SEMUA JENIS SABAR DI QURAN DAN LOGIKA
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Dalam Al-Qur’an.
1)
Sabar
Tak hanya menahan marah.
2)
Sabar
a.
Kemampuan tetap di jalan benar.
b.
Saat hadapi hal berat.
Segala jenis sabar
Yaitu:
1)
Sabar dalam taat kepada Allah
2)
Sabar meninggalkan dosa
3)
Sabar menghadapi musibah
4)
Sabar hadapi kemiskinan dan kesulitan
ekonomi
5)
Sabar menghadapi orang lain
6)
Sabar menahan marah
7)
Sabar berdakwah dan menyampaikan
kebenaran
8)
Sabar dalam mencari ilmu
9)
Sabar menunggu hasil
10) Sabar ketika dapat kesenangan
11) Sabar terhadap hawa nafsu
12) Sabar bukan berarti pasif
Penjelasan.
A.
Sabar taat pada Allah
1)
Tetap jalankan kebaikan.
2)
Meskipun malas, capek, atau tak ada yang
melihat.
3)
“Bersabarlah dalam melakukan perintah
Tuhanmu.”
QS. Al-Muddassir 74:7
Logikanya:
1)
Jika berbuat sesuatu
a.
Saat sedang semangat.
b.
Maka mudah berhenti.
2)
Sabar buat kewajiban
3)
Tak bergantung pada perasaan.
Contoh:
4)
Tetap salat
Saat malas,
5)
Tetap jujur
Saat bohong lebih untung
6)
Tetap belajar
Meskipun sulit.
B.
Sabar meninggalkan dosa
1)
Sabar tak hanya bertahan dari derita.
2)
Tapi juga menahan diri dari yang diinginkan
3)
Tapi dilarang Allah.
Contoh:
1)
Ada kesempatan korupsi → menolak,
2)
Marah → tak menghina,
3)
Kesempatan selingkuh → menahan diri,
4)
Uang bukan hak → tak ambil.
Logika:
1)
Keinginan berkata,
“Ambil sekarang.”
2)
Akal dan iman berkata,
“Jangan, akibatnya lebih besar.”
3)
Ini kekuatan kendali diri.
C.
Sabar hadapi musibah
QS. Al-Baqarah 2:155
“Berikan kabar gembira kepada oorang
yang sabar.”
Musibah bisa berupa:
1)
kehilangan orang dicintai,
2)
sakit,
3)
hilang pekerjaan,
4)
gagal usaha,
5)
hilang harta,
6)
masalah keluarga.
1)
Sabar
Tapi boleh menangis.
2)
Nabi Yakub menangis
Karena kehilangan Yusuf.
3)
Menangis dan sedih.
Bukan berarti tidak sabar.
Sabar
1)
Sedih boleh.
2)
Menangis boleh.
3)
Tapi tak berbuat zalim
4)
Tak putus asa dari Rahmat Allah.
D.
Sabar hadapi kemiskinan dan sulit
ekonomi
1)
Al-Qur’an sebut orang sabar .
2)
Dalam hadapi kesempitan.
3)
Bagian iman yang benar.
QS. Al-Baqarah 2:177
4)
Sabar bukan pasrah tanpa usaha.
Misalnya:
1)
Tak punya uang → sabar + bekerja +
cari peluang + berdoa.
Bukan:
1)
Tak punya uang → duduk diam → katakan
“ini takdir”.
E.
Sabar hadapi orang lain
1)
Ini sabar sangat sulit.
Misalnya:
1)
dihina,
2)
disakiti,
3)
diremehkan,
4)
dituduh,
5)
hadapi orang keras kepala.
QS. Fussilat 41:34
“Balaslah kejahatan dengan cara lebih
baik.”
Artinya
1)
Tak biarkan kezaliman.
2)
Tapi jangan balas kesalahan dengan
kesalahan sama.
F.
Sabar menahan marah
1)
Allah memuji orang
“Menahan amarah dan memaafkan manusia.”
QS. Ali 'Imran 3:134
Logikanya
1)
marah → emosi naik → otak kurang
jernih → mulut/tangan bertindak → muncul penyesalan.
2)
Sabar beri jeda emosi dan tindakan.
3)
Sabar bukan tidak pernah marah.
4)
Orang sabar bisa marah.
5)
Tapi tak diperbudak marah.
G.
Sabar berdakwah dan sampaikan
kebenaran
Nabi Muhammad alami:
1)
ejekan,
2)
penolakan,
3)
hinaan,
4)
tekanan,
5)
ancaman.
a.
Al-Qur’an berulang kali
b.
Perintahkan Nabi untuk bersabar.
QS. Al-Ahqaf 46:35
“Bersabarlah seperti kesabaran rasul-rasul yang teguh hati.”
Logika:
a.
Perubahan manusia
b.
Biasanya tak instan.
1)
Guru mengajar murid
Belum tentu langsung berubah.
2)
Orang tua mendidik anak
Belum tentu langsung berhasil.
3)
Dai sampaikan kebenaran
Belum tentu langsung diterima.
a.
Perlu sabar + cara benar + terus
perbaiki metode.
H.
Sabar dalam mencari ilmu
1)
Belajar hal sulit
Butuh sabar.
Contoh:
2)
baca Al-Qur’an,
3)
pahami bahasa Arab,
4)
belajar teknologi,
5)
belajar CapCut,
6)
belajar sains.
Pada awalnya sering:
1)
Tak paham → mencoba → salah → perbaiki
→ coba lagi → akhirnya paham.
2)
Sedikit sulit langsung berhenti.
Ilmu sulit berkembang.
I.
Sabar menunggu hasil
1)
Ini sangat penting.
2)
Kita sudah:
a.
Berdoa + bekerja + berusaha.
b.
Tapi hasil belum datang.
3)
Sabar tetap melakukan bagian kita.
a.
Tanpa memaksa hasil
b.
Harus segera muncul.
Seperti tanam pohon:
1)
tanam → siram → rawat → tunggu →
tumbuh → berbuah.
a.
Tidak masuk akal.
b.
Tanam pagi
c.
Marah sore
d.
Karena belum berbuah.
J.
Sabar saat dapat kesenangan
1)
Ini sering dilupakan.
2)
Sabar tak hanya saat susah.
Ketika dapat:
1)
uang,
2)
jabatan,
3)
kekuasaan,
4)
popularitas,
5)
kesehatan,
a.
Juga perlu sabar.
b.
Tak berlebihan
c.
Tak salah gunakan nikmat.
“Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas saat dia melihat dirinya
serba cukup.”
QS. Al-'Alaq 96:6–7
1)
Sabar tahan derita.
2)
Juga kendalian diri
3)
Saat dapat nikmat.
K.
Sabar terhadap hawa nafsu
1)
Salah satu sabar paling dalam.
Misalnya:
1)
Mata ingin melihat → iman berkata
jangan.
2)
Lidah ingin menghina → iman berkata
tahan.
3)
Tangan ingin ambil → iman berkata itu
bukan hakmu.
4)
Ego ingin menang → akal berkata akui
memang salah.
a.
Sabar dekat kemampuan kendali diri.
L.
Sabar bukan berarti pasif
1)
Ini penting sekali.
2)
Sabar ≠ menyerah.
3)
Misalnya seseorang sakit.
4)
Salah:
“Saya sabar, jadi tidak perlu berobat.”
5)
Lebih tepat:
berobat + jaga diri + berdoa + terima
hasil dengan tawakal.
Orang miskin:
1)
bekerja + belajar + hemat + berdoa +
sabar.
Orang dizalimi:
1)
berusaha hentikan kezaliman dengan
cara benar + tak balas secara zalim.
Rumus
1)
SABAR = MENAHAN DIRI + TETAP BENAR +
TERUS BERUSAHA
Bukan:
1)
Sabar = diam + pasrah + tidak
melakukan apa-apa.
QS. Al-'Asr 103:3.
1)
Orang selamat
2)
Saling menasihati kebenaran.
3)
Saling menasihati kesabaran.
Banyak wajah sabar:
1)
sabar taat → tetap beribadah
2)
sabar maksiat → mampu menolak dosa
3)
sabar musibah → tak hancur oleh
kesulitan
4)
sabar marah → mampu kendalikan emosi
5)
sabar hadapi manusia → tak mudah balas
keburukan
6)
sabar belajar → tidak cepat menyerah
7)
sabar berdakwah → terus menyampaikan
kebaikan
8)
sabar tunggu hasil → tidak
tergesa-gesa
9)
sabar hadapi nikmat → tidak sombong
dan berlebihan
10) sabar hadapi hawa nafsu → mampu kendali keinginan.
Puncaknya
1)
Sabar tak sekadar “tahan”.
2)
Tapi tetap benar
3)
Meskipun kondisi sangat sulit.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.


