BERPIKIR POSITIF LEBIH BAIK DARIPADA NEGATIF
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Berpikir.
Yaitu memakai akal budi.
Untuk menimbang atau memutuskan
sesuatu.
Berpikir positif.
Yaitu memakai akal budi.
Untuk menimbang atau memutuskan
sesuatu.
Dilihat dari sisi positifnya.
Berpikir negative.
Yaitu menggunakan akal budi.
Untuk menimbang atau memutuskan
sesuatu.
Dilihat dari sisi negatifnya.
Orang berpikir positif.
Yaitu orang optimis.
Orang berpikir negatif.
Yaitu orang pesimis.
Optimis.
Orang selalu berpengharapan
(berpandangan) baik.
Dalam menghadapi segala hal.
Pesimis.
Orang bersikap atau berpandangan.
Tak punya harapan baik .
Khawatir kalah, rugi, celaka.
Dan lainnya.
Pesimis.
Orang gampang putus asa.
Dalam menghadapi segala hal.
Contoh berpikir positif dan negatif.
Di atas meja.
Ada gelas berisi air.
Tapi isinya tidak penuh.
Hanya tinggal separuh gelas.
Orang berpikir positif berkata,
”Alhamdulillah, saya bersyukur airnya
masih separuh.
Sudah cukup untuk saya.”
Orang berpikir negatif berkata,
”Waduh, airnya kok hanya tinggal
separuh.’
Tak cukup untuk saya.”
Hasil riset.
Orang berpikir dirinya kurang sehat.
Berisiko lebih besar alami kematian
dini.
Alias pendek usia.
Penelitian Universitas Stanford.
Di Amerika Serikat.
Bahwa pikiran, perasaan, dan
kepercayaan.
Berdampak pada kesehatan.
Para ahli katakan.
Perasaan positif sama seperti olahraga.
"Banyak penelitian menunjukkan.
Pola pikir memainkan peran penting .
Dalam kesehatan," kata Dr. Alia
Crum.
Peneliti analisis 60.000 orang dewasa.
Dokumen aktivitas fisik, kesehatan,
dan latar belakang partisipan.
Hasilnya ditemukan.
Orang anggap diri kurang aktif.
Sekitar 71 persen.
Lebih mungkin meninggal.
Kesimpulan.
Orang selalu berusaha berpikir positif
dan optimis.
Relatif berumur lebih panjang.
Dibanding orang selalu berpikir
negatif dan pesimis.
(Sumber tempo.com)
0 comments:
Post a Comment