KENAPA
SESAMA MUKMIN BERPERANG DI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kenapa
sesama orang mukmin
Bisa
saling berperang?
Jawaban.
1)
Al-Qur’an bahas perang atau konflik.
2)
Antara 2 kelompok orang mukmin.
3)
Tapi kondisi itu
a.
TAK normal
a.
BUKAN tujuan umat Islam.
A. QS.
Al-Hujurat (49:9)
وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ
الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا ۖ فَإِنْ بَغَتْ
إِحْدَاهُمَا عَلَى الْأُخْرَىٰ فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّىٰ تَفِيءَ
إِلَىٰ أَمْرِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ
وَأَقْسِطُوا ۖ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
Dan jika ada 2 golongan
dari orang beriman berperang hendaklah kamu damaikan keduanya! Tapi kalau yang
satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar
perjanjian kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia
telah surut, damaikan keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku
adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
Catatan.
1)
Jika 2 kelompok orang mukmin berperang.
2)
Maka orang-orang beriman diperintahkan
untuk mendamaikan.
“Dan
jika ada 2 golongan orang mukmin berperang, maka damaikan keduanya...”
1)
Menariknya.
a.
Al-Qur’an tetap sebut keduanya
“orang-orang mukmin”.
b.
Meskipun mereka berperang.
2)
Artinya.
Orang beriman masih bisa:
a.
Salah.
b.
Konflik.
c.
Perang.
B. Mengapa
bisa terjadi?
Orang
mukmin perang melawan mukmin?
Jawaban.
Al-Qur’an
sebut manusia punya:
1)
kepentingan,
2)
emosi,
3)
salah paham,
4)
perselisihan,
5)
cenderung zalim.
a.
Orang beriman
b.
Tak otomatis bebas dari konflik.
Contohnya
1)
Dalam keluarga Muslim.
a.
Mereka bertengkar
b.
Karena masalah warisan.
2)
Keduanya tetap Muslim.
3)
Tapi dapat berbuat zalim.
C. Bagaimana
Solusi Al-Qur’an?
Jawaban.
Urutan
sangat menarik:
Yaitu:
1)
Damaikan.
2)
Jika salah satu berbuat zalim, maka
hentikan.
3)
Setelah berhenti, maka damaikan lagi dengan adil.
Penjelasan.
1.
Pertama:
Damaikan.
1)
“Maka damaikan keduanya.”
(QS.
Al-Hujurat 49:9)
2.
Kedua:
Jika
salah satu melampaui batas, maka hentikan pihak yang zalim.
3.
Ketiga:
Setelah
berhenti, maka damaikan kembali dengan adil.
Jadi
prinsipnya:
1)
Konflik → mediasi → hentikan kezaliman →
damai → keadilan.
D. Apakah
perang sesama Muslim.
Membuat mereka otomatis kafir?
Jawaban
: Tidak.
1)
Pelajaran penting.
QS. Al-Hujurat 49:9.
2)
Allah sebut pihak yang berperang
3)
Sebagai “2 golongan orang mukmin”.
E. Berbuat
dosa ≠ otomatis kafir.
1)
Berbuat dosa tak otomatis jadi kafir.
2)
Orang beriman bisa berbuat
a.
Dosa.
b.
Zalim
3)
Tapi tetap punya status beriman.
4)
Meskipun perbuatannya
a.
Salah.
b.
Harus dihentikan.
F.
Contoh
1)
Ada 2 kelompok Muslim
2)
Beda pendapat soal:
a.
politik,
b.
organisasi,
c.
masjid,
d.
kepemimpinan,
e.
masalah sosial,
f. soal
khilafiah.
1)
Jika berubah jadi kekerasan.
2)
Prinsip Al-Qur’an
BUKAN:
1)
“Karena berbeda, mereka pasti kafir.”
Tetapi:
1)
“Damaikan keduanya.”
Kesimpulan
1)
Al-Qur’an realistis sifat manusia.
2)
Orang mukmin bisa konflik.
3)
Karena manusia lemah.
4)
Tapi Al-Qur’an tak benarkan.
5)
Konflik itu dibiarkan.
Prinsipnya
sangat kuat:
1)
Mukmin bisa salah
2)
Jangan langsung dikafirkan
3)
Damaikan
4)
Hentikan kezaliman
5)
Tegakkan keadilan.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT.



