KETURUNAN NABI IBRAHIM DI MEKAH UMMI DI PALESTINA TAK UMMI
Oleh Drs. HM Yusron Hadi, MM
Nabi Muhammad
adalah ummi.
Tapi ummi
tidak selamanya buta huruf.
Buta hurufnya
Rasulullah.
Hanya
skenario Allah.
Agar
kitab suci Al-Quran.
Tidak
dituduh buatan Nabi Muhammad.
Al-Quran
surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 48.
وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ
قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَارْتَابَ
الْمُبْطِلُونَ
Dan kamu (Muhammad) tidak pernah
membaca sebelumnya (Al-Quran) sesuatu Kitab pun dan kamu tidak (pernah) menulis
suatu Kitab dengan tangan kananmu; andaikata
(kamu pernah membaca dan menulis), benar-benar ragu orang yang mengingkari(mu).
Jika
Nabi bisa baca tulis.
Maka para
penentangnya.
Gampang
menuduhnya mengarang Al-Quran.
Tetapi,
skenario Allah sungguh sempurna.
Dengan
mudah terpatahkan Rasulullah yang ummi.
Tapi,
mereka tetap gigih mencari alasan.
Bahwa
Al-Qur’an bikinan Nabi Muhammad.
Al-Quran
surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 103.
وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ
يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ ۗ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ
أَعْجَمِيٌّ وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ
Dan sesungguhnya Kami mengetahui
bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al-Quran
diajarkan oleh manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa)
Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, padahal Al-Quran memakai dalam bahasa
Arab yang terang.
Rasulullah
yang ummi.
Juga
diragukan oleh sebagian orang.
Apakah
benar.
Rasulullah
tidak bisa baca tulis sampai usia 40 tahun?
Apakah
mungkin bangsawan Mekah.
Tidak
bisa baca tulis?
Al-Quran
menjawabnya.
Dengan
mengatakan.
Bahwa yang
ummi.
Bukan
hanya Nabi Muhammad.
Tapi kaumnya.
Juga ummi.
Al-Quran
surah Al-Jumuah (surah ke-62) ayat 2.
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ
رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ
الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ
Dia mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya
kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (Sunah).
Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan nyata.
Pada zaman
itu.
Penduduk
Mekah adalah penduduk yang ummi.
Termasuk
Nabi Muhammad.
Artinya
tidak punya budaya literasi.
Karena
Nabi Ibrahim.
Tidak
mewariskan kitab.
Lewat Nabi
Ismail.
Untuk
keturunannya.
Yang
berada di Mekah.
Berbeda
dengan Bani Israil.
Yaitu keturunan Ibrahim lainnya.
Yang tinggal
di Palestina.
Mereka
punya kitab.
Yaitu Taurat
dan Injil.
Zaman itu.
Kawasan
Mekah sangat terpencil.
Jauh
di tengah gurun pasir Arab.
Dan
penduduk Mekah.
Justru
bangga.
Dengan
budaya ingatan dan lisannya.
Semua
kemampuan literal Rasulullah atas tanggungan Allah.
Al-Quran
surah Al-Jumuah (surah ke-62) ayat 2.
Ayat di
atas bisa dipahami.
Bahwa Nabi
Muhammad yang ummi.
Kemudian
justru mengajarkan budaya baca tulis.
Kepada
umatnya.
Saat di
Madinah.
Rasulullah
melakukan banyak perjanjian tertulis.
Dalam
bidang politik.
Termasuk
surat menyurat kepada para pemimpin.
Allah
memilih Nabi buta huruf.
Untuk
menjadi contoh teladan.
Bagi
peradaban manusia modern.
Yang
berbasis pada baca tulis.
Untuk
menunjukkan mukjizat Nabi Muhammad.
Jika Nabi
muhammad bisa membaca dan menulis.
Maka
dituduh telah membaca kitab umat dulu.
Dan dianggap
Rasulullah mendapat ilmu.
Dari hasil
bacaan.
(Sumber
Agus Mustofa)
0 comments:
Post a Comment