Sunday, September 13, 2026

60166. PROSES IDEAL DAPAT PEMIMPIN TERBAIK

 


PROSES IDEAL MENDAPAT PEMIMPIN TERBAIK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Bagaimana Proses Ideal

Agar Mendapat Pemimpin Terbaik?

 

Jawaban.

 

1)        Menurut Al-Qur'an dan logika modern.

 

2)        Pemimpin terbaik

 

a.        Tak cukup hanya pintar bicara.

b.         Menang dalam pemilihan.

 

3)        Tapi pemimpin terbaik

 

a.                Orang yang amanah.

b.                Adil.

 

c.                Kompeten.

d.                Mampu bawa rakyat pada kebaikan.

 

Proses idealnya

 

1)  Memilih calon yang baik.

2)  Menguji kemampuan.

 

3)  Memilih secara adil.

4)  Mengawasi setelah berkuasa.

 

Bagaimana Proses Ideal

Agar Mendapat Pemimpin Terbaik?

 

Jawaban.

 

1)        Tentukan kriteria pemimpin terbaik

 

2)        Proses ideal memilih pemimpin

3)        Hubungan dengan Al-Qur'an

 

4)        Contoh: Memilih kepala sekolah

5)        Contoh: Memilih presiden

 

Penjelasan.

 

A.       Tentukan kriteria pemimpin terbaik

 

Al-Qur'an beri dasar penting:

Yaitu:

 

1)        Amanah.

2)        Kuat dan terpercaya.

3)        Adil.

 

1.        Amanah

 

 إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا"

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat pada yang berhak menerimanya."

 

(QS. An-Nisa: 58)

 

Artinya.

1)        Jabatan adalah Amanah.

2)        Bukan kesempatan memperkaya diri.

 

Contoh:

 

1)        Tak korupsi.

2)        Tak seleweng uang negara.

 

3)        Tak jadikan jabatan untuk keluarga.

4)        Menepati janji.

 

2.        Kuat dan terpercaya

 

 إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ"

 

Sesungguhnya orang paling baik kamu ambil untuk bekerja ialah orang kuat lagi dapat dipercaya."

 

(QS. Al-Qasas: 26)

 

1)        Kuat

Mampu jalankan tugas.

 

2)        Amanah

Dapat dipercaya.

 

Logika modern:

 

1)        Pemimpin punya

 

a.        Integritas.

b.        Kompetensi.

 

3.        Adil

 

QS. An-Nahl: 90

Perintah keadilan dan kebaikan.

 

1)        Pemimpin harus adil.

2)        Tak hanya bela orang kaya.

3)        Tak hanya bela kelompoknya.

 

B.       Proses ideal memilih pemimpin

 

Proses 7 tahap

Yaitu:

 

1.        Dari calon sampai pengawasan

 

1)        Tentukan kebutuhan rakyat

 

Apa masalah utama:

 

a.        Pendidikan.

b.        Kesehatan.

 

c.        Ekonomi.

d.        Keamanan.

e.        Korupsi?

 

2)        Cari calon berkualitas

 

a.        Lihat akhlak.

b.        Pengalaman.

 

c.        Kemampuan.

d.        Rekam jejak.

 

3)        Uji calon secara terbuka

 

a.                Debat.

b.                Pemeriksaan kekayaan.

 

c.                Visi-misi.

d.                Program kerja.

 

4)        Pilih secara adil

 

a.                Pemilihan bebas

b.                Tak tekanan.

 

c.                Tak politik uang.

d.                Tak curang.

 

5)        Tetapkan pemimpin sah

 

a.        Pemimpin punya kewenanganjelas.

b.        Melalui proses sah.

 

6)        Laksanakan program

 

    Pemimpin bekerja berdasar hukum, data, dan kebutuhan rakyat.

 

7)        Awasi dan evaluasi

 

    Rakyat, lembaga pengawas, dan hukum mengontrol kekuasaan.

 

C.       Hubungan dengan Al-Qur'an

 

Musyawarah

 

 وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ"

 

Urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah."

 

(QS. Asy-Syura: 38)

 

Musyawarah

Keputusan tak berdasarkan1 orang.

 

Contoh modern:

 

1)        Rakyat memilih wakil.

2)        Calon pemimpin sampaikan program.

 

3)        Masyarakat beri kritik.

4)        Keputusan pertimbangan matang.

 

4.        Adil pada kelompok sendiri

 

 اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ"

 

Berlaku adillah, karena (adil) dekat takwa."

 

(QS. Al-Ma'idah: 8)

 

Artinya.

1)        Pemimpin adil.

2)        Tak boleh dendam lawan politik.

3)        Tak boleh prioritas pendukung.

 

5.         Taat pada pemimpin dan kembalikan perselisihan pada Allah dan Rasul

 

QS. An-Nisa: 59

Taat pada Allah, Rasul, dan ulil amri.

Kembalikan masalah pada Allah dan Rasul.

 

Dalam negara modern.

 

1)        Kekuasaan diatur hukum.

2)        Tanggung jawab moral.

 

D.       Contoh: Memilih kepala sekolah

 

Misalnya memilih kepala sekolah terbaik.

 

1.        Proses kurang baik

 

1)        Memilih teman dekat.

2)        Memilih karena tekanan atasan.

 

3)        Memilih karena suka bicara.

4)        Tak lihat kemampuan kelola sekolah.

 

2.        Proses ideal

 

1)        Tentukan masalah sekolah: mutu guru, disiplin, fasilitas, prestasi siswa.

 

2)        Cari calon punya integritas dan kemampuan memimpin.

 

3)        Periksa rekam jejaknya.

 

4)        Dengarkan visi dan programnya.

 

5)        Nilai kemampuan kelola anggaran dan guru.

 

6)        Pilih objektif.

 

7)        Evaluasi hasilnya tiap tahun.

 

Hasil yang diharapkan:

 

1)        Kepala sekolah tak hanya pandai pidato.

2)        Tapi tingkatkan mutu pendidikan.

 

E.       Contoh: Memilih presiden

 

Pemimpin negara terbaik

Dinilai dari:

 

1)        Kejujuran dan antikorupsi.

2)        Kemampuan ekonomi.

 

3)        Kemampuan kelola pendidikan.

4)        Kemampuan jaga hukum dan keadilan.

 

5)        Kemampuan hadapi perubahan teknologi dan zaman.

 

6)        Kesediaan terima kritik.

 

7)        Tak pakai agama untuk menipu rakyat.

 

8)        Tak pakai uang untuk beli suara.

 

Contoh sederhana

 

Calon A

1)        Pandai pidato

2)        Tapi sering korupsi.

 

Calon B

1)        Tak pandai berpidato

2)        Tapi jujur dan kompeten.

3)        Punya program pendidikan jelas.

 

Prinsip amanah dan kompetensi.

Calon B lebih layak.

 

Tetap perlu cek bukti dan rekam jejak.

Tak hanya berdasar kesan.

 

F.        Apa yang merusak proses memilih pemimpin?

 

1)                Politik uang

 

2)                Orang dipilih karena beri uang, bukan kemampuan.

 

3)                Fanatik kelompok

 

4)                Memilih hanya sesama organisasi, partai, atau golongan.

 

5)                Janji tanpa bukti

 

6)                Calon janji banyak hal tapi tidak masuk akal.

 

7)                Tak ada pengawasan

 

8)                Pemimpin merasa bebas karena tidak dikontrol.

 

Prinsip penting: Pemimpin terbaik tidak cukup dipilih, tapi harus diawasi

 

Logika modern:

 

1)        Pemimpin baik + sistem buruk = bisa salah gunakan kekuasaan.

 

2)        Pemimpin baik + sistem pengawasan baik = peluang pemerintahan baik lebih besar.

 

Negara perlu

 

1)        Hukum berlaku untuk semua.

2)        Lembaga pengawasan.

 

3)        Pers bebas dan tanggung jawab.

4)        Peradilan independen.

 

5)        Transparansi anggaran.

6)        Pemilu jujur.

 

7)        Rakyat kritis dan berpendidikan.

 

Al-Qur'an perintah amar makruf nahi mungkar.

 QS. Ali 'Imran: 104 dan 110.

 

1)        Mengawasi pemimpin

2)        Dengan cara benar

3)        Bagian jaga kebaikan masyarakat.

 

Kesimpulan

 

Proses ideal dapat pemimpin terbaik:

 

1)        Kriteria yang benar → calon yang berkualitas → uji rekam jejak → musyawarah/pemilihan adil → pemimpin amanah → program nyata → pengawasan → evaluasi.

 

Pemimpin terbaik

BUKAN

 

1)        Paling terkenal.

2)        Paling kaya.

3)        Paling banyak pengikut.

 

Pemimpin terbaik

 

1)        Paling layak pikul Amanah.

2)        Sesuai kemampuan dan akhlaknya.

3)        Bekerja untuk maslahat rakyat.

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.

 

 

0 comments:

Post a Comment