TRIK TERBAIK HADAPI BEDA TAFSIR DAN MAZHAB
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Cara terbaik hadapi perbedaan
1)
Tafsir Al-Qur’an.
2)
Beda Mazhab
Yaitu:
Membedakan
1)
Wahyu Allah
2)
Pemahaman manusia pada wahyu.
Cara terbaik hadapi perbedaan
1)
Tafsir Al-Qur’an.
2)
Beda Mazhab
Yaitu:
1)
Bedakan Al-Qur’an dengan tafsir
2)
Bedakan hal pokok dan cabang
3)
Jangan anggap “Mazhab saya = Islam
seluruhnya”
4)
Saat menemukan tafsir berbeda, jangan
langsung berkata “salah”
5)
Al-Qur’an mengajarkan adab ketika
berbeda
6)
Jangan menjadikan perbedaan kecil
sebagai permusuhan besar
7)
Pegangan yang sangat penting
Penjelasan.
A.
Bedakan Al-Qur’an dengan tafsir
1)
Al-Qur’an
Firman Allah.
2)
Tafsir
Usaha manusia memahami firman Allah.
3)
Jadi:
a.
“Ayatnya 1.
b.
Pemahaman bisa berbeda.”
4)
Perbedaan tafsir
a.
Tak otomatis
b.
Salah satu pihak menolak Al-Qur’an.
Contoh
QS Al-Baqarah 2:43
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ
“Dirikan salat.”
Catatan.
1)
Semua sepakat wajib salat.
Tapi dalam rincian salat.
2)
Ulama bisa berbeda
a.
Berdasar cara memahami.
b.
Dan gabungkan dalil.
B.
Bedakan hal pokok dan hal cabang
1)
Hal pokok sangat jelas.
2)
Jangan debat berlebihan.
Misalnya hal pokok:
3)
Allah itu satu.
4)
Muhammad ﷺ adalah Rasul Allah.
5)
Al-Qur’an adalah wahyu Allah.
6)
Salat itu wajib.
7)
Zakat itu wajib.
8)
Puasa Ramadan itu wajib.
9)
Kiamat dan akhirat itu benar.
a.
Tapi dalam hal cabang/fikih.
b.
Perbedaan mungkin terjadi.
Misalnya:
10) Posisi tangan ketika salat,
11) Qunut Subuh,
12) Baca basmalah suara keras atau pelan,
13) Beberapa masalah batal wudu,
14) Cara tertentu dalam ibadah.
a.
Di sini muncul.
b.
Berbagai mazhab.
C.
Jangan anggap “mazhab saya = Islam
seluruhnya”
1)
Mazhab
a.
Metode ulama pahami dan ambil hukum
b.
Dari Al-Qur’an dan Sunnah.
Ada 4 Imam Mazhab terkenal.
1)
Hanafi.
2)
Maliki.
3)
Syafii
4)
Hanbal
a.
Mereka semua
b.
Berusaha ikuti dalil.
Sikap yang sehat:
1)
“Saya ikuti pendapat ini
2)
Menurut saya dalil dan penjelasan
ulama.
3)
ini lebih saya pahami.
4)
Tapi saya tak otomatis
5)
Anggap Muslim
6)
Ikuti pendapat lain
7)
Sebagai sesat.”
D.
Saat menemukan tafsir berbeda, jangan
langsung berkata “salah”
1)
Gunakan urutan:
a.
Ayat → bahasa Arab → konteks ayat →
ayat lain → hadis → pendapat ulama → alasan masing-masing.
2)
Kita memahami
3)
Mengapa terjadi perbedaan.
Ini lebih ilmiah
Daripada:
1)
“Saya tidak setuju, berarti dia
salah.”
E.
Al-Qur’an mengajarkan adab ketika
berbeda
Allah berfirman:
فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ
فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ
“Jika kamu berselisih dalam sesuatu,
maka kembalikan pada Allah dan Rasul.”
QS An-Nisa’ 4:59
Artinya.
1)
Saat terjadi perbedaan.
2)
Jangan jadikan
a.
Ego.
b.
Kelompok.
c.
Fanatik
3)
Sebagai hakim.
Tapi kembali pada:
1)
Al-Qur’an
2)
Sunah.
3)
Bantuan ilmu.
4)
Penjelasan ulama.
F.
Jangan jadikan beda kecil sebagai musuh
besar
a.
Misalnya
a.
Orang salat dengan cara berbeda.
b.
Karena ikuti mazhab tertentu.
b.
Jangan langsung:
“Salatmu salah!”
c.
Lebih baik:
a.
“Saya pahami masalah ini.
b.
Berdasar pendapat ulama A.
c.
Anda ikuti pendapat ulama B.
d.
Mari kita lihat dalilnya.”
a.
Ini diskusi ilmu.
b.
Bukan pertengkaran.
Allah berfirman:
وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Bantah mereka dengan cara lebih
baik.”
QS An-Nahl 16:125
G.
Pegangan penting
Rumusnya:
1)
BEDA PENDAPAT ≠ BEDA IMAN
Beda pendapat bukan beda iman.
2)
BEDA MAZHAB ≠ BEDA AGAMA
Beda Mazhab bukan beda agama.
3)
BEDA TAFSIR ≠ BEDA AL-QUR’AN
Beda tafsir bukan beda Quran.
Yang perlu dijaga
1)
Adab.
2)
Persaudaraan.
3)
Jujur ilmiah.
Jangan pula sebaliknya:
1)
Atas nama toleransi.
a.
Kita sebut semua tafsir
b.
Pasti sama benarnya.
Tidak demikian.
1)
Ada tafsir lebih kuat
2)
Ada yang lebih lemah
3)
Berdasarkan
a.
Bahasa.
b.
Konteks.
c.
Hadis.
d.
Kaidah ilmu tafsir.
Sikap terbaik:
1)
Teguh pada prinsip.
2)
Terbuka terhadap dalil.
3)
Hormati ulama.
4)
Jangan fanatik buta.
5)
Bedakan pokok dan cabang
6)
Diskusikan argument.
7)
Bukan menghina orang.
Itu seimbang
1)
Pegang teguh pada agama
2)
Hormati beda ijtihad.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.


0 comments:
Post a Comment