Monday, September 14, 2026

60169. POLITIK UANG TAPI INGIN PEMIMPIN JUJUR



IRONI POLITIK UANG TAPI INGIN PEMIMPIN JUJUR

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

A.               Artinya IRONI

 

Ironi

 

1)        Kadaan atau ucapan

2)        Tampak bertentangan dengan kenyataan.

 

3)        Terasa menyindir

4)        Berlawanan dengan yang diharapkan.

 

Contoh

 

1)        Orang mengajarkan kejujuran

Tapi ternyata korupsi → ironi.

 

2)        Negara ingin rakyat Sejahtera.

Tapi kebijakan membuat rakyat makin susah → ironi.

 

3)        Orang memilih pemimpin karena politik uang.

Tapi berharap pemimpin amanah → ironi.

 

4)        Orang cerdas akademik.

Tapi untuk menipu → ironi.

 

Bedanya dengan kontradiksi:

 

1)        Kontradiksi

Berarti 2 hal bertentangan langsung.

 

2)        Ironi

Tekankan kejanggalan

Berlawanan dengan harapan.

 

Ironi

 

1)        “Kok bisa begitu.

2)        Padahal seharusnya tidak begitu.”

 

Secara logika.

Ada kontradiksi

 

1)        Warga ingin pemimpin Amanah.

2)        Tapi dalam memilih

 

3)        Politik uang

4)        Pertimbangan utama.

 

Sederhana

 

1)        “Saya ingin pemimpin jujur.

 

2)        Tapi saya memilih berdasar uang yang diberikan calon.”

 

a.        Seperti ingin dapat pedagang jujur.

b.        Tapi memilih pedagang

c.        Berdasar siapa beri hadiah paling besar.

 

Dalam Al-Qur'an

 

1)        “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat pada yang berhak menerimanya...”

 

2)        (QS. An-Nisa' 4:58)

 

Artinya.

 

1)        Jabatan adalah Amanah.

2)        Bukan barang dagangan.

 

 “Jangan kamu makan harta di antara kamu dengan jalan batil...”

 

(QS. Al-Baqarah 2:188)

 

Rantai logikanya

 

1)        Politik uang

2)        Pilihan dipengaruhi uang

 

3)        Kandidat terbaik belum tentu terpilih

4)        Kualitas kepemimpinan menurun

5)        warga menanggung akibatnya.

 

Misalnya:

 

1)        Calon A

 

a.        Kompeten dan Amanah.

b.        Tapi tak beri uang.

 

2)        Calon B

 

a.        Kurang kompeten.

b.        Tapi beri Rp100.000 per orang.

 

1)        Warga memilih B karena uang.

 

2)        Setelah terpilih.

 

a.        B kelola anggaran dengan buruk.

b.        Jalan rusak.

 

c.        Pelayanan buruk.

d.        Anggaran bocor.

 

Akhirnya

 

1)        Kerugian warga.

2)        Lebih besar daripada Rp100.000 yang diterima.

 

a.        Uang diterima sesaat.

b.        Jadi biaya sosial sangat besar.

 

Tetapi ada hal penting

 

1)        Jangan langsung simpulkan.

2)        Orang menerima uang.

 

3)         Tak ingin pemimpin amanah.

 

4)        Mungkin ekonomi sulit.

5)        Dia menerima pemberian.

 

6)        Tapi tetap memilih

7)        Berdasar pertimbangan lain.

 

Masalah utamanya

 

1)        Ketika uang

2)        Faktor penentu pilihan.

 

Prinsip lebih sehat:

 

1)        “Terima kasih atas pemberiannya.

2)        Tapi kepemimpinan

 

3)        Tetap dinilai berdasar

 

a.                 Amanah.

b.                Kemampuan.

 

c.                Adil.

d.                Rekam jejak.

 

e.                Berpihak rakyat

f.  Dengan bukti nyata.

 

Cara putus lingkaran uang

 

1)                Memutus lingkaran politik uang → pemimpin buruk → warga dirugikan → warga kembali tergoda politik uang.

 

Contoh.

 

1. Memilih dokter

 

1)        Kita berkata:

“Saya ingin dokter yang paling ahli.”

 

2)        Tapi saat memilih dokter, kita berkata:

“Saya pilih dokter yang memberi saya uang.”

 

3)        Logikanya

Tak sesuai  tujuannya.

 

4)        Tujuan utama Kesehatan.

5)        Yang dinilai kemampuan dan integritas dokter.

2. Memilih guru

 

1)        Orang tua berkata:

“Saya ingin guru terbaik untuk anak saya.”

 

2)        Tapi memilih guru karena:

“Guru itu memberi hadiah paling banyak.”

 

3)        Akibatnya

Kriteria memilih tak sesuai tujuan.

 

3. Memilih sopir

 

3. Memilih sopir

Kita ingin sopir:

 

1)        jujur,

2)        tidak ugal-ugalan,

 

3)        pahami kendaraan,

4)        tanggung jawab.

 

Tetapi kita pmilih sopir:

 

1)        “Yang penting dia memberi saya Rp100 ribu.”

 

a.        Padahal setelah itu

b.        Nyawa kita

c.        Berada di tangannya.

 

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.

 

 


0 comments:

Post a Comment