Wednesday, September 23, 2026

60213. MENGAPA PEMIMPIN TAK MAU DIKRITIK

 




MENGAPA PEMIMPIN TAK MAU DIKRITIK DI QURAN

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

 

Kenpa ada pemimpin

Yang tak mau dikritik?

 

Jawaban.

 

1)        Kekuasaan bisa membuat orang merasa selalu benar.

 

2)        Al-Qur'an tunjukkan

 

Pemimpin harus dikontrol oleh

 

a.        Kebenaran.

b.        Keadilan.

 

c.        Nasihat.

d.        Musyawarah.

 

Mengapa ada pemimpin yang tidak mau dikritik?

 

Jawaban.

 

1)        Merasa kekuasaan = kebenaran.

 

2)        Kritik dianggap serangan harga diri

 

3)        Pemimpin bisa terjebak oleh orang yang selalu memuji

 

4)        Al-Qur'an ajarkan MUSYAWARAH

 

5)        Mengapa Fir'aun jadi contoh ekstrem?

 

6)        Banyak contoh dalam hidup

 

7)        Takut hilang kekuasaan

 

8)        Kritik juga tak semua benar

 

9)        Pemimpin baik tak harus mengikuti semua kritik

 

10)  Dalam logika, mengapa kritik diperlukan?

 

Peenjelasan.

 

A.       Pemimpin merasa kekuasaan = kebenaran.

 

1)        Pola pikirnya:

 

“Saya pemimpin, berarti keputusan saya harus benar.”

 

2)        Padahal jabatan

Tak otomatis orang jadi benar.

 

3)        Al-Qur'an beri peringatan pada Nabi Dawud yang jadi penguasa:

 

“Maka beri keputusan di antara manusia dengan benar dan jangan mengikuti hawa nafsu...”


QS. Sad 38:26.

 

Artinya menarik:

 

1)         Pemimpin saleh

 

a.        Tetap diberi peringatan

b.        Agar tak ikuti hawa nafsu.

 

 

B.       Kritik dianggap serangan terhadap harga diri

 

1)        Ada pemimpin sulit bedakan:

 

“Keputusan saya dikritik”

 

2)        Dengan

 

“Saya sebagai manusia dihina.”

 

3)        Padahal keduanya berbeda.

 

Contoh:

 

1)        “Bapak pemimpin bodoh.”

 

Itu menyerang orangnya.

 

2)        Tetapi:

 

a.                “Kebijakan ini berisiko

b.                Karena anggarannya besar

c.                Tapi hasilnya belum jelas.”

 

Itu kritik kebijakan.

 

4)        Penting dalam diskusi sehat:

 

a.        Bantah argumennya.

b.        Jangan hina orangnya.

 

C.       Pemimpin bisa terjebak oleh orang-orang yang selalu memuji

 

1)        Ini bahayanya.

 

2)        Awalnya:

Pemimpin → mendengar kritik.

 

3)        Lama-lama:

Pemimpin → hanya mendengar orang yang setuju.

 

4)        Akhirnya:

Pemimpin → mengira semua orang mendukungnya.

 

a.                Bisa saja orang di sekelilingnya.

b.                 Takut berbicara.

 

5)        Seperti sebuah mobil:

 

a.        mesin rusak → lampu indikator menyala → pengemudi marah pada lampunya.

 

6)        Padahal lampu indicator

Bukan sebab kerusakan.

 

7)        Kritik juga seperti indikator.

 

8)        Kritik belum tentu benar.

9)        Tapi jangan langsung matikan indikatornya.

 

10)   Periksa dulu

 

11)  Apakah ada masalah.

 

 

D.       Al-Qur'an ajarkan MUSYAWARAH

 

1)        Allah memuji orang yang:

 

“Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah.”


QS. Asy-Syura 42:38.

 

2)        Pemimpin dalam Al-Qur'an

 

BUKAN:

 

a.        “Saya pemimpin.

b.        Kalian harus diam.”

 

 

3)        Tetapi:

 

a.        “Saya pemimpin.

b.        Mari kita dengarkan pendapat

c.        Periksa benarnya.”

 

 

Nabi Muhammad ﷺ diperintahkan:

“...dan musyawarah dengan mereka dalam urusan itu.”


QS. Ali Imran 3:159.

 

Musyawarah

1)        Bukan tanda pemimpin lemah.

 

2)        Tapi pemimpin sadar:

“Saya tidak tahu semuanya.”

 

 

E.       Fir'aun jadi contoh ekstrem

 

1)        Al-Qur'an beri contoh

2)        Pemimpin sangat berbeda.

3)        Fir'aun digambarkan:

 

“Sungguh, Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi

 

Dan menjadikan penduduknya berkelompok-kelompok...”

 


QS. Al-Qasas 28:4.

 

Masalahnya

 

1)        Tak sekadar punya kekuasaan.

 

2)        Masalahnya kekuasaan

 

a.         Untuk menindas

b.        Pertahankan dominasi.

 

 

4)        Nabi Musa datang menegur.

 

5)        Fir'aun tidak katakan:

 

a.        “Mari kita periksa.

b.        Apakah perkataan Musa benar.”

 

6)        Tapi Sebaliknya.

 

a.        Firaun menyerang Musa

b.        Dengan label.

 

7)        Al-Qur'an catat perkataannya:

 

“Sesungguhnya dia benar-benar seorang penyihir yang pandai.”


QS. Asy-Syu'ara 26:34.

 

 

Ini contoh penting:

 

1)        Argumen → tidak dijawab → tapi orangnya yang diserang.

 

 

2)        Dalam logika modern

Mirip ad hominem.

 

Contoh  — Pemimpin Daerah

 

1)        Masyarakat katakan:

 

“Jalan ini cepat rusak.”

 

2)        Pemimpin sehat:

 

“Mari kita lihat kualitas pekerjaan dan kontraknya.”

 

3)        Pemimpin anti-kritik:

 

“Masyarakat hanya cari kesalahan Pemerintah.”

 

a.        Padahal kritik jadi info.

b.        Pemperbaiki pelayanan.

 

 

F.        Ada juga pemimpin tidak suka kritik karena takut hilang kekuasaan

 

 

Secara logika

Kritik ancam 3 hal:

 

Yaitu:

1)        Citra.

2)        Wibawa.

3)        Kekuasaan.

 

1.        Citra

 

“Kalau saya akui salah, orang anggap saya buruk.”

 

2.        Wibawa

 

“Kalau saya mengalah, nanti orang tidak hormati saya.”

 

3.        Kekuasaan

 

“Kalau mempertanyakan saya, posisi saya bisa terganggu.”

 

1)        Berbeda:

 

Akui salah ≠ hilang wibawa.

 

2)        Pemimpin dapat berkata:

 

“Saya keliru. Setelah diperiksa, kritik itu benar. Kita perbaiki.”

 

 

a.        Itu bukan kekalahan.

b.        Itu jujur intelektual.

 

G.      Kritik tidak semua benar

 

1)        Ini juga penting.

 

2)        Al-Qur'an tak ajarkan:

“Semua kritik pasti benar.”

 

3)        Tapi.

Kritik harus diperiksa.

 

4)        Misalnya:

A katakan: “Proyek ini gagal.”

 

5)        Jangan langsung percaya.

 

6)        Tanyakan:

 

 

a.        Apa datanya?

b.        Apa faktanya?

 

c.        Apa ukuran keberhasilannya?

d.        Dari mana sumber informasinya?

 

e.        Apakah ada bukti?

f.  Apakah ada penjelasan dari pihak yang dikritik?

 

7)        Sikap yang benar

 

a.        Bukan anti-kritik

b.        Bukan pula percaya semua kritik.

 

8)        Tetapi:

 

Dengar → periksa → pikirkan → ambil yang benar → perbaiki jika memang salah.

 

 

H.       Pemimpin baik tidak harus ikuti semua kritik

 

 

1)        Ini juga penting.

 

2)        Misalnya 10 orang mengkritik.

 

 

3)        Pemimpin tidak wajib katakan:

“Baik, semua kritik saya ikuti.”

 

4)        Pemimpin boleh berkata:

 

“Saya sudah dengar kritiknya. Setelah diperiksa, sebagian benar dan sebagian tidak. Yang benar kita perbaiki.”

 

a.        Dengar kritik ≠ harus ikuti kritik.

 

b.        Yang penting

Kritik diperiksa.

 

Daalam logika.

Mengapa kritik diperlukan?

 

1)        Bayangkan

Orang melihat wajahnya sendiri.

 

2)        Dia butuh cermin.

 

3)        Dalam cermin rambut berantakan

 

Ada 2 pilihan:

 

a.        Pecah cermin.

b.        Rapikan rambut.

 

 

4)        Orang  bijaksana pilih B.

a.        Kritik seperti cermin sosial.

b.        Tak semua cermin sempurna.

 

5)        Tapi hancurkan semua cermin.

 

a.         Tak suka lihat wajah sendiri .

b.        Juga bukan solusi.

 

 

 

Rumus

 

Pemimpin sehat:

 

1)        Kritik → didengar → diperiksa → benar → diperbaiki.

 

Pemimpin anti-kritik:

 

1)        Kritik → dianggap serangan → penyerang dicari → kritik dibungkam → masalah tetap ada.

 

Pemimpin lebih berbahaya:

 

1)        Kritik → dilarang → bawahan takut → semua memuji → pemimpin hilang informasi → putusan makin salah.

 

Kesimpulan

 

Menurut Al-Qur'an dan logika.

Pemimpin tak kebal terhadap koreksi.

 

Sebab:

 

1)        pemimpin tetap manusia → manusia bisa salah → perlu nasihat, musyawarah, pemeriksaan, dan kritik.

 

Prinsipnya:

1)        Jangan cari pemimpin tak pernah dikritik.

 

2)        Cari sistem kepemimpinan.

 

a.        Pemimpin bisa dikritik sopan.

b.        Data kritik diperiksa

c.        Kebenaran jadi tujuan.

 

Prinsip diskusi sehat

 

1)        Serang argumennya, jika salah.

2)        Jangan hina orangnya.

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.

 

 

 

0 comments:

Post a Comment