PROSES
IDEAL MENDAPAT PEMIMPIN TERBAIK
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Bagaimana
Proses Ideal
Agar
Mendapat Pemimpin Terbaik?
Jawaban.
1)
Menurut Al-Qur'an dan logika modern.
2)
Pemimpin terbaik
a.
Tak cukup hanya pintar bicara.
b.
Menang
dalam pemilihan.
3)
Tapi pemimpin terbaik
a.
Orang yang amanah.
b.
Adil.
c.
Kompeten.
d.
Mampu bawa rakyat pada kebaikan.
Proses
idealnya
1) Memilih
calon yang baik.
2) Menguji
kemampuan.
3) Memilih
secara adil.
4) Mengawasi
setelah berkuasa.
Bagaimana
Proses Ideal
Agar
Mendapat Pemimpin Terbaik?
Jawaban.
1)
Tentukan kriteria pemimpin terbaik
2)
Proses ideal memilih pemimpin
3)
Hubungan dengan Al-Qur'an
4)
Contoh: Memilih kepala sekolah
5)
Contoh: Memilih presiden
Penjelasan.
A. Tentukan
kriteria pemimpin terbaik
Al-Qur'an
beri dasar penting:
Yaitu:
1)
Amanah.
2)
Kuat dan terpercaya.
3)
Adil.
1.
Amanah
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ
إِلَىٰ أَهْلِهَا"
Sesungguhnya
Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat pada yang berhak menerimanya."
(QS.
An-Nisa: 58)
Artinya.
1)
Jabatan adalah Amanah.
2)
Bukan kesempatan memperkaya diri.
Contoh:
1)
Tak korupsi.
2)
Tak seleweng uang negara.
3)
Tak jadikan jabatan untuk keluarga.
4)
Menepati janji.
2.
Kuat dan terpercaya
إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ"
Sesungguhnya
orang paling baik kamu ambil untuk bekerja ialah orang kuat lagi dapat
dipercaya."
(QS.
Al-Qasas: 26)
1)
Kuat
Mampu jalankan tugas.
2)
Amanah
Dapat dipercaya.
Logika
modern:
1)
Pemimpin punya
a.
Integritas.
b.
Kompetensi.
3.
Adil
QS.
An-Nahl: 90
Perintah
keadilan dan kebaikan.
1)
Pemimpin harus adil.
2)
Tak hanya bela orang kaya.
3)
Tak hanya bela kelompoknya.
B. Proses
ideal memilih pemimpin
Proses
7 tahap
Yaitu:
1.
Dari calon sampai pengawasan
1)
Tentukan kebutuhan rakyat
Apa
masalah utama:
a.
Pendidikan.
b.
Kesehatan.
c.
Ekonomi.
d.
Keamanan.
e.
Korupsi?
2)
Cari calon berkualitas
a.
Lihat akhlak.
b.
Pengalaman.
c.
Kemampuan.
d.
Rekam jejak.
3)
Uji calon secara terbuka
a.
Debat.
b.
Pemeriksaan kekayaan.
c.
Visi-misi.
d.
Program kerja.
4)
Pilih secara adil
a.
Pemilihan bebas
b.
Tak tekanan.
c.
Tak politik uang.
d.
Tak curang.
5)
Tetapkan pemimpin sah
a.
Pemimpin punya kewenanganjelas.
b.
Melalui proses sah.
6)
Laksanakan program
Pemimpin bekerja berdasar hukum, data, dan
kebutuhan rakyat.
7)
Awasi dan evaluasi
Rakyat, lembaga pengawas, dan hukum
mengontrol kekuasaan.
C. Hubungan
dengan Al-Qur'an
Musyawarah
وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ"
Urusan
mereka (diputuskan) dengan musyawarah."
(QS.
Asy-Syura: 38)
Musyawarah
Keputusan
tak berdasarkan1 orang.
Contoh
modern:
1)
Rakyat memilih wakil.
2)
Calon pemimpin sampaikan program.
3)
Masyarakat beri kritik.
4)
Keputusan pertimbangan matang.
4.
Adil pada kelompok sendiri
اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ"
Berlaku
adillah, karena (adil) dekat takwa."
(QS.
Al-Ma'idah: 8)
Artinya.
1)
Pemimpin adil.
2)
Tak boleh dendam lawan politik.
3)
Tak boleh prioritas pendukung.
5.
Taat pada pemimpin dan kembalikan perselisihan
pada Allah dan Rasul
QS.
An-Nisa: 59
Taat pada
Allah, Rasul, dan ulil amri.
Kembalikan
masalah pada Allah dan Rasul.
Dalam negara
modern.
1)
Kekuasaan diatur hukum.
2)
Tanggung jawab moral.
D. Contoh:
Memilih kepala sekolah
Misalnya
memilih kepala sekolah terbaik.
1.
Proses kurang baik
1)
Memilih teman dekat.
2)
Memilih karena tekanan atasan.
3)
Memilih karena suka bicara.
4)
Tak lihat kemampuan kelola sekolah.
2.
Proses ideal
1)
Tentukan masalah sekolah: mutu guru,
disiplin, fasilitas, prestasi siswa.
2)
Cari calon punya integritas dan kemampuan
memimpin.
3)
Periksa rekam jejaknya.
4)
Dengarkan visi dan programnya.
5)
Nilai kemampuan kelola anggaran dan guru.
6)
Pilih objektif.
7)
Evaluasi hasilnya tiap tahun.
Hasil
yang diharapkan:
1)
Kepala sekolah tak hanya pandai pidato.
2)
Tapi tingkatkan mutu pendidikan.
E. Contoh:
Memilih presiden
Pemimpin
negara terbaik
Dinilai
dari:
1)
Kejujuran dan antikorupsi.
2)
Kemampuan ekonomi.
3)
Kemampuan kelola pendidikan.
4)
Kemampuan jaga hukum dan keadilan.
5)
Kemampuan hadapi perubahan teknologi dan
zaman.
6)
Kesediaan terima kritik.
7)
Tak pakai agama untuk menipu rakyat.
8)
Tak pakai uang untuk beli suara.
Contoh
sederhana
Calon
A
1)
Pandai pidato
2)
Tapi sering korupsi.
Calon
B
1)
Tak pandai berpidato
2)
Tapi jujur dan kompeten.
3)
Punya program pendidikan jelas.
Prinsip
amanah dan kompetensi.
Calon
B lebih layak.
Tetap
perlu cek bukti dan rekam jejak.
Tak hanya
berdasar kesan.
F.
Apa yang merusak proses memilih pemimpin?
1)
Politik uang
2)
Orang dipilih karena beri uang, bukan kemampuan.
3)
Fanatik kelompok
4)
Memilih hanya sesama organisasi, partai,
atau golongan.
5)
Janji tanpa bukti
6)
Calon janji banyak hal tapi tidak masuk
akal.
7)
Tak ada pengawasan
8)
Pemimpin merasa bebas karena tidak dikontrol.
Prinsip
penting: Pemimpin terbaik tidak cukup dipilih, tapi harus diawasi
Logika
modern:
1)
Pemimpin baik + sistem buruk = bisa salah gunakan
kekuasaan.
2)
Pemimpin baik + sistem pengawasan baik =
peluang pemerintahan baik lebih besar.
Negara
perlu
1)
Hukum berlaku untuk semua.
2)
Lembaga pengawasan.
3)
Pers bebas dan tanggung jawab.
4)
Peradilan independen.
5)
Transparansi anggaran.
6)
Pemilu jujur.
7)
Rakyat kritis dan berpendidikan.
Al-Qur'an
perintah amar makruf nahi mungkar.
QS. Ali 'Imran: 104 dan 110.
1)
Mengawasi pemimpin
2)
Dengan cara benar
3)
Bagian jaga kebaikan masyarakat.
Kesimpulan
Proses
ideal dapat pemimpin terbaik:
1)
Kriteria yang benar → calon yang
berkualitas → uji rekam jejak → musyawarah/pemilihan adil → pemimpin amanah →
program nyata → pengawasan → evaluasi.
Pemimpin
terbaik
BUKAN
1)
Paling terkenal.
2)
Paling kaya.
3)
Paling banyak pengikut.
Pemimpin
terbaik
1)
Paling layak pikul Amanah.
2)
Sesuai kemampuan dan akhlaknya.
3)
Bekerja untuk maslahat rakyat.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.

0 comments:
Post a Comment