KENAPA MENTERI NON PARPOL MUDAH
DIPECAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Benarkan Menteri bukan dari partai
politik
Mudah dipecat?
Jawaban.
1)
Tak selalu benar
2)
Menteri dari partai pun bisa diganti.
Penjelasan.
A.
Menteri bekerja berdasarkan kepercayaan
presiden
1)
Dalam sistem Indonesia.
2)
Presiden pegang kekuasaan pemerintahan
3)
Menurut UUD 1945 Pasal 4 ayat (1).
4)
Menteri adalah pembantu presiden dalam
menjalankan pemerintahan.
UUD 1945 Pasal 17
1)
Presiden dibantu oleh menteri-menteri
negara.
2)
Menteri diangkat dan diberhentikan
oleh presiden.
Artinya.
1)
Presiden dapat mengganti Menteri
2)
Sesuai kebutuhan pemerintahan.
B.
Mengapa Menteri nonpartai mudah
diganti?
Jawaban.
1)
Tak punya dukungan partai
2)
Presiden butuh loyalitas
3)
Menteri non-partai tak selalu punya
kekuatan tawar-menawar politik
4)
Apakah Presiden bebas memecat Menteri
kapan saja?
Penjelasan.’
1.
Tidak punya dukungan partai di
belakangnya
1)
Menteri dari partai politik
2)
Terkait ketua umum, pengurus partai,
dan anggota DPR dari partainya.
3)
Jika Menteri diganti.
4)
Punya dampak hubungan politik
2.
Presiden butuh loyalitas.
1)
Presiden punya program harus dijalankan semua menteri.
Misalnya:
1)
Program pendidikan.
2)
Program kesehatan.
3)
Program ekonomi.
4)
Program pembangunan.
5)
Program kesejahteraan rakyat.
6)
Jika Menteri tak sejalan kebijakan Presiden.
7)
Presiden dapat menggantinya.
8)
Hal ini berlaku bagi Menteri
a.
Dari partai
b.
Non-partai.
3.
Menteri non-partai tidak selalu punya
kekuatan tawar-menawar politik
1)
Dalam politik.
2)
Dukungan pengaruhi hubungan Presiden
dan partai.
Contohnya
3)
Presiden butuh dukungan partai untuk
menjaga koalisi.
4)
Menteri dari partai
5)
Punya posisi penting
6)
Menteri non-partai
7)
Tak bawa dukungan partai
8)
Tak punya kekuatan tawar
Tapi tidak boleh disimpulkan.
a.
Semua Menteri non-partai lemah.
b.
Ada Menteri professional
c.
Punya keahlian, reputasi, dan dukungan
publik.
3. Apakah presiden bebas memecat menteri kapan saja?
1)
Ada kewenangan Presiden.
2)
Tapi ada juga ketentuan hukum.
C.
Apakah Menteri partai lebih aman?
Jawaban: Tidak selalu.
Ada 2 sisi yang perlu dipahami.
Menteri dari partai politik:
1)
Punya dukungan politik dari partai.
2)
Pergantiann pengaruh hubungan koalisi.
3)
Tetap ikuti kebijakan Presiden.
4)
Bisa diberhentikan oleh presiden.
Menteri non-partai:
1)
Dipilih karena ahli dan pengalaman.
2)
Tidak otomatis punya dukungan partai.
3)
Bisa punya dukungan masyarakat.
4)
Bisa diberhentikan oleh presiden.
Faktor menentukan
1)
Tak hanya dari partai atau bukan.
2)
Tapi juga hubungan
a.
Politik.
b.
Kinerja.
c.
Kepercayaan Presiden.
d.
Kebutuhan pemerintahan.
Contoh
Ada 2 Menteri.
1)
Menteri A
Dari partai politik.
2)
Menteri B
Dari profesional.
Presiden menilai
1)
Menteri A
Punya dukungan partai, tapi kinerjanya kurang sesuai.
2)
Menteri B
Tak punya partai, tapi kinerjanya baik.
Presiden punya kewenangan.
1)
Mempertahankan
2)
Mengganti.
Kesimpulan:
1)
Menteri dari partai
Tak jaminan tidak dipecat.
Hubungan Al-Qur'an
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ
تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu
menyampaikan amanat pada yang berhak menerimanya."
QS. An-Nisa' 4:58
Logikanya:
1)
Jabatan Menteri adalah amanah.
2)
Yang perlu diperhatikan
a.
Apakah mampu menjalankan Amanah.
b.
Bukan dari partai politik atau bukan.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.






