ANIES BASWEDAN DIBENCI
ORANG DENGKI HATINYA JELEK
Oleh: Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
ANIES BASWEDAN.
1)Bibit (garis keturunan).
2)Bebet (status sosial ekonomi).
3)Bobot (pribadi dan pendidikan).
Memang
asli bagus.
Bukan
palsu.
Kakeknya.
Yaitu AR Baswedan.
Pahlawan Nasional.
Ibu-bapaknya.
Dosen dan guru besar.
Perguruan Tinggi.
Anies Baswedan.
Saat SMA.
Jadi ketua OSIS
seluruh lndonesia.
S-1 UGM.
S-2 dan S-3.
Dari universitas
terbaik.
Amerika Serikat.
Partai NasDem.
Deklarasi Anies Baswedan.
Bakal calon Presiden RI.
Pada pilpres tahun 2024.
Berbagal reaksi muncul.
Ada yang senang, syukur, dan bangga.
Tapi ada minor.
Dengan narasi negatif.
Tak ada yang salah.
Dengan deklarasi itu.
1.
Tak ada hukum yang dilanggar.
2.
Ukuran waktunya tepat atau
tidak.
Hal itu relatif dan subjektif.
3.
NasDem selalu cepat dalam ambil keputusan.
Yakin benar untuk bangsa dan negara.
Cepat ambil keputusan.
Tak pikir untung rugi.
Tanpa tunggu mahar.
Nasdem politik tanpa mahar.
4.
Angkat menteri hak prerogatif Presiden.
Secara logis dan etis.
Presiden angkat menteri pendukungnya.
5.
Partai NasDem mengusung, mendukung, dan berkorban untuk Jokowi.
Mulai Pilpres 2014.
Hingga Pilpres 2019.
Ketua Umum NasDem.
Surya Paloh.
Menegaskan dukungan pada
Jokowi.
Total tanpa catatan.
Hingga tahun 2024.
Presiden tahu persis.
Besarnya pengorbanan
Bang Surya.
Dan seluruh kader
Partai NasDem.
6.
Tak ada standar etika dilanggar.
Jauh sebelum
deklarasi.
Bang Surya telah
diskusi.
Sampaikan ide tawaran.
Untuk calon presiden
2024.
Jika tawaran tak
direspon.
Atau beda pandangan.
Tak ada hak saling paksa
kehendak.
NasDem masuk kabinet
Jokowi.
Jokowi jadi presiden.
Juga karena dukungan
NasDem.
7.
Capres dan partai musuh politik.
Masuk kabinet.
Ikut menikmati kekuasaan.
Membuat koalisi untuk Pilpres 2024.
Bahkan sudah punya presiden.
Kenapa tak disuruh mundur.
Dari kabinet?
Kenapa Anies dimasalahkan?
Anies warga negara.
Punya hak dipilih
dan memilih.
Bibit bobot bebet
Anies Baswedan
jelas.
Tak palsu.
Kakeknya.
AR Baswedan.
Pahlawan Nasional.
Ibu-bapaknya.
Dosen dan Guru Besar.
Perguruan Tinggi.
Anies Baswedan.
Terdidik dengan baik.
Hingga akademi
tertinggi.
Dari universitas terbaik.
Di Amerika Serikat.
Anies Baswedan.
Rektor Universitas
Paramadina.
Saat mahasiswa.
Jadi aktivis HMI.
Pendirinya, Lafran
Pane.
Jadi Pahlawan Nasional.
Dalam Pilpres 2014.
Anies pendukung dan
jubir.
Pasangan Jokowi-JK.
Anies Baswedan.
Calon Gubernur DKI
Jakarta.
Politik Jakarta
memang hiruk-pikuk.
Tapi bukan faktor
Anies.
Tapi ulah Ahok.
Gubernur DKI maju
lagi.
Pernyataannya melenceng.
Dari porsi dan
posisinya.
Ahok.
Gubernur etnis
minoritas.
Dan agama minoritas.
Berani menyinggung Al-Quran.
Kitab suci umat
mayoritas.
Dengan cara salah.
Ujungnya dihukum.
Dengan tuduhan
menista agama.
Meringkuk di
penjara.
Menghadapi ulah Ahok.
Muncul reaksi umat
mayoritas.
Umat memberi reaksi.
Bukan mengawali
bikin aksi.
Reaksi umat lslam.
Hanya akibat.
Bukan jadi sebab.
Hal itu.
Kemudian dituduh.
Sebagai politik
identitas.
Umat mayoritas mendukung
Anies.
Selama Anies
memimpin.
Kondisi Jakarta:
1)
Aman.
2)
Damai.
3)
Tak heboh.
4)
Tak banyak drama.
5)
Ada gagasan bermutu.
6)
Narasi tertäta baik.
7)
Kerja terbukti nyata.
8)
Jakarta lebih indah.
9)
Tak ada diskriminasi.
10) Semua suku
dan agama dilayani.
11) Pendukung atau penentang.
Semua dilayani proporsional.
Pendukung Anies.
Tak ada yang salah.
Ada mantan anggota
FPI atau HTI.
Mereka warga negara sah.
Punya hak dipilih
dan memilih.
Sama seperti mantan
anggota PKI.
Dan anak keturunan
mereka.
Yang mendukung
partai tertentu.
Bahkan di antara
kader partai.
Ada yang terang-terangan
bangga.
Jadi anak PKI!
Mantan anggota PKI
dan ahli waris mereka.
Mantan anggota FPI.
Mantan anggota HTI.
Semua warga negara
Indonesia.
Juga punya hak
dipilih dan memilih.
Tak ada alasan mempersoalkan.
Jika tetap ada yang
mempersoalkan.
Padahal tanpa dasar!
Maka berarti
dasarnya.
Karena:
1)
Benci.
2)
Dengki.
3)
Hasud.
4)
Dendam.
5)
Takabur.
6)
Penyakit hati lain.
Narasi buruk.
Cermin hati dan pikiran
buruk.
Narasi baik.
Cermin hati dan pikiran
baik.
Mari hadapi Pemilu tahun
2024.
Dengan politik gagasan.
Untuk Indonesia cemerlang.
Dan bermartabat.
(Sumber Effendy Choirie)
0 comments:
Post a Comment