Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label QURAN PEDOMAN HIDUP TAPI BAHAS GUNUNG. Show all posts
Showing posts with label QURAN PEDOMAN HIDUP TAPI BAHAS GUNUNG. Show all posts

Thursday, September 17, 2026

60185. QURAN PEDOMAN HIDUP TAPI BAHAS GUNUNG








QURAN PEDOMAN HIDUP KENAPA BAHAS GUNUNG

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

Quran pedoman hidup manusia

Kenapa membahas gunung dan alam?


Jawaban.

 

1)        Betul, Al-Qur’an petunjuk hidup manusia.

 

2)        Tak berarti isinya hanya bahas

 

a.        Salat.

b.        Puasa.

c.        Aturan sosial.

 

Al-Qur’an juga ajak manusia.

Belajar dari alam:

 

1)        Gunung.

2)        Unta.

 

3)        Langit.

4)        Hujan.

 

5)        Tumbuhan.

6)        Laut.

7)        Manusia.

 

Penjelasan.

 

A.       Quran bahas gunung

Bukan manusia harus jadi ahli geologi

 

(QS. An-Naba’ 78:7)

 

وَالْجِبَالَ أَوْتَادًا 

 

Dan gunung-gunung sebagai pasak?,

 

Catatan.

 

1)        “Dan gunung-gunung sebagai pasak.”

2)        Gunung tanda untuk direnungkan.

 

Logikanya

 

1)        Manusia melihat gunung → menyadari bumi sangat besar.

 

2)        Manusia melihat kokohnya gunung → menyadari keteraturan alam.

 

3)        Dari keteraturan alam → manusia berpikir tentang siapa yang menciptakannya.

 

 

4)        Dari situ → manusia belajar rendah hati dan tidak merasa dirinya pusat alam semesta.

 

5)        Gunung jadi objek pelajaran, bukan sekadar informasi.

 

B.       Mengapa unta?

 

1)        “Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan?”


(QS. Al-Ghasyiyah 88:17)

 

1)        Mengapa unta.

Bukan hanya manusia?

 

2)        Unta dekat kehidupan masyarakat Arab.

3)        Saat Al-Qur’an turun.

 

4)        Unta contoh nyata

 

a.        Makhluk luar biasa

b.        Hidup di lingkungan gurun.

 

1)        Manusia berpikir:

 

“Mengapa tubuh hewan ini mampu bertahan dalam lingkungan sangat keras?”

 

2)        Pertanyaan itu bawa manusia dari melihat → berpikir → pahami → bersyukur pada Allah.

 

C.       Al-Qur'an bukan buku biologi atau geologi

 

1)        Ini penting.

2)        Al-Qur’an diturunkan bukan buku teks ilmu pengetahuan.

 

Tujuan utama Quran

1)        Membimbing manusia pada iman, akhlak, tanggung jawab, dan hidup yang benar.

 

3)        Untuk sampaikan petunjuk itu.

4)        Al-Qur’an pakai contoh kehidupan nyata.

 

Seperti guru mengajar murid.

 

1)        Guru tidak hanya berkata:

“Jadilah orang yang baik.”

 

2)        Guru bisa menunjuk pohon dan berkata:

 

“Lihat pohon itu. Ia memberi buah dan naungan. Manusia juga harus memberi manfaat.”

 

1)        Objeknya pohon.

2)        Tapi pelajaran tentang manusia.

 

D.       Banyak contoh di Al-Qur'an

 

1)        Gunung

Ajak melihat kebesaran dan keteraturan ciptaan.

 

2)        Unta

Ajak perhatikan makhluk dan kemampuan penciptaannya.

 

3)        Lebah

Ajarkan perhatikan kehidupan makhluk kecil.


(QS. An-Nahl 16:68–69)

 

4)        Semut

Kehidupan sosial dan komunikasi makhluk.


(QS. An-Naml 27:18)

 

5)        Laba-laba

Perumpamaan hal tampak kuat tapi rapuh.


(QS. Al-'Ankabut 29:41)

 

6)        Hujan

Tanda kehidupan dan kebangkitan.


(QS. An-Nahl 16:65)

 

7)        Malam dan siang

Perhatikan keteraturan alam.


(QS. Ali 'Imran 3:190)

 

8)        Diri manusia sendiri

Memperhatikan dirinya.


(QS. Adz-Dzariyat 51:21)

 

E.       Logika

 

1)        Al-Qur’an tidak hanya berkata:

“Percayalah.”

 

2)        Tetapi berkali-kali ajak manusia:

“Lihat.”
“Perhatikan.”

“Pikirkan.”
“Ambil pelajaran.”

“Kenali kebesaran Allah.”
“Perbaiki kehidupan.”

 

3)        Al-Qur’an banyak sebut alam semesta dan makhluk hidup.

 

F.        Sangat cocok ilmu pengetahuan

 

Sains mulai dari:

1)        amati → bertanya → teliti → temukan pola → pahami.

 

Al-Qur’an sering pakai pola:

1)        melihat → berpikir → ambil pelajaran.

 

Bedanya.

1)        Sains

Jelaskan cara sesuatu bekerja.

 

2)        Al-Qur’an

 

a.        Ajak manusia bertanya makna, tanggung jawab, dan hubungan manusia dengan Penciptanya.

 

Contoh:

1)        Ilmuwan melihat gunung dan meneliti batuan, lempeng bumi, vulkanisme, dan sebagainya.

 

2)        Mukmin melihat gunung lalu bertanya:

 

“Apa yang dapat saya pelajari dari keteraturan ciptaan Allah?”

 

3)        Keduanya tidak harus bertentangan.

 

Kesimpulan

 

1)        Al-Qur’an bahas gunung, unta, lebah, semut, hujan, laut, langit, dan sebagainya

 

2)         Bukan tujuan utama Al-Qur’an.

 

3)        Semua itu tanda dan contoh untuk mendidik manusia.

 

 

Sederhana

 

1)        Al-Qur’an bahas alam.

Agar manusia belajar memahami kehidupan.

 

2)        Alam adalah “buku terbuka”.

 

3)        Al-Qur’an ajarkan manusia cara baca tanda di dalamnya.

 

G.      Apa manfaatnya

 

Al-Qur’an bahas gunung, unta, langit, hujan, tumbuhan, hewan, dan alam lainnya.

 

Agar manusia tidak hanya baca ayat, tapi juga belajar dari kehidupan nyata.

 

1.        Membuat manusia berpikir

 

Contoh: melihat gunung yang sangat besar membuat kita bertanya:

 

“Bagaimana semua ini bisa ada dan teratur?”

 

Jadi Al-Qur’an mendorong akal untuk berpikir, bukan hanya menghafal.

 

2.        Menambah rasa Syukur

 

Melihat unta, tumbuhan, air, hujan, udara, dan makanan membuat manusia sadar:

 

“Ternyata hidup saya bergantung pada begitu banyak pemberian Allah.”

 

Akibatnya, manusia tidak sombong.

 

3.        Mengajarkan manusia mengambil Pelajaran

 

Unta bukan sekadar hewan. Kita bisa belajar tentang kemampuan beradaptasi.

 

Semut bukan sekadar serangga.

Kita bisa melihat kerja sama dan keteraturan.

 

Hujan bukan sekadar air.

Kita melihat sesuatu yang mati dapat hidup kembali.

 

4.        Menghubungkan iman dengan kehidupan sehari-hari

 

Iman tidak hanya berada di masjid.

Ketika melihat:

 

  • gunung,
  • sawah,
  • laut,

 

  • hewan,
  • hujan,
  • tubuh manusia,

 

semua bahan renungan kebesaran Allah.

 

5.        Mendorong ilmu pengetahuan

 

Manusia diperintah perhatikan dan berpikir.

 

Terdorong amati alam.

Dari pengamatan lahirlah:


pertanyaan → penelitian → ilmu → teknologi → manfaat bagi manusia.

 

6.        Mengajarkan manusia rendah hati

 

Manusia sering merasa dirinya hebat.

 

Melihat gunung  sangat besar, laut luas, langit tak terjangkau, dan alam sangat kompleks.

 

Manusia sadar:

“Saya hanya bagian kecil dari ciptaan Allah.”

 

7.        Mengajarkan Al-Qur’an adalah pedoman, bukan sekadar kumpulan aturan

 

Pedoman hidup harus ajarkan manusia cara melihat dunia.

 

Misalnya:

 

Melihat hujan:


bukan hanya “hujan turun”, tapi juga bersyukur dan menjaga air.

 

Melihat hewan:


bukan hanya “hewan untuk dimanfaatkan”, tapi juga perlakukan makhluk dengan baik.

 

Melihat gunung:


bukan hanya “gunung itu besar”, tapi juga merenungkan kebesaran Allah dan keteraturan alam.

 

Manfaat utama

 

1)        Al-Qur’an ubah cara melihat dunia:

 

2)        Tak sekadar melihat benda

Jadi melihat tanda.

 

3)        Tak sekadar menikmati

Jadi bersyukur.

 

4)        Tak sekadar tahu.

Jadi ambil pelajaran.

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.

 

 

 

Bottom of Form