NEGARA KRISIS FISKAL ANALOGI RUMAH
TANGGA
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
A.
Apa itu krisis fiskal?
Fiskal
1)
Urusan keuangan negara.
Terutama:
1)
Pemasukan Negara:
a.
Pajak.
b.
PNBP.
c.
Dividen BUMN.
d.
Dan lainnya
2)
Pengeluaran Negara:
a.
Gaji.
b.
Pendidikan.
c.
Kesehatan.
d.
Pembangunan.
e.
Subsidi.
f. Bantuan social.
g.
Bunga utang.
h.
Dan lainnya
3)
Jumlah utang dan kemampuan negara
Untuk membayar.
Krisis fiscal
1)
Keuangan negara
2)
Alami tekanan berat
3)
Pemasukan tak mampu
a.
Menopang pengeluaran.
b.
Kewajiban pembayaran.
4)
Kemampuan berutang dan cari sumber
dana
5)
Makin terbatas.
B.
Analogi rumah tangga
Misalnya kkeluarga:
1)
Penghasilan = Rp5 juta/bulan
2)
Pengeluaran wajib:
a.
makan = Rp2 juta
b.
listrik dan air = Rp500 ribu
c.
sekolah = Rp1 juta
d.
transportasi = Rp500 ribu
e.
cicilan = Rp1 juta
3)
Total = Rp5 juta
4)
Keluarga masih bisa bertahan.
a.
Tapi tak punya ruang
b.
Hadapi keadaan darurat.
5)
Penghasilan turun jadi Rp4 juta.
6)
Pengeluaran tetap Rp5 juta.
7)
Berarti:
Defisit = Rp1 juta/bulan.
Jika terus berlangsung.
Keluarga mulai:
1)
pakai tabungan;
2)
pinjam uang;
3)
jual aset;
4)
tunda pembayaran;
5)
kurangi kebutuhan;
6)
akhirnya masalah keuangan serius.
a.
Itu gambaran sederhana
b.
Tekanan fiskal negara.
C.
Negara juga punya
"dompet"
Bayangkan
Negara seperti keluarga.
1)
Pemasukan negara ≈ penghasilan
keluarga.
2)
APBN ≈ anggaran rumah tangga.
3)
Utang negara ≈ pinjaman keluarga.
4)
Pajak ≈ salah satu sumber penghasilan
utama.
5)
Pembangunan ≈ beli atau perbaiki
rumah.
6)
Subsidi/bansos ≈ bantu anggota
keluarga yang butuh.
7)
Bunga utang ≈ cicilan bunga pinjaman.
Masalahnya.
1)
Negara sangat kompleks.
2)
Dibanding rumah tangga
3)
Negara punya.
a.
Ekonomi.
b.
Aset.
c.
Pajak.
d.
Perusahaan.
e.
Menerbitkan utang.
D.
Contoh mudah
1)
Keluarga:
a.
Penghasilan Rp10 juta
b.
Pengeluaran:Rp12 juta
2)
Defisit:
Rp2 juta.
3)
Jika 1 kali, belum tentu krisis.
4)
Misalnya
Bulan berikutnya penghasilan Rp10
juta.
5)
Tapi jika bertahun-tahun:
a.
penghasilan Rp10 juta
b.
pengeluaran Rp12 juta
c.
defisit Rp2 juta
6)
Maka
a.
masalah makin besar.
b.
Utang menumpuk.
c.
Cicilan utang ikut naik.
7)
Akhirnya:
a.
utang → bunga → pengeluaran tambah →
defisit tambah → utang bertambah.
8)
Ini berbahaya.
E.
Contoh negara
1)
Negara
a.
Pendapatan: Rp2.000 triliun
b.
Tapi pengeluaran: Rp2.500 triliun
2)
Defisit: Rp500 triliun.
3)
Defisit
a.
Tak otomatis negara krisis.
b.
Negara bisa biayai melalui utang
Dengan kondisi masih sehat.
Masalah muncul:
Jika
1)
defisit terlalu besar;
2)
utang terus meningkat;
3)
bunga utang makin berat;
4)
penerimaan negara melemah;
5)
ekonomi melambat;
6)
investor hilang kepercayaan;
7)
biaya pinjaman meningkat;
8)
sulit biaya kebutuhan penting.
F.
Contoh keluarga punya banyak
cicilan
Bayangkan
Keluarga:
1)
cicilan rumah Rp2 juta;
2)
cicilan mobil Rp2 juta;
3)
cicilan motor Rp1 juta;
4)
kartu kredit Rp1 juta.
Total cicilan:Rp6 juta/bulan.
a.
Penghasilan keluarga: Rp8 juta.
b.
Sisa hanya: Rp2 juta.
1)
Untuk makan, listrik, sekolah,
kesehatan dan kebutuhan lainnya.
2)
Keluarga belum tentu bangkrut.
3)
Tapi ruang geraknya sempit.
Negara juga demikian.
Makin besar bayar utang.
Makin kecil ruang anggaran
Untuk:
1)
pendidikan;
2)
kesehatan;
3)
infrastruktur;
4)
perlindungan sosial;
5)
pembangunan;
6)
pelayanan publik.
Contoh berbahaya
1)
Keluarga hilang pekerjaan.
2)
Penghasilan turun: Rp8 juta → Rp5
juta.
3)
Cicilan: Rp6 juta.
4)
Untuk cicilan saja
5)
Sudah lebih besar daripada
penghasilan.
G.
Negara tidak boleh boros.
Seperti keluarga boros
Krisis fiscal
Tak sekadar "negara punya utang"
1)
Ini penting.
2)
Utang ≠ otomatis krisis.
3)
Seperti keluarga:
a.
Punya utang Rp100 juta
b.
Penghasilan Rp30 juta/bulan
c.
Cicilan kecil.
d.
Mungkin masih sehat.
H.
Analogi ember bocor
Bayangkan punya ember.
1)
Air masuk: 10 liter.
2)
Air keluar:8 liter.
3)
Masih ada sisa 2 liter.
4)
Tapi ember bocor 3 liter.
Maka:
1)
10 − 8 − 3 = -1 liter.
2)
Makin lama air habis.
3)
Negara juga begitu.
Al-Qur'an beri prinsip
1)
Allah berfirman:
2)
وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا
"Dan jangan kamu hamburkan (hartamu) secara boros."
QS. Al-Isra' 17:26–27.
3)
Prinsipnya:
a.
Jangan boros kelola sumber daya.
Al-Qur'an ajarkan seimbang
1)
Allah berfirman:
2)
وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ
يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا
"Dan orang membelanjakan harta,
mereka tidak berlebihan dan tidak pula kikir, dan di tengah yang
demikian."
QS. Al-Furqan 25:67.
Prinsip sangat bagus
Pahami anggaran.
1)
Bukan: boros.
2)
Bukan pula: pelit kebutuhan penting
tak terpenuhi.
3)
Tetapi:
Tepat, seimbang, dan sesuai kebutuhan.
Kalau uang terbatas.
Pemerintah tentukan prioritas.
Itu hakikat kelola fiskal.
Kesimpulan
Bayangkan
Negara adalah keluarga sangat besar.
Jika:
1)
pendapatan cukup + pengeluaran
terkendali + utang terukur + investasi produktif
2)
Keuangan relatif sehat.
Jika:
1)
pendapatan melemah + pengeluaran
membesar + utang meningkat + bunga berat
2)
Tekanan fiskal meningkat.
Jika akhirnya:
1)
Negara sulit biaya kebutuhan dan
kewajibannya
2)
Bisa jadi krisis fiskal.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.


