MENGAPA PEMIMPIN TAK MAU DIKRITIK DI QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kenpa ada pemimpin
Yang tak mau dikritik?
Jawaban.
1)
Kekuasaan bisa membuat orang merasa selalu
benar.
2)
Al-Qur'an tunjukkan
Pemimpin harus dikontrol oleh
a.
Kebenaran.
b.
Keadilan.
c.
Nasihat.
d.
Musyawarah.
Mengapa ada pemimpin yang tidak mau dikritik?
Jawaban.
1)
Merasa kekuasaan = kebenaran.
2)
Kritik dianggap serangan harga diri
3)
Pemimpin bisa terjebak oleh orang yang
selalu memuji
4)
Al-Qur'an ajarkan MUSYAWARAH
5)
Mengapa Fir'aun jadi contoh
ekstrem?
6)
Banyak contoh dalam hidup
7)
Takut hilang kekuasaan
8)
Kritik juga tak semua benar
9)
Pemimpin baik tak harus mengikuti
semua kritik
10) Dalam logika, mengapa kritik diperlukan?
Peenjelasan.
A. Pemimpin merasa kekuasaan = kebenaran.
1)
Pola pikirnya:
“Saya pemimpin, berarti keputusan saya harus benar.”
2)
Padahal jabatan
Tak otomatis orang jadi benar.
3)
Al-Qur'an beri peringatan pada Nabi
Dawud yang jadi penguasa:
“Maka beri keputusan di antara manusia dengan benar dan jangan mengikuti
hawa nafsu...”
QS. Sad 38:26.
Artinya menarik:
1)
Pemimpin saleh
a.
Tetap diberi peringatan
b.
Agar tak ikuti hawa nafsu.
B.
Kritik dianggap serangan terhadap
harga diri
1)
Ada pemimpin sulit bedakan:
“Keputusan saya dikritik”
2)
Dengan
“Saya sebagai manusia dihina.”
3)
Padahal keduanya berbeda.
Contoh:
1)
“Bapak pemimpin bodoh.”
Itu menyerang orangnya.
2)
Tetapi:
a.
“Kebijakan ini berisiko
b.
Karena anggarannya besar
c.
Tapi hasilnya belum jelas.”
Itu kritik kebijakan.
4)
Penting dalam diskusi sehat:
a.
Bantah argumennya.
b.
Jangan hina orangnya.
C.
Pemimpin bisa terjebak oleh
orang-orang yang selalu memuji
1)
Ini bahayanya.
2)
Awalnya:
Pemimpin → mendengar kritik.
3)
Lama-lama:
Pemimpin → hanya mendengar orang yang setuju.
4)
Akhirnya:
Pemimpin → mengira semua orang mendukungnya.
a.
Bisa saja orang di sekelilingnya.
b.
Takut berbicara.
5)
Seperti sebuah mobil:
a.
mesin rusak → lampu indikator menyala
→ pengemudi marah pada lampunya.
6)
Padahal lampu indicator
Bukan sebab kerusakan.
7)
Kritik juga seperti indikator.
8)
Kritik belum tentu benar.
9)
Tapi jangan langsung matikan
indikatornya.
10) Periksa dulu
11) Apakah ada masalah.
D.
Al-Qur'an ajarkan MUSYAWARAH
1)
Allah memuji orang yang:
“Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah.”
QS. Asy-Syura 42:38.
2)
Pemimpin dalam Al-Qur'an
BUKAN:
a.
“Saya pemimpin.
b.
Kalian harus diam.”
3)
Tetapi:
a.
“Saya pemimpin.
b.
Mari kita dengarkan pendapat
c.
Periksa benarnya.”
Nabi Muhammad ﷺ diperintahkan:
“...dan musyawarah dengan mereka dalam urusan itu.”
QS. Ali Imran 3:159.
Musyawarah
1)
Bukan tanda pemimpin lemah.
2)
Tapi pemimpin sadar:
“Saya tidak tahu semuanya.”
E.
Fir'aun jadi contoh ekstrem
1)
Al-Qur'an beri contoh
2)
Pemimpin sangat berbeda.
3)
Fir'aun digambarkan:
“Sungguh, Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di bumi
Dan menjadikan penduduknya berkelompok-kelompok...”
QS. Al-Qasas 28:4.
Masalahnya
1)
Tak sekadar punya kekuasaan.
2)
Masalahnya kekuasaan
a.
Untuk menindas
b.
Pertahankan dominasi.
4)
Nabi Musa datang menegur.
5)
Fir'aun tidak katakan:
a.
“Mari kita periksa.
b.
Apakah perkataan Musa benar.”
6)
Tapi Sebaliknya.
a.
Firaun menyerang Musa
b.
Dengan label.
7)
Al-Qur'an catat perkataannya:
“Sesungguhnya dia benar-benar seorang penyihir yang pandai.”
QS. Asy-Syu'ara 26:34.
Ini contoh penting:
1)
Argumen → tidak dijawab → tapi orangnya
yang diserang.
2)
Dalam logika modern
Mirip ad hominem.
Contoh — Pemimpin Daerah
1)
Masyarakat katakan:
“Jalan ini cepat rusak.”
2)
Pemimpin sehat:
“Mari kita lihat kualitas pekerjaan dan kontraknya.”
3)
Pemimpin anti-kritik:
“Masyarakat hanya cari kesalahan Pemerintah.”
a.
Padahal kritik jadi info.
b.
Pemperbaiki pelayanan.
F.
Ada juga pemimpin tidak suka kritik
karena takut hilang kekuasaan
Secara logika
Kritik ancam 3 hal:
Yaitu:
1)
Citra.
2)
Wibawa.
3)
Kekuasaan.
1.
Citra
“Kalau saya akui salah, orang anggap
saya buruk.”
2.
Wibawa
“Kalau saya mengalah, nanti orang
tidak hormati saya.”
3.
Kekuasaan
“Kalau mempertanyakan saya, posisi
saya bisa terganggu.”
1)
Berbeda:
Akui salah ≠ hilang wibawa.
2)
Pemimpin dapat berkata:
“Saya keliru. Setelah diperiksa, kritik itu benar. Kita perbaiki.”
a.
Itu bukan kekalahan.
b.
Itu jujur intelektual.
G.
Kritik tidak semua benar
1)
Ini juga penting.
2)
Al-Qur'an tak ajarkan:
“Semua kritik pasti benar.”
3)
Tapi.
Kritik harus diperiksa.
4)
Misalnya:
A katakan: “Proyek ini gagal.”
5)
Jangan langsung percaya.
6)
Tanyakan:
a.
Apa datanya?
b.
Apa faktanya?
c.
Apa ukuran keberhasilannya?
d.
Dari mana sumber informasinya?
e.
Apakah ada bukti?
f. Apakah ada penjelasan dari pihak yang dikritik?
7)
Sikap yang benar
a.
Bukan anti-kritik
b.
Bukan pula percaya semua kritik.
8)
Tetapi:
Dengar → periksa → pikirkan → ambil
yang benar → perbaiki jika memang salah.
H.
Pemimpin baik tidak harus ikuti
semua kritik
1)
Ini juga penting.
2)
Misalnya 10 orang mengkritik.
3)
Pemimpin tidak wajib katakan:
“Baik, semua kritik saya ikuti.”
4)
Pemimpin boleh berkata:
“Saya sudah dengar kritiknya. Setelah diperiksa, sebagian benar dan
sebagian tidak. Yang benar kita perbaiki.”
a.
Dengar kritik ≠ harus ikuti kritik.
b.
Yang penting
Kritik diperiksa.
Daalam logika.
Mengapa kritik diperlukan?
1)
Bayangkan
Orang melihat wajahnya sendiri.
2)
Dia butuh cermin.
3)
Dalam cermin rambut berantakan
Ada 2 pilihan:
a.
Pecah cermin.
b.
Rapikan rambut.
4)
Orang bijaksana pilih B.
a.
Kritik seperti cermin sosial.
b.
Tak semua cermin sempurna.
5)
Tapi hancurkan semua cermin.
a.
Tak suka lihat wajah sendiri .
b.
Juga bukan solusi.
Rumus
Pemimpin sehat:
1)
Kritik → didengar → diperiksa → benar
→ diperbaiki.
Pemimpin anti-kritik:
1)
Kritik → dianggap serangan → penyerang
dicari → kritik dibungkam → masalah tetap ada.
Pemimpin lebih berbahaya:
1)
Kritik → dilarang → bawahan takut →
semua memuji → pemimpin hilang informasi → putusan makin salah.
Kesimpulan
Menurut Al-Qur'an dan logika.
Pemimpin tak kebal terhadap koreksi.
Sebab:
1)
pemimpin tetap manusia → manusia bisa
salah → perlu nasihat, musyawarah, pemeriksaan, dan kritik.
Prinsipnya:
1)
Jangan cari pemimpin tak pernah
dikritik.
2)
Cari sistem kepemimpinan.
a.
Pemimpin bisa dikritik sopan.
b.
Data kritik diperiksa
c.
Kebenaran jadi tujuan.
Prinsip diskusi sehat
1)
Serang argumennya, jika salah.
2)
Jangan hina orangnya.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.

0 comments:
Post a Comment