Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label WARA DAN HEDONISME. Show all posts
Showing posts with label WARA DAN HEDONISME. Show all posts

Wednesday, September 9, 2026

60150. WARA DAN HEDONISME DI QURAN

 


PERBEDAAN WARA DAN HEDONISME DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Perbedaan sikap

 

1)        Wara (wirai)

2)        Hedonisme

 

Hampir berlawanan

Cara memandang

 

1)             Kesenangan.

2)             Harta.

3)             Keinginan.

Tapi wara’

1)        Bukan hidup miskin

2)        Tak menolak nikmat dunia.

 

A.               Apa itu wara’?

 

Wara’ (الورع)

 

1)        Sikap berhati-hati

Pada sesuatu yang

 

a.        Haram.

b.        Syubhat.

c.        Bisa seret pada dosa.

 

Prinsipnya:

 

1)        “Boleh ambil kesenangan.

2)        Jangan melanggar batas Allah.”

 

Al-Qur’an ajarkan:

 

1)        “Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan.”
QS. Al-A’raf: 31

 

a.        Islam tak melarang nikmat dunia.

b.        Tapi melarang berlebihan

c.        Melarang melampaui batas.

 

 

Contoh wara’:

 

2)        Dapat uang

Pastikan sumbernya halal.

 

3)        Bisa beli mobil mahal.

Pilih sesuai kebutuhan.

 

4)        Makan makanan enak.

Tak berlebihan.

 

5)        Punya banyak uang.

Tetap bayar zakat dan bantu orang miskin.

 

6)        Menolak untung bisnis

Hasil menipu.

 

7)        Tak ambil milik orang lain

Meskipun ada kesempatan.

 

8)        Menghindari gossip

Khawatir dosa.

 

9)        Tak pakai jabatan

Memperkaya diri.

 

A.               Apa itu hedonisme?

 

Hedonisme

 

1)        Pola hidup

2)        Jadikan kesenangan dan nikmat.

3)        Tujuan utama hidup.

 

Masalahnya

1)        Bukan menikmati makanan, rumah bagus, kendaraan, atau liburan.

 

2)        Tapi masalah muncul:

 

 

1)        “Yang penting saya senang.

 

2)        Meskipun melanggar nilai agama, moral, atau merugikan orang lain.”

 

Al-Qur’an ingatkan:

 

“Makan dan bersenang-senang kalian, karena sesungguhnya mereka akan tahu akibatnya.”


QS. Al-Hijr: 3

QS. Al-Hadid: 20

 

“Ketahui bahwa hidup dunia hanya permainan, sesuatu yang melalaikan...”

 

 

Perbedaan

 

1)        Wara’:

 

a.        “Apakah ini halal?

b.        Apakah bermanfaat?

c.        Apakah Allah rida?”

 

Hedonisme:

1)        “Apakah membuat saya senang?”

 

Wara’

a.        Tempatkan Allah dan kebaikan

b.        Jadi pengendali keinginan.

 

Hedonisme

a.        Tempatkan kepuasan

b.        Jadi pengendali hidup.

 

Contoh

 

1.        Makan

 

Wara’:


“Boleh makan enak, tapi halal, sehat, tak berlebihan.”

 

Hedonisme:


“Saya ingin makan sebanyak dan seenaknya karena saya suka.”

 

2.        Belanja

Wara’:


“Saya beli barang yang diperlukan dan mampu saya bayar.”

 

Hedonisme:


“Saya beli karena ikuti tren, walaupun tidak perlu.”

 

3.        Mobil

 

Wara’:


“Kalau mampu beli mobil mahal dan sumber uangnya halal, boleh.

 

 Tapi jangan sombong dan boros.”

 

Hedonisme:


“Mobil harus makin mewah agar dianggap sukses.”

 

4.        Rumah

 

Wara’:


“Rumah nyaman nikmat Allah.

Sesuai kebutuhan dan kemampuan.”

 

Hedonisme:


“Rumah harus makin besar agar status sosial makin tinggi.”

 

5.        Pakaian

 

Wara’:


“Berpakaian rapi dan bagus boleh, tetap sopan dan tidak sombong.”

 

Hedonisme:


“Yang penting mahal, bermerek, dan membuat saya lebih bergengsi.”

 

6.        Bisnis

 

Wara’:


“Keuntungan penting, tapi kejujuran lebih penting.”

 

Hedonisme:


“Yang penting untung besar, caranya tidak jadi soal.”

 

Wara’ bukan berarti anti-kaya

 

Ini penting.

 

1)        Wara’ ≠ miskin.

 

2)        Wara’ ≠ tidak boleh punya rumah bagus.

 

3)        Wara’ ≠ tak boleh punya mobil bagus.

 

4)        Wara’ ≠ tak boleh menikmati makanan enak.

 

 

Nabi Sulaiman

Diberi kekuasaan dan kekayaan hebat.

 

Nabi Dawud

Punya kemampuan dan kekuasaan.

 

Yang jadi masalah

Harta kuasai hati manusia.

 

Al-Qur’an perintahkan:

 

“Carilah yang telah dianugerahkan Allah padamu bahagia negeri akhirat, dan jangan kamu lupa bagianmu di dunia.”


QS. Al-Qashash: 77

 

Jadi seimbang

1)        Dunia digunakan → akhirat dituju.

 

Bukan:

1)        Dunia disembah → akhirat dilupakan.

 

Logika

 

Punya uang Rp10 juta.

 

Orang 1 berkata:

 

“Saya gunakan untuk kebutuhan, kesehatan, pendidikan, keluarga, investasi, sedekah, dan sedikit hiburan.”

 

a.                Dekat wara’.

b.                Seimbang.

 

Orang 2 berkata:

 

“Saya harus menghabiskan semuanya untuk kesenangan.”

 

a.        Ini dekati hedonisme.

 

Secara logika.

 

Hedonisme punya risiko:

 

1)        keinginan terus meningkat;

2)        kepuasan cepat hilang;

 

3)        mudah boros;

4)        mudah berutang;

 

5)        sulit merasa cukup;

6)        korbankan kesehatan;

 

7)        korbankan keluarga;

8)        korbankan moral demi kesenangan.

 

Sikap wara’ melatih:

 

1)          kendali diri;

2)          bedakan kebutuhan dan keinginan;

 

3)          disiplin;

4)          rasa cukup;

 

5)          tanggung jawab;

6)          hati-hati pada dosa.

 

Tetapi janga wara’ berlebihan

 

Misalnya orang mengatakan:

 

“Saya tak boleh menikmati dunia.

Orang saleh harus hidup susah.”

 

a.        Itu bukan wara’ tepat.

 

Islam ajarkan seimbang.

 

QS. Al-A’raf: 32

 

Jangan haramkan perhiasan dan rezeki yang baik

Allah keluarkan untuk hamba-Nya.

 

1)        Wara’

Kendalikan keinginan.

 

2)        Hedonisme

Diperbudak keinginan.

 

Kesimpulan

 

WARA’

 

1)        Punya harta, tapi tak diperbudak.

2)         Menikmati dunia, tapi tak melanggar Allah

 

3)        kaya boleh, boros jangan

4)        senang boleh, maksiat jangan

 

5)        kejar dunia secukupnya, akhirat tujuan utama.

 

HEDONISME

1)        kesenangan tujuan utama

2)        keinginan sulit dikendalikan

 

3)        konsumsi dan kemewahan ukuran keberhasilan

4)        potensi korbankan moral demi kepuasan.

 

Kalimat mudah diingat:

 

Wara’

 

1)        Menikmati dunia.

2)        Tapi tak mabuk dunia.

 

 

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.