Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Sunday, September 20, 2026

60201. PLUS MINUS 2 PARTAI TANPA PENJILAT







PLUS MINUS NEGARA 2 PARTAI TANPA PENJILAT

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Untung dan rugi

Negara punya 2 partai

 

Yaitu:

 

1)        Partai Pemerintah

2)        Partai Oposisi

 

3)        Tanpa Partai Penjilat.

 

Dalam Al-Qur’an.

 

1)        Yang ditekankan

2)        Bukan jumlah partainya.

 

3)        Tapi

 

a.        Keadilan.

b.        Amanah.

 

c.        Musyawarah.

d.        BERANI KOREKSI kesalahan.

 

A.                Keuntungannya

Yaitu:

 

1)        Pemerintah lebih mudah diawasi

2)        Pemerintah tak merasa selalu benar

 

3)        Oposisi bisa jadi sumber Solusi

4)        Kekuasaan punya pengimbang

 

Penjelasan.

 

1.        Pemerintah mudah diawasi

 

 

1)        Oposisi dapat bertanya:

 

2)        Mengapa anggaran sebesar itu?

3)        Mengapa kebijakan ini dibuat?

 

4)        Apa hasil program pemerintah?

5)        Apakah ada penyalahgunaan kekuasaan?

 

6)        Sejalan amar makruf nahi mungkar:

 

a.        Mengajak pada kebaikan.

b.        Mencegah kemungkaran.

 

 

“Dan hendaklah ada di antara kamu ada segolongan umat menyeru pada kebajikan, menyuruh pada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.”


QS. Ali 'Imran 3:104.

 

1)        Kritik yang benar

2)        Bukan memusuhi pemerintah.

 

2.        Pemerintah tidak merasa selalu benar

 

1)        Jika semua orang di sekeliling pemimpin.

2)        Hanya berkata:

 

a.        “Bapak benar.”

b.        “Kebijakan Bapak pasti bagus.”

c.        “Tidak ada yang salah.”

 

 

3)        Pemimpin hilang info

4)        Kondisi nyata.

 

 

Logikanya

1)        Pujian terus-menerus → kritik berkurang → kesalahan lebih sulit diketahui.

 

Sebaliknya:

 

1)        Pujian + kritik → info lebih lengkap → keputusan dapat diperbaiki.

 

 

3.        Oposisi bisa jadi sumber Solusi

 

1)        Oposisi sehat

2)        Tak hanya berkata:

 

“Pemerintah salah.”

 

 

3)        Tapi juga:

 

a.        “Masalahnya di sini.

b.        Datanya seperti ini.

c.        Alternatifnya ini.”

 

 

1)                Ini lebih bermanfaat

2)                Bagi rakyat.

 

 

4.        Kekuasaan punya pengimbang

 

1)        Al-Qur'an ingatkan manusia.

 

a.        Tak ikuti hawa nafsu

b.        Dalam ambil keputusan:

 

“Jangan bencimu pada suatu kaum mendorong kamu berlaku tidak adil. Berlaku adillah...”


QS. Al-Ma'idah 5:8.

 

Prinsip ini berlaku

 

1)        Bagi Pemerintah

2)        Oposisi.

 

a.        Pemerintah

Jangan salah gunakan kekuasaan.

 

b.        Oposisi

 

Jangan mengkritik

Hanya karena benci pemerintah.

 

 

B.               Kerugiannya

 

Yaitu:

 

1)        Bertengkar politik terus-menerus

2)        Oposisi menolak hal yang baik

 

Penjelasan.

 

 

1.        Bisa bertengkar politik terus-menerus

 

1)        Jika Pemerintah dan Oposisi

2)        Hanya cari kelemahan lawan:

 

a.        Pemerintah:

“Oposisi selalu menghambat.”

 

b.        Oposisi:

“Pemerintah selalu salah.”

 

3)        Politik jadi perkelahian.

4)        Bukan cari solusi.

 

 

2.        Oposisi bisa menolak yang sebenarnya baik

 

Misalnya

 

1)        Pemerintah buat program bermanfaat.

2)        Oposisi menolak

 

 

3)        Hanya karena program dari Pemerintah.

4)        Hal itu tidak adil.

 

 

Prinsip Qur'an

“Tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa.”


QS. Al-Ma'idah 5:2.

 

Artinya.

 

1)        Pemerintah benar.

Oposisi katakan benar.

 

2)        Pemerintah salah.

Oposisi katakan salah.

 

5)        Jangan:

 

Pemerintah = selalu benar

 

Dan jangan pula:

Oposisi = selalu benar.

 

C.               Bagaimana dengan “tanpa penjilat”?

 

1)        Ini bagian sangat penting.

 

2)        Penjilat berbeda dengan pendukung.

 

3)        Pendukung berkata:

 

a.        “Saya dukung Anda.

b.        Tapi kalau putusan Anda salah.

c.        Saya akan ingatkan.”

 

4)        Penjilat berkata:

 

a.        “Apa pun yang Anda lakukan

b.        Pasti benar.”

 

 

Dalam logika kepemimpinan.

 

1)        Penjilat berbahaya

2)        Karena pemimpin butuh info jujur.

3)        Tak hanya pujian.

 

Al-Qur'an perintahkan amanah dan adil.

 

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat pada yang berhak menerimanya dan apabila kamu menetapkan hukum supaya menetapkan dengan adil.”


QS. An-Nisa' 4:58.

 

D.               Pemerintah dan oposisi sama-sama harus mau dikritik

 

Gambaran

 

1)        Pemerintah:

“Kami membuat kebijakan.”

 

2)        Oposisi:

“Kami periksa dampaknya.”

 

3)        Pemerintah:

“Ada data program ini berhasil.”

 

4)        Oposisi:

“Baik, tapi ada bagian perlu diperbaiki.”

 

5)        Pemerintah:

“Masukan diterima.”

 

6)        Oposisi:

“Kalau kebijakan ini memang bermanfaat, kami dukung.”

 

Ini lebih sehat daripada:

 

1)        Pemerintah → semua harus memuji.

 

atau:

 

2)        Oposisi → semua harus ditolak.

 

E.               Hubungan dengan musyawarah

 

1)        Al-Qur'an memuji orang yang:

 

“...urusan mereka diputuskan dengan musyawarah...”


QS. Asy-Syura 42:38.

 

2)        Musyawarah butuh beda pendapat.

 

Bayangkan

Keluarga ingin membeli mobil.

 

3)        Ayah berkata:  beli A.

4)        Ibu berkata: A terlalu mahal.

5)        Anak berkata: B lebih hemat.

6)        Yang lain beri kelemahan B.

 

Setelah semua info diperiksa.

Putusan lebih matang.

 

Begitu pula negara.

1)                Perbedaan pendapat

2)                Tak otomatis permusuhan.

 

Kesimpulan

 

1)        Sistem pemerintah + oposisi

2)        Beri pengawasan dan koreksi.

 

3)        Tapi hasilnya sangat bergantung

4)        Pada perilaku 2 pihak.

 

 

Prinsip Qur'an

BUKAN

1)        Pemerintah selalu benar + Oposisi

Selalu salah

 

2)        Pemerintah selalu salah + Oposisi

Selalu benar.

 

Tapi :

 

1)        Pemerintah jalankan Amanah

2)        Oposisi mengawasi

 

3)        Pemerintah mau dikritik

4)        Oposisi jujur

 

5)        Fakta diperiksa

6)        Keputusan diperbaiki

 

7)        Kepentingan rakyat diutamakan.

 

Maksud yang lebih sehat

 

1)        Tak ada orang benarkan kesalahan

2)        Hanya karena kepentingan politik.

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.

 

 

Bottom of Form