DEBAT ARGUMEN JANGAN MENGHINA GOBLOK
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Dalam diskusi sehat
1)
Bantah argumen
2)
Tak hina orangnya goblok
Menurut Quran dan logika
1)
Diskusi sehat
2)
Membantah argument.
3)
Bukan menghina orangnya.
Sesuai Al-Qur’an dan logika.
A.
Al-Qur’an: bantah dengan cara baik
QS. An-Nahl (16:125)
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ
بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ
أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ
أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan
pelajaran baik dan bantah mereka dengan cara baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dia
lebih tahu tentang siapa tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih tahu orang yang
mendapat petunjuk.
Catatan.
1)
“Serulah (manusia) kepada jalan
Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran ybaik, dan berdebat dengan mereka dengan
cara baik.”
Artinya.
1)
Ketika beda pendapat.
2)
Yang diperiksa isi pendapatnya.
3)
Bukan harga diri orangnya.
Contoh:
1)
Menyerang orang:
a.
“Pendapatmu salah
b.
Karena kamu goblok.”
2)
Membantah argumen:
a.
“Argumen itu bermasalah
b.
Karena datanya belum cukup.
c.
Coba kita periksa sumbernya.”
B.
Al-Qur’an melarang saling merendahkan
QS. Al-Hujurat (49:11)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا
يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا
نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا
أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ
بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Hai orang-orang beriman, jangan sekumpulan pria menghina
kumpulan lain, boleh jadi yang dihina lebih baik dari mereka. Dan jangan pula
sekumpulan perempuan menghina kumpulan lainnya, boleh jadi yang dihina lebih
baik. Dan jangan suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan
gelaran mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) buruk
sesudah iman dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itu orang yang zalim.
Catatan.
1)
“Jangan suatu kaum menghina kaum lain,
boleh jadi yang dihina lebih baik.”
Ini penting:
1)
Orang bisa salah dalam 1 pendapat.
2)
Tapi bukan berarti dirinya bodoh.
Misalnya:
1)
Orang pintar
Bisa salah pahami data.
2)
Orang berilmu
Bisa keliru ambil kesimpulan.
3)
Orang biasanya benar.
Bisa salah pada suatu masalah.
4)
Orang pendidikan rendah.
Bisa punya argumen benar.
a.
Benar-salahnya argument.
b.
Tak otomatis
c.
Tentukan tinggi-rendah martabat orang.
C.
Logika bedakan argumen dengan orang
Misalnya
1)
Orang berkata:
“Semua orang yang beda pendapat dengan
saya pasti bodoh.”
2)
Kita jangan menjawab:
“Kamu sendiri yang bodoh!”
3)
Itu hanya balas menghina.
4)
Lebih baik:
a.
“Kesimpulan itu terlalu luas.
b.
Apa buktinya bahwa semua orang yang beda
pendapat pasti bodoh?”
5)
Dengan begitu.
a.
Kita serang penalaran.
b.
Bukan orangnya.
1.
Masalah agama
Serang orang
1)
“Kamu tidak paham agama.”
Serang argument
2)
“Dalil yang Anda gunakan perlu
dibandingkan dengan ayat dan hadis lain agar kesimpulan lebih lengkap.”
2.
Masalah sains
Serang orang
“Kamu tidak ngerti sains.”
Serang argument
“Pernyataan itu belum sesuai dengan hasil
penelitian yang tersedia. Mari lihat datanya.”
3.
Masalah politik
“Pendukung itu goblok.”
“Kebijakan itu punya dampak A, B, dan C. Mari kita periksa apakah
dampaknya sesuai dengan tujuan kebijakan.”
4.
4.
Masalah sehari-hari
“Kamu memang keras kepala.”
“Saya melihat Anda tetap mempertahankan kesimpulan meskipun ada data
baru. Mari kita periksa data tersebut.”
5.
Dalam keluarga
“Kamu bodoh, makanya begini.”
“Keputusan itu mungkin mempunyai
risiko. Bagaimana kalau kita pertimbangkan pilihan lainnya?”
Rumus diskusi sehat
1)
Dengar → pahami → periksa bukti →
bantah alasan → berikan alasan lebih kuat.
Bukan:
1)
Dengar → marah → hina orang → merasa
menang.
Menang diskusi.
1)
Bukan orang lain dipermalukan.
2)
Tapi kesalahan argument
3)
Berhasil diperjelas
4)
Nebenaran lebih terlihat.
Jika argumen kita salah.
Sikap sehat katakan:
1)
“Baik, setelah melihat bukti itu.
2)
Saya perbaiki pendapat saya.”
a.
Itu sikap cari kebenaran.
b.
Bukan mencari kemenangan.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.
0 comments:
Post a Comment