:
1)
“Beda kelompok boleh.
2)
Beda pendapat boleh.
3)
Jangan beda dalam persaudaraan
4)
Berlomba dalam kebaikan.”
Paling dekat
Semangat
1)
QS. Ali ‘Imran 3:103–105
2)
QS. Al-Ma’idah 5:48.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.
0 comments:
Post a Comment