QURAN PEDOMAN HIDUP KENAPA BAHAS GUNUNG
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Quran pedoman hidup manusia
Kenapa membahas gunung dan alam?
Jawaban.
1)
Betul, Al-Qur’an petunjuk hidup
manusia.
2)
Tak berarti isinya hanya bahas
a.
Salat.
b.
Puasa.
c.
Aturan sosial.
Al-Qur’an juga ajak manusia.
Belajar dari alam:
1)
Gunung.
2)
Unta.
3)
Langit.
4)
Hujan.
5)
Tumbuhan.
6)
Laut.
7)
Manusia.
Penjelasan.
A.
Quran bahas gunung
Bukan manusia harus jadi ahli geologi
(QS. An-Naba’ 78:7)
وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا
Dan
gunung-gunung sebagai pasak?,
Catatan.
1)
“Dan gunung-gunung sebagai pasak.”
2)
Gunung tanda untuk direnungkan.
Logikanya
1)
Manusia melihat gunung → menyadari
bumi sangat besar.
2)
Manusia melihat kokohnya gunung →
menyadari keteraturan alam.
3)
Dari keteraturan alam → manusia
berpikir tentang siapa yang menciptakannya.
4)
Dari situ → manusia belajar rendah
hati dan tidak merasa dirinya pusat alam semesta.
5)
Gunung jadi objek pelajaran, bukan
sekadar informasi.
B.
Mengapa unta?
1)
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan
unta, bagaimana ia diciptakan?”
(QS. Al-Ghasyiyah 88:17)
1)
Mengapa unta.
Bukan hanya manusia?
2)
Unta dekat kehidupan masyarakat Arab.
3)
Saat Al-Qur’an turun.
4)
Unta contoh nyata
a.
Makhluk luar biasa
b.
Hidup di lingkungan gurun.
1)
Manusia berpikir:
“Mengapa tubuh hewan ini mampu
bertahan dalam lingkungan sangat keras?”
2)
Pertanyaan itu bawa manusia dari
melihat → berpikir → pahami → bersyukur pada Allah.
C.
Al-Qur'an bukan buku biologi atau
geologi
1)
Ini penting.
2)
Al-Qur’an diturunkan bukan buku teks
ilmu pengetahuan.
Tujuan utama Quran
1)
Membimbing manusia pada iman, akhlak,
tanggung jawab, dan hidup yang benar.
3)
Untuk sampaikan petunjuk itu.
4)
Al-Qur’an pakai contoh kehidupan
nyata.
Seperti guru mengajar murid.
1)
Guru tidak hanya berkata:
“Jadilah orang yang baik.”
2)
Guru bisa menunjuk pohon dan berkata:
“Lihat pohon itu. Ia memberi buah dan
naungan. Manusia juga harus memberi manfaat.”
1)
Objeknya pohon.
2)
Tapi pelajaran tentang manusia.
D.
Banyak contoh di Al-Qur'an
1)
Gunung
Ajak melihat kebesaran dan keteraturan ciptaan.
2)
Unta
Ajak perhatikan makhluk dan kemampuan penciptaannya.
3)
Lebah
Ajarkan perhatikan kehidupan makhluk kecil.
(QS. An-Nahl 16:68–69)
4)
Semut
Kehidupan sosial dan komunikasi makhluk.
(QS. An-Naml 27:18)
5)
Laba-laba
Perumpamaan hal tampak kuat tapi rapuh.
(QS. Al-'Ankabut 29:41)
6)
Hujan
Tanda kehidupan dan kebangkitan.
(QS. An-Nahl 16:65)
7)
Malam dan siang
Perhatikan keteraturan alam.
(QS. Ali 'Imran 3:190)
8)
Diri manusia sendiri
Memperhatikan dirinya.
(QS. Adz-Dzariyat 51:21)
E.
Logika
1)
Al-Qur’an tidak hanya berkata:
“Percayalah.”
2)
Tetapi berkali-kali ajak manusia:
“Lihat.”
“Perhatikan.”
“Pikirkan.”
“Ambil pelajaran.”
“Kenali kebesaran Allah.”
“Perbaiki kehidupan.”
3)
Al-Qur’an banyak sebut alam semesta
dan makhluk hidup.
F.
Sangat cocok ilmu pengetahuan
Sains mulai dari:
1)
amati → bertanya → teliti → temukan
pola → pahami.
Al-Qur’an sering pakai pola:
1)
melihat → berpikir → ambil pelajaran.
Bedanya.
1)
Sains
Jelaskan cara sesuatu bekerja.
2)
Al-Qur’an
a.
Ajak manusia bertanya makna, tanggung
jawab, dan hubungan manusia dengan Penciptanya.
Contoh:
1)
Ilmuwan melihat gunung dan meneliti
batuan, lempeng bumi, vulkanisme, dan sebagainya.
2)
Mukmin melihat gunung lalu bertanya:
“Apa yang dapat saya pelajari dari keteraturan ciptaan Allah?”
3)
Keduanya tidak harus bertentangan.
Kesimpulan
1)
Al-Qur’an bahas gunung, unta, lebah,
semut, hujan, laut, langit, dan sebagainya
2)
Bukan tujuan utama Al-Qur’an.
3)
Semua itu tanda dan contoh untuk
mendidik manusia.
Sederhana
1)
Al-Qur’an bahas alam.
Agar manusia belajar memahami
kehidupan.
2)
Alam adalah “buku terbuka”.
3)
Al-Qur’an ajarkan manusia cara baca
tanda di dalamnya.
G.
Apa manfaatnya
Al-Qur’an bahas gunung, unta, langit,
hujan, tumbuhan, hewan, dan alam lainnya.
Agar manusia tidak hanya baca ayat,
tapi juga belajar dari kehidupan nyata.
1.
Membuat manusia berpikir
Contoh: melihat gunung yang sangat
besar membuat kita bertanya:
“Bagaimana semua ini bisa ada dan
teratur?”
Jadi Al-Qur’an mendorong akal untuk
berpikir, bukan hanya menghafal.
2.
Menambah rasa Syukur
Melihat unta, tumbuhan, air, hujan,
udara, dan makanan membuat manusia sadar:
“Ternyata hidup saya bergantung pada
begitu banyak pemberian Allah.”
Akibatnya, manusia tidak sombong.
3.
Mengajarkan manusia mengambil Pelajaran
Unta bukan sekadar hewan. Kita bisa
belajar tentang kemampuan beradaptasi.
Semut bukan sekadar serangga.
Kita bisa melihat kerja sama dan
keteraturan.
Hujan bukan sekadar air.
Kita melihat sesuatu yang mati dapat
hidup kembali.
4.
Menghubungkan iman dengan kehidupan
sehari-hari
Iman tidak hanya berada di masjid.
Ketika melihat:
- gunung,
- sawah,
- laut,
- hewan,
- hujan,
- tubuh manusia,
semua bahan renungan kebesaran Allah.
5.
Mendorong ilmu pengetahuan
Manusia diperintah perhatikan dan
berpikir.
Terdorong amati alam.
Dari pengamatan lahirlah:
pertanyaan → penelitian → ilmu → teknologi → manfaat bagi manusia.
6.
Mengajarkan manusia rendah hati
Manusia sering merasa dirinya hebat.
Melihat gunung sangat besar, laut luas, langit tak
terjangkau, dan alam sangat kompleks.
Manusia sadar:
“Saya hanya bagian kecil dari ciptaan
Allah.”
7.
Mengajarkan Al-Qur’an adalah pedoman,
bukan sekadar kumpulan aturan
Pedoman hidup harus ajarkan manusia
cara melihat dunia.
Misalnya:
Melihat hujan:
bukan hanya “hujan turun”, tapi juga bersyukur dan menjaga air.
Melihat hewan:
bukan hanya “hewan untuk dimanfaatkan”, tapi juga perlakukan makhluk dengan
baik.
Melihat gunung:
bukan hanya “gunung itu besar”, tapi juga merenungkan kebesaran Allah dan
keteraturan alam.
Manfaat utama
1)
Al-Qur’an ubah cara melihat dunia:
2)
Tak sekadar melihat benda
Jadi melihat tanda.
3)
Tak sekadar menikmati
Jadi bersyukur.
4)
Tak sekadar tahu.
Jadi ambil pelajaran.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.






0 comments:
Post a Comment