Wednesday, September 2, 2020

5277. FILSAFAT DALAM AL-QURAN


FILSAFAT DALAM AL-QURAN
Oleh: Drs. HM. Yusron Hadi, M.M.
A.   Pengertian filasafat.
1.    Ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu yang dapat dipakai menerangkan gejala tertentu di bidang pengetahuan.
2.    Filsafat adalah teori yang mendasari alam pikiran atau suatu kegiatan.
3.    Filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi tentang hakikat segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya.
4.    Al-Quran dalam kaitan filsafat manusia memuat 3 hal pokok, yaitu tentang:
1)    Tujuan.
2)    Cara.
3)    Pembuktian.

B.   Tujuan Al-Quran, yaitu menjelaskan:
1.    Akidah (kepercayaan) mencakup:
1)    Keyakinan kepada Allah dan segala sifat Allah.
2)    Wahyu dan segala kaitannya, antara lain: kitab suci, malaikat, dan para nabi. 
3)    Hari kiamat, termasuk hukuman  dan ganjaran Allah.
2.    Budi pekerti, yang bertujuan:
1)    Mewujudkan hidup serasi bermasyarakat.
2)    Berupa gotong-royong, amanat, kebenaran, kasih sayang, tanggung jawab, dan lainnya.
3.    Hukum, yang mengatur:
1)    Hubungan manusia dengan Allah.
2)    Hubungan sesama manusia.
3)    Dengan dirinya sendiri.
4)    Hubungan alam sekitar.

C.   Cara dipakai Al-Quran mencapai tujuannya punya 4 prinsip, yaitu:
1.    Ke-1: Menganjurkan manusia memperhatikan alam raya, langit, bumi, bintang kemintang, planet, udara, darat, lautan dan sebagainya.
1)    Agar manusia menyadari kebesaran dan keagungan Allah.
2)    Memanfaatkan segala sesuatu untuk memakmurkan bumi.
2.    Ke-2: Menceritakan peristiwa sejarah masa lampau.
1)    Untuk memetik pelajaran.
2)    Agar menjadi lebih baik di masa depan.
3.    Ke-3: Membangkitkan perasaan terpendam dalam jiwa.
1)    Untuk mendorong manusia mempertanyakan dari mana dia berasal.
2)    Untuk apa dia hidup, dan ke mana tujuan hidupnya.  
4.    Ke-4: Janji ganjaran dan ancaman balasan di dunia dan akhirat.
1)    Berupa dimasukkan  surga.
2)    Atau dicemplungkan ke dalam neraka.

D.   Pembuktian yang diberikan Al-Quran.
1.    Untuk menunjukkan Al-Quran benar-benar berasal dari Allah.
2.    Dibuktikan dengan mukjizat Al-Quran.
3.    Yang terbagi 3 hal pokok.
1)    Susunan redaksi Al-Quran adalah puncak tertinggi sastra bahasa Arab.  
2)    Sains modern dan ilmu pengetahuan dari berbagai disiplin yang diisyaratkan dalam Al-Quran terbukti sesuai dengan sains modern.
3)    Prediksi masa depan yang diungkapkan Al-Quran yang terbukti kebenarannya.

E.   Filsafat Al-Quran.
1.    Melihat kandungan seperti di atas, berarti Al-Quran bicara tentang ilmu dan filsafat manusia.  
2.    Al-Quran adalah kitab petunjuk bagi manusia.
3.    Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 2.

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

       Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya. Petunjuk bagi orang yang bertakwa.

5.    Al-Quran surah Ali Imran (surah ke-3) ayat 4.

مِن قَبْلُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَأَنزَلَ ٱلْفُرْقَانَ ۗ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ ذُو ٱنتِقَامٍ

    Sebelum (Al-Quran), menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqan. Sesungguhnya orang yang kafir terhadap ayat Allah akan memperoleh siksa yang berat, Allah Maha Perkasa lagi mempunyai balasan (siksa).

6.    Al-Quran memberi jalan keluar dari semua masalah manusia.
7.    Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 213.
كَانَ ٱلنَّاسُ أُمَّةً وَٰحِدَةً فَبَعَثَ ٱللَّهُ ٱلنَّبِيِّۦنَ مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ وَأَنزَلَ مَعَهُمُ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ ٱلنَّاسِ فِيمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ ۚ وَمَا ٱخْتَلَفَ فِيهِ إِلَّا ٱلَّذِينَ أُوتُوهُ مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۖ فَهَدَى ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَا ٱخْتَلَفُوا۟ فِيهِ مِنَ ٱلْحَقِّ بِإِذْنِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ يَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

      Manusia adalah satu umat. (Setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi pemberi kabar gembira dan peringatan. Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan perkara yang mereka perselisihkan. Tidak berselisih tentang Kitab itu melainkan orang yang telah didatangkan kepada mereka Kitab, yaitu setelah datang kepada mereka keterangan nyata, karena dengki mereka sendiri. Allah memberi petunjuk orang beriman kepada kebenaran hal yang mereka perselisihkan dengan kehendak-Nya. Allah memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan lurus.


Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.

0 comments:

Post a Comment