SEMUA SANAD DARI NABI MUHAMMAD KENAPA BEDA
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Semua mengaku bersanad
Hingga Nabi Muhammad
Tapi kenapa hasilnya berbeda?
Jawaban.
1)
Ada ayat jelas, tapi ada ayat samar.
2)
Hadis yang diterima berbeda.
3)
Cara pahami bahasa berbeda.
4)
Metode ambil hukum berbeda.
5)
Kondisi zaman berbeda.
6)
Sikap terbaik
Penjelasan.
A.
Artinya SANAD
Sanad (السند)
Secara Bahasa
Berarti:
1)
Sandaran.
2)
Penopang.
3)
Hal yang menjadi pegangan.
Dalam ilmu Islam.
Sanad
1)
Rantai orang
2)
Yang menyampaikan ilmu atau hadis.
3)
Secara berurutan
4)
Dari satu orang ke orang berikutnya.
5)
Hingga pada Nabi Muhammad ﷺ.
Bayangkan
Anda terima cerita.
1)
Ahmad berkata,
"Saya mendengar dari
Budi."
2)
Budi berkata,
"Saya mendengar dari Hasan."
3)
Hasan berkata,
"Saya mendengar dari Ali."
4)
Ali berkata,
"Saya mendengar langsung dari Nabi Muhammad ﷺ."
a.
Urutan nama itu
Disebut SANAD.
b.
Isi cerita atau ucapan Nabi
Disebut MATAN.
Contoh sanad hadis
Misalnya:
1)
Imam Bukhari → Abdullah → Malik →
Nafi' → Abdullah bin Umar → Nabi Muhammad ﷺ
2)
Urutan orang menyampaikan hadis
3)
Disebut SANAD.
Contoh sanad ilmu
1)
Sanad tak hanya untuk hadis.
2)
Tapi juga untuk ilmu.
Misalnya:
1)
Seorang guru
Mengajar Al-Qur'an pada muridnya.
2)
Murid itu
Juru guru bagi murid berikutnya.
3)
Demikian terus
4)
Tersambung pada para sahabat
5)
Dan Nabi Muhammad ﷺ.
Ini disebut sanad keilmuan.
B.
Mengapa sanad penting?
Jawaban.
Sanad bantu pastikan
Bahwa ilmu:
1)
Dari sumber jelas,
2)
Tak mudah diubah-ubah,
3)
Bisa dicek siapa saja
4)
Yang meriwayatkan.
Ungkapan Ulama hadis
1)
"Sanad bagian dari agama.
2)
Jika tak ada sanad.
3)
Maka tiap orang bisa berkata apa saja.
4)
Atas nama agama."
Analogi
Bayangkan Anda beli tanah.
1)
Jika tanah punya
a.
Sertifikat
b.
Riwayat pemilik jelas.
2)
Anda lebih percaya
3)
Bahwa tanah itu sah.
4)
Jika tak ada bukti asal-usulnya.
5)
Maka Anda akan ragu.
Demikian pula ilmu agama.
1)
Sanad berfungsi seperti riwayat
asal-usul ilmu.
2)
Orang dapat telusuri dari siapa ilmu
itu diterima.
Arti SANAD
1)
Rantai penyampai ilmu atau hadis.
2)
Bersambung dari seorang guru
3)
Kepada guru sebelumnya
4)
Hingga Nabi Muhammad ﷺ.
Sanad
1)
Salah satu cara
Jaga keaslian ajaran Islam.
2)
Tapi tetap perlu penelitian .
a.
Terhadap isi ajaran
b.
Dan kualitas perawinya.
Banyak kelompok Islam
1)
Mengaku punya sanad.
2)
Yakin berasal dari Nabi.
C.
Mengapa semua kelompok mengaku punya
sanad?
Jawaban.
1)
Semua berusaha ambil ilmu dari Nabi.
2)
Lewat para
a.
Sahabat.
b.
Tabi'in.
c.
Ulama setelahnya.
Alurnya:
1)
Nabi Muhammad ﷺ → para sahabat →
tabi'in → tabi'ut tabi'in → ulama → guru-guru sekarang.
Hampir semua kelompok Islam.
1)
Hubungkan ilmunya
2)
Lewat jalur seperti ini.
E.
Mengapa hasilnya berbeda?
Jawaban.
1)
Sanad
Hanya tunjukkan asal penyampai ilmu.
2)
Tapi cara pahami ilmu
3)
Bisa berbeda.
Ibarat seperti ini.
1)
Semua siswa
Belajar dari buku Matematika sama.
2)
Semua siswa.
Diajar guru berpengalaman.
3)
Tapi saat mengerjakan soal.
a.
Jawaban ada yang benar .
b.
Ada yang berbeda
c.
Karena beda cara pahami.
Begitu juga ilmu agama.
Penyebab perbedaan
1.
Ada ayat maknanya sangat jelas dan ada
yang perlu ditafsirkan.
Contohnya:
1)
Wajib salat 5 waktu:
Hampir semua sepakat.
2)
Cara meletakkan tangan saat salat:
Ada beberapa pendapat.
2.
Hadis yang diterima berbeda.
1)
Sebagian ulama menilai hadis
a.
Kuat (sahih).
Jadi dasar hukum
b.
Kurang kuat
Tak jadi dasar hukum.
3.
Cara memahami bahasa Arab berbeda
1)
Dalam bahasa Arab.
a.
Hanya 1 kata.
b.
Bisa punya lebih dari 1 makna.
2)
Muncul beberapa penafsiran.
3)
Dalam batas kaidah bahasa.
4.
Metode mengambil hukum berbeda
1)
Ada ulama
Banyak pakai hadis tertentu.
2)
Ulama lain.
Juga pertimbangkan:
a.
Konteks,
b.
Tujuan syariat,
c.
Kebiasaan Masyarakat
Tak bertentangan agama.
5.
Kondisi zaman berbeda
Timbul masalah baru
Seperti:
1)
internet,
2)
transplantasi organ,
3)
kecerdasan buatan,
4)
transaksi digital,
Tak ada pada zaman Nabi.
a.
Ulama ijtihad.
b.
Berdasar Al-Qur'an dan hadis.
Contoh perbedaan
Contoh 1:
Qunut Subuh
1)
Sebagian
Baca qunut tiap Subuh.
2)
Sebagian
Hanya qunut saat terjadi musibah.
3)
Sebagian
Tak baca qunut.
a.
Semua pakai dalil.
b.
Yang mereka pahami.
Contoh 2:
Mengangkat tangan ketika rukuk
1)
Ada yang angkat tangan.
2)
Ada yang tidak.
a.
Keduanya punya riwayat hadis.
b.
Dijadikan dasar.
Contoh 3:
Jumlah rakaat tarawih
1)
Ada tarawih 8 rakaat.
2)
Ada tarawih 20 rakaat.
a.
Keduanya punya landasan Sejarah.
b.
Pendapat ulama.
Contoh 4:
Menyentuh perempuan batal wudu atau tidak
1)
Ada pendapat batal.
2)
Ada pendapat tak batal
Kecuali keadaan tertentu.
a.
Perbedaan ini muncul
b.
Cara pahami ayat dan hadis.
Contoh 5:
Awal bulan Ramadan
1)
Ada yang pakai rukyat (melihat hilal).
2)
Ada gabungan rukyat dan hisab.
3)
Ada yang utamakan hisab.
a.
Tujuannya sama.
b.
Tentukan awal bulan Hijriah.
1)
Apakah sanad penting?
Ya, sangat penting.
2)
Sanad bantu menjaga ilmu.
3)
Agar tidak asal dibuat.
Tapi sanad
Bukan satu-satunya ukuran.
Dalam ilmu Islam.
Ulama juga perhatikan:
1)
kesesuaian dengan Al-Qur'an,
2)
keabsahan hadis,
3)
kualitas perawi,
4)
kaidah bahasa Arab,
5)
metode penetapan hukum.
Apa yang diajarkan Al-Qur'an?
Jawaban.
Al-Qur'an ajarkan
Agar kaum beriman:
1)
Menaati Allah dan Rasul
(QS. An-Nisa' 4:59),
2)
Bertanya pada orang berilmu
Jika tidak tahu
(QS. An-Nahl 16:43),
3)
Tak ikuti sesuatu tanpa ilmu
(QS. Al-Isra' 17:36).
Prinsip ini
1)
Dorong belajar ilmu.
2)
Hati-hati menyimpulkan hukum.
Sikap yang bijak
Dalam soal pokok.
Seperti
1)
Keesaan Allah.
2)
Kenabian Muhammad
3)
Wajib salat 5 waktu.
4)
Puasa Ramadan.
5)
Zakat.
6)
Ibadah haji
Sepakat mayoritas umat Islam.
Perbedaan muncul
Pada masalah cabang (khilafiah).
Memang buka ruang ijtihad.
Sikap terbaik.
1)
Hormati perbedaan
Yang punya dasar ilmiah,
2)
Terus belajar Al-Qur'an dan hadis.
Dari guru kompeten,
3)
Tak mudah salahkan orang lain,
4)
Utamakan persatuan
Selama perbedaan
a.
Ranah ijtihad
b.
Diakui para ulama.
Sumber
1) Tafsir Quran Perkata
DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
.jpg)
0 comments:
Post a Comment