Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Showing posts with label ORANG PARPOL DEKAT MUNAFIK. Show all posts
Showing posts with label ORANG PARPOL DEKAT MUNAFIK. Show all posts

Wednesday, September 23, 2026

60215. APA BENAR ORANG PARPOL DEKAT MUNAFIK

 


APA BENAR ORANG PARPOL DEKAT MUNAFIK

Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, MM

 

 

 

Benarkah orang partai politik

Mudah sikap munafik?

 

Jawaban

 

1)        Bisa terjadi.

 

2)        Tapi tak benar

Semua orang partai politik mudah munafik.

 

Al-Qur'an TIDAK sebut

 

1)        Orang partai = munafik.

 

Yang dikritik Al-Qur'an

 

1)        Sifat manusia

2)        Utamakan kepentingan kelompok.

 

3)        Daripada

 

a.        Kebenaran.

b.        Keadilan.

 

Hal itu bisa terjadi pada:

 

1)        Semua orang.

2)        Orang partai.

 

3)        Pejabat.

4)        Orang biasa.

 

Penjelasan.

 

A.        Mengapa politik bisa jadi lahan muncul munafik?

 

 

1)        Secara logika.

2)        Politik punya tekanan:

 

a.        ingin dapat suara;

b.        pertahankan jabatan;

 

c.        jaga kekompakan partai;

d.        butuh dukungan kelompok;

 

e.         kepentingan kekuasaan

f.  Kebutuhan materi.

 

3)        Akibatnya.

Orang alami benturan:

 

a.                Kebenaran ↔ kepentingan partai

 

Misalnya:

1)        Jika lawan korupsi

Maka dikecam.

 

2)        Orang kelompok sendiri korupsi

Dicari alasan membela.

 

Ini contoh standar ganda.

 

B.        Al-Qur'an perintah melawan fanatic kelompok

 

QS. An-Nisa' (4:135)

 

“Jadilah kamu penegak keadilan, jadi saksi karena Allah, walaupun pada dirimu sendiri...”


Perhatikan:

 “Meskipun pada dirimu sendiri.”

 

Diterapkan dalam politik:

 

1)        Partai saya salah → saya katakan salah.

2)        Partai saya benar → saya katakan benar.

 

3)        Lawan saya benar → saya harus katakan benar.

 

4)        Lawan saya salah → saya katakan salah.

 

Jadi ukuran Al-Qur'an

BUKAN

 

1)        “Siapa kelompoknya?”

 

5)        Tapi:

“Apa yang benar dan adil?”

 

Tafsir Ibn Kasir

 

1)         Ayat ini tekankan

2)        Saksi harus benar

 

3)         Tak putar balik.

4)        Tak disembunyikan.

 

C.        Conto “munafi politik”

 

Contoh  — Korupsi

 

1)        Partai A:

“Korupsi harus diberantas!”

 

2)        Kader partai A kena kasus:

 

a.        “Jangan buru-buru menghakimi.

b.        Dia belum tentu salah.”

 

3)        Kader Partai B kena kasus:

“Itulah bukti partainya korup!”

 

Masalahnya

 

1)        Bela orang  belum terbukti bersalah.

2)        Itu bisa benar.

 

Tapi Masalahnya

 

1)        Beda standar pembelaan.

2)        Karena orangnya

3)        Dari kelompok sendiri.

 

Contoh  — Kritik

 

1)        Saat lawan kritik Pemerintah:

“Ini kritik bagus.”

 

2)        Anggota kelompok sendiri kritik:

 

a.        “Jangan membuat gaduh.

b.         Harus solid!”

 

3)        Padahal kritik yang sama

4)        Bisa saja benar.

 

Contoh  — Janji politik

 

1)        Sebelum dapat jabatan:

“Kami berjuang untuk rakyat kecil.”

 

2)        Setelah dapat jabatan:

 

a.        “Tunggu dulu.

b.        Keadaan tidak memungkinkan.”

 

 

D.        Al-Qur'an beri contoh orang bersumpah untuk menyenangkan manusia

 

QS. At-Taubah 9:62

 

1)        Orang bersumpah pada manusia

2)        Untuk cari rida manusia.

 

3)        Allah dan Rasul-Nya

4)        Lebih berhak dicari ridanya.

 

Prinsip politik:

1)        Menyenangkan kelompok

2)        Lebih penting daripada kebenaran.

 

Orang bisa berkata:

 

1)        “Saya tahu itu salah.

2)        Tapi kalau saya sebut salah.

3)        Kelompok saya marah.”

 

a.        Loyal pada  kelompok

b.        Kalahkan prinsip kebenaran.

 

E.        Ciri perlu diperhatikan

 

1)        Bukan “dia anggota partai atau bukan”.

2)        Tapi melihat perilakunya.

 

Perilaku diwaspadai:

 

1)        Benar, jika dibuat kelompoknya.

2)        Salah, jika dibuat lawannya.

 

3)        Membela orangnya.

4)        Bukan periksa argumennya.

 

5)        Diam

Pada kesalahan teman.

 

6)        Sangat keras

Pada kesalahan lawan.

 

a.        Mengubah pendapat

b.        Bukan bukti baru.

c.        Tapi kepentingan kelompok.

 

7)        Memuji pemimpin

Saat dapat keuntung.

 

8)        Menyerang

Saat hilang keuntungan.

 

8)        Katakan A

Di depan public.

 

9)        Melakukan B

Saat berkuasa.

 

10)  Pakai agama atau moral.

Hanya jika kelompoknya untung.

 

F.         Tapi jangan cepat sebut “dia munafik”

 

1)        Ini penting.

 

2)        Al-Qur'an bahas munafik.

Soal hati dan perilaku.

 

3)        Tapi manusia

 

a.                Tak tahu isi hati orang lain

b.                Secara sempurna.

 

 

 

QS. Al-Munafiqun 63

 

1)        Gambaran orang munafik

2)        Secara lahir sebut sesuatu

 

3)        Tapi dalam batinnya.

4)        Sangat berbeda.

 

Lebih aman katakan:

1)        “Perbuatan itu standar ganda.”

 

Daripada:

 

1)        “Dia pasti orang munafik.”

 

a.        Manusia menilai perbuatan terlihat.

b.        Tapi tak sembarangan

c.        Menghakimi isi hati.

 

Rumusnya

 

1)        Politik + kepentingan kelompok + hilangnya prinsip

 

2)        Risiko munafik/standar ganda meningkat.

 

Tetapi:

1)        Politik + amanah + kritik + transparansi + keadilan

 

2)        Tetap jalankan berprinsip.

 

Pesan penting Al-Qur'an.

 

1)        Jangan jadikan partai

Sebagai ukuran kebenaran.

 

2)        Jadikan kebenaran

Sebagai ukuran partai.

 

Pada partai sendiri.

Muslim berani berkata:

 

1)        “Ini benar kalau memang benar.

2)        Dan ini salah kalau memang salah.”

 

3)        Itu semangat QS. An-Nisa' 4:135.

 

 

Sumber

 

1)                Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.

2)                Tafsirq.com

3)                ChatGPT.

 

 

Top of Form

 

Bottom of Form