KENAPA QURAN SAMA TAPI TAFSIRNYA BERBEDA
Oleh:
Drs H M Yusron Hadi, MM
A.
Perbedaan tafsir Al-Qur'an
1)
Terjadi sejak zaman sahabat Nabi.
2)
Hingga sekarang
Perbedaan tafsir.
1)
Tak selalu sengaja menyimpang.
2)
Beda tafsir timbul
Sebab berbeda:
1)
Cara pahami ayat.
2)
Ilmu yang dimiliki.
3)
Situasi yang dihadapi.
B.
Mengapa tafsir bisa berbeda?
Jawaban
1)
Bahasa Arab punya makna luas
2)
Ada ayat sangat jelas, tapi ada yang butuh
penjelasan
3)
Hadis yang dijadikan penjelas berbeda
4)
Perbedaan metode tafsir
5)
Kondisi zaman berbeda
Penjelasan.
A.
Bahasa Arab punya makna luas
1)
Satu kata dalam Al-Qur'an
2)
Kadang punya beberapa arti.
Contoh:
1)
Kata "quru'" (QS.
Al-Baqarah: 228).
a.
Ada ulama tafsirkan “masa haid”.
b.
Ada yang tafsirkan “masa suci”.
2)
Keduanya pakai dalil bahasa Arab.
Seperti kata "kepala"
Dalam bahasa Indonesia.
1)
Kepala sekolah.
2)
Kepala keluarga.
3)
Kepala manusia.
4)
Kepala hewan
a.
Katanya sama.
b.
Tapi maknanya berbeda.
c.
Sesuai konteks.
B.
Ada ayat sangat jelas, tapi ada yang
butuh penjelasan
1)
Al-Qur'an sebut adanya
a.
Ayat Muhkamat (jelas)
b.
Ayat Mutasyabihat (perlu penjelasan)
2)
QS. Ali 'Imran 7.
1)
Contoh ayat jelas:
a.
Larangan mencuri.
b.
Larangan zina.
c.
Kewajiban salat.
2)
Hampir semua ulama sepakat.
Tapi ayat bersifat
1)
Umum.
2)
Simbolik.
Punya beberapa penafsiran.
C.
Hadis yang dijadikan penjelas berbeda
1)
Seorang ulama
Tahu hadis tertentu.
2)
Ulama lain
a.
Menilai hadis itu kurang kuat
b.
Pakai hadis lain.
Contoh:
1)
Cara angkat tangan saat salat.
2)
Cara duduk tasyahud.
3)
Membaca basmalah
a.
Suara keras
b.
Suara pelan.
1)
Semua berusaha ikuti dalil.
2)
Yang dianggap paling kuat.
D.
Perbedaan metode tafsir
Ada ulama tekankan:
1)
Bahasa Arab.
2)
Hadis.
3)
Pendapat sahabat.
4)
Konteks sejarah turunnya ayat.
5)
Tujuan umum syariat (maqasid).
Akibatnya.
a.
Kesimpulan bisa berbeda.
b.
Pada sebagian masalah.
E.
Kondisi zaman berbeda
1)
Masalah zaman Nabi
2)
Beda dengan zaman sekarang.
Contoh:
1)
Transaksi digital.
2)
Kecerdasan buatan (AI).
3)
Bayi tabung.
4)
Donor organ.
5)
Mata uang digital.
Hal di atas.
a.
Tak disebut Al-Qur'an.
b.
Ulama ijtihad
c.
Berdasar prinsip Al-Qur'an dan hadis.
F.
Kemampuan ilmu tiap orang berbeda
Tak semua orang sama:
Dalam
1)
Ilmu bahasa Arab,
2)
Ilmu hadis,
3)
Ilmu fikih,
4)
Ilmu sejarah.
Seperti dokter.
1)
Semua belajar anatomi
2)
Tapi dokter
a.
Umum.
b.
Spesialis jantung.
c.
Spesialis saraf
3)
Punya penekanan berbeda.
4)
Sesuai bidang ilmunya.
Contoh beda tafsir
Contoh 1:
Menyentuh lawan jenis membatalkan wudu?
1)
QS. An-Nisa' (4:43)
Sebut menyentuh perempuan.
2)
Ada yang pahami:
Sentuhan kulit biasa membatalkan wudu.
3)
Ada yang memahami:
Maksudnya hubungan badan suami
istri.
4)
Keduanya punya dasar dalil.
Contoh 2:
Zakat hasil pertanian modern
1)
Pada zaman Nabi
2)
Tak ada
a.
Kebun sawit.
b.
Industri modern.
3)
Ulama beda pendapat
a.
Jenis hasil yang wajib dizakati,
b.
Cara menghitungnya.
Contoh 3:
Musik
1)
Sebagian ulama
Haramkan hampir semua alat musik.
2)
Sebagian ulama.
Boleh musik tak mengandung maksiat.
a.
Semua pakai dalil.
b.
Cara pahami hadis berbeda.
Contoh 4:
Cadar penutup wajah
1)
Sebagian ulama
Anggap cadar wajib.
2)
Ulama lain.
Anggap sunah atau pilihan.
a.
Semuanya berdasar
b.
Ayat Quran dan hadis.
Contoh 5:
Awal Ramadan
1)
Ada yang rukyat (melihat hilal).
2)
Ada yang hisab (perhitungan
astronomi).
Tujuannya sama.
a.
Tentukan awal bulan Hijriah.
b.
Tapi metodenya beda.
C.
Apakah beda tafsir selalu buruk?
Jawaban: Tidak.
1)
Jika beda berdasar
a.
Ilmu.
b.
Dalil.
c.
Dilakukan jujur.
2)
Hal itu bagian khazanah ilmu Islam.
Yang tidak baik
1)
Tafsirkan Al-Qur'an tanpa ilmu,
2)
Paksakan pendapat,
3)
Menghina ulama lain,
4)
Pakai ayat untuk pribadi.
Al-Qur'an ingatkan
1)
Bertanya pada orang yang berilmu.
2)
Jika tidak tahu.
3)
(QS. An-Nahl: 43).
D.
Apa solusinya?
Jawaban.
1)
Kembali pada Al-Qur'an dan hadis sahih
2)
Pelajari tafsir dari ulama terpercaya
3)
Memahami konteks ayat
4)
Bedakan hal pokok dan cabang
5)
Rendah hati dalam mencari ilmu
6)
Mengutamakan persatuan
Penjelasan.
1.
Kembali pada Al-Qur'an dan hadis sahih
1)
Jadikan Quran dan hadis Sahih.
2)
Jadi pedoman utama.
2.
Pelajari tafsir dari ulama terpercaya
1)
Jangan ambil Kesimpulan.
2)
Dari potongan video media sosial.
3.
Memahami konteks ayat
Perhatikan:
1)
sebab turunnya ayat,
2)
ayat sebelum dan sesudahnya,
3)
penjelasan Nabi,
4)
penjelasan sahabat.
4.
Bedakan hal pokok dan cabang
1)
Dalam hal pokok.
a.
Seperti tauhid, salat, zakat, puasa,
dan larangan syirik.
b.
Umat Islam sepakat.
2)
Pada hal cabang (furu')
Bisa beda pendapat
5.
Rendah hati dalam mencari ilmu
Tak tergesa-gesa katakan:
1)
"Hanya pendapat saya yang
benar."
2)
"Semua yang berbeda, pasti
salah."
Sikap terbaik
1)
Mencari dalil.
2)
Diskusi dengan adab
3)
Terus belajar.
6.
Mengutamakan persatuan
1)
Al-Qur'an perintahkan.
2)
Orang beriman pegang teguh pada tali
Allah
3)
Tak bercerai-berai
4)
QS. Ali 'Imran: 103).
5)
Perbedaan hasil ijtihad
6)
Bukan alasan saling membenci.
Kesimpulan
1)
Orang belajar Al-Qur'an yang sama.
2)
Tapi hasilkan tafsir berbeda
Karena:
1)
Bahasa Arab punya makna luas,
2)
Ada ayat perlu penjelasan.
3)
Pakai hadis berbeda,
4)
metode tafsir berbeda,
5)
soal zaman berbeda,
6)
kemampuan ilmu berbeda.
Solusinya
1)
Belajar Al-Qur'an menyeluruh.
2)
Pahami hadis sahih.
3)
Belajar kepada ulama kompeten.
4)
Hormati beda berdasar ilmiah.
5)
Menjaga persatuan
6)
Pakai akhlak dalam diskusi.
Dengan cara itu.
Perbedaan pendapat.
1)
Memperkaya pemahaman.
2)
Bukan sumber permusuhan.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT

0 comments:
Post a Comment