IRONI POLITIK
UANG TAPI INGIN PEMIMPIN JUJUR
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A.
Artinya IRONI
Ironi
1)
Kadaan atau ucapan
2)
Tampak bertentangan dengan kenyataan.
3)
Terasa menyindir
4)
Berlawanan dengan yang diharapkan.
Contoh
1)
Orang mengajarkan kejujuran
Tapi ternyata korupsi → ironi.
2)
Negara ingin rakyat Sejahtera.
Tapi kebijakan membuat rakyat makin susah → ironi.
3)
Orang memilih pemimpin karena politik
uang.
Tapi berharap pemimpin amanah → ironi.
4)
Orang cerdas akademik.
Tapi untuk menipu → ironi.
Bedanya dengan kontradiksi:
1)
Kontradiksi
Berarti 2 hal bertentangan langsung.
2)
Ironi
Tekankan kejanggalan
Berlawanan dengan harapan.
Ironi
1)
“Kok bisa begitu.
2)
Padahal seharusnya tidak begitu.”
Secara
logika.
Ada
kontradiksi
1)
Warga ingin pemimpin Amanah.
2)
Tapi dalam memilih
3)
Politik uang
4)
Pertimbangan utama.
Sederhana
1)
“Saya ingin pemimpin jujur.
2)
Tapi saya memilih berdasar uang yang
diberikan calon.”
a.
Seperti ingin dapat pedagang jujur.
b.
Tapi memilih pedagang
c.
Berdasar siapa beri hadiah paling besar.
Dalam
Al-Qur'an
1)
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu
menyampaikan amanat pada yang berhak menerimanya...”
2)
(QS. An-Nisa' 4:58)
Artinya.
1)
Jabatan adalah Amanah.
2)
Bukan barang dagangan.
“Jangan kamu makan harta di antara kamu dengan
jalan batil...”
(QS.
Al-Baqarah 2:188)
Rantai
logikanya
1)
Politik uang
2)
Pilihan dipengaruhi uang
3)
Kandidat terbaik belum tentu terpilih
4)
Kualitas kepemimpinan menurun
5)
warga menanggung akibatnya.
Misalnya:
1)
Calon A
a.
Kompeten dan Amanah.
b.
Tapi tak beri uang.
2)
Calon B
a.
Kurang kompeten.
b.
Tapi beri Rp100.000 per orang.
1)
Warga memilih B karena uang.
2)
Setelah terpilih.
a.
B kelola anggaran dengan buruk.
b.
Jalan rusak.
c.
Pelayanan buruk.
d.
Anggaran bocor.
Akhirnya
1)
Kerugian warga.
2)
Lebih besar daripada Rp100.000 yang
diterima.
a.
Uang diterima sesaat.
b.
Jadi biaya sosial sangat besar.
Tetapi
ada hal penting
1)
Jangan langsung simpulkan.
2)
Orang menerima uang.
3)
Tak
ingin pemimpin amanah.
4)
Mungkin ekonomi sulit.
5)
Dia menerima pemberian.
6)
Tapi tetap memilih
7)
Berdasar pertimbangan lain.
Masalah
utamanya
1)
Ketika uang
2)
Faktor penentu pilihan.
Prinsip
lebih sehat:
1)
“Terima kasih atas pemberiannya.
2)
Tapi kepemimpinan
3)
Tetap dinilai berdasar
a.
Amanah.
b.
Kemampuan.
c.
Adil.
d.
Rekam jejak.
e.
Berpihak rakyat
f. Dengan
bukti nyata.
Cara
putus lingkaran uang
1)
Memutus lingkaran politik uang → pemimpin
buruk → warga dirugikan → warga kembali tergoda politik uang.
Contoh.
1.
Memilih dokter
1)
Kita berkata:
“Saya
ingin dokter yang paling ahli.”
2)
Tapi saat memilih dokter, kita berkata:
“Saya
pilih dokter yang memberi saya uang.”
3)
Logikanya
Tak sesuai tujuannya.
4)
Tujuan utama Kesehatan.
5)
Yang dinilai kemampuan dan integritas
dokter.
2.
Memilih guru
1)
Orang tua berkata:
“Saya
ingin guru terbaik untuk anak saya.”
2)
Tapi memilih guru karena:
“Guru
itu memberi hadiah paling banyak.”
3)
Akibatnya
Kriteria memilih tak sesuai
tujuan.
3.
Memilih sopir
3. Memilih sopir
Kita ingin sopir:
1)
jujur,
2)
tidak ugal-ugalan,
3)
pahami kendaraan,
4)
tanggung jawab.
Tetapi kita pmilih sopir:
1)
“Yang penting dia memberi saya Rp100
ribu.”
a.
Padahal setelah itu
b.
Nyawa kita
c.
Berada di tangannya.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.
0 comments:
Post a Comment