BENARKAH ORANG PARPOL DEKAT MUNAFIK
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Benarkah orang partai politik
Mudah sikap munafik?
Jawaban
1)
Bisa terjadi.
2)
Tapi tak benar
Semua orang partai politik mudah munafik.
Al-Qur'an TIDAK sebut
1)
Orang partai = munafik.
Yang dikritik Al-Qur'an
1)
Sifat manusia
2)
Utamakan kepentingan kelompok.
3)
Daripada
a.
Kebenaran.
b.
Keadilan.
Hal itu bisa terjadi pada:
1)
Semua orang.
2)
Orang partai.
3)
Pejabat.
4)
Orang biasa.
Penjelasan.
A.
Mengapa politik bisa jadi lahan muncul
munafik?
1)
Secara logika.
2)
Politik punya tekanan:
a.
ingin dapat suara;
b.
pertahankan jabatan;
c.
jaga kekompakan partai;
d.
butuh dukungan kelompok;
e.
kepentingan kekuasaan
f. Kebutuhan materi.
3)
Akibatnya.
Orang alami benturan:
a.
Kebenaran ↔ kepentingan partai
Misalnya:
1)
Jika lawan korupsi
Maka dikecam.
2)
Orang kelompok sendiri korupsi
Dicari alasan membela.
Ini contoh standar ganda.
B.
Al-Qur'an perintah melawan fanatic kelompok
QS. An-Nisa' (4:135)
“Jadilah kamu penegak keadilan, jadi
saksi karena Allah, walaupun pada dirimu sendiri...”
Perhatikan:
“Meskipun pada dirimu sendiri.”
Diterapkan dalam politik:
1)
Partai saya salah → saya katakan
salah.
2)
Partai saya benar → saya katakan
benar.
3)
Lawan saya benar → saya harus katakan
benar.
4)
Lawan saya salah → saya katakan salah.
Jadi ukuran Al-Qur'an
BUKAN
1)
“Siapa kelompoknya?”
5)
Tapi:
“Apa yang benar dan adil?”
Tafsir Ibn Kasir
1)
Ayat ini tekankan
2)
Saksi harus benar
3)
Tak putar balik.
4)
Tak disembunyikan.
C.
Conto “munafi politik”
Contoh
— Korupsi
1)
Partai A:
“Korupsi harus diberantas!”
2)
Kader partai A kena kasus:
a.
“Jangan buru-buru menghakimi.
b.
Dia belum tentu salah.”
3)
Kader Partai B kena kasus:
“Itulah bukti partainya korup!”
Masalahnya
1)
Bela orang belum terbukti bersalah.
2)
Itu bisa benar.
Tapi Masalahnya
1)
Beda standar pembelaan.
2)
Karena orangnya
3)
Dari kelompok sendiri.
Contoh
— Kritik
1)
Saat lawan kritik Pemerintah:
“Ini kritik bagus.”
2)
Anggota kelompok sendiri kritik:
a.
“Jangan membuat gaduh.
b.
Harus solid!”
3)
Padahal kritik yang sama
4)
Bisa saja benar.
Contoh
— Janji politik
1)
Sebelum dapat jabatan:
“Kami berjuang untuk rakyat kecil.”
2)
Setelah dapat jabatan:
a.
“Tunggu dulu.
b.
Keadaan tidak memungkinkan.”
D.
Al-Qur'an beri contoh orang bersumpah untuk
menyenangkan manusia
QS. At-Taubah 9:62
1)
Orang bersumpah pada manusia
2)
Untuk cari rida manusia.
3)
Allah dan Rasul-Nya
4)
Lebih berhak dicari ridanya.
Prinsip politik:
1)
Menyenangkan kelompok
2)
Lebih penting daripada kebenaran.
Orang bisa berkata:
1)
“Saya tahu itu salah.
2)
Tapi kalau saya sebut salah.
3)
Kelompok saya marah.”
a.
Loyal pada kelompok
b.
Kalahkan prinsip kebenaran.
E.
Ciri perlu diperhatikan
1)
Bukan “dia anggota partai atau bukan”.
2)
Tapi melihat perilakunya.
Perilaku diwaspadai:
1)
Benar, jika dibuat kelompoknya.
2)
Salah, jika dibuat lawannya.
3)
Membela orangnya.
4)
Bukan periksa argumennya.
5)
Diam
Pada kesalahan teman.
6)
Sangat keras
Pada kesalahan lawan.
a.
Mengubah pendapat
b.
Bukan bukti baru.
c.
Tapi kepentingan kelompok.
7)
Memuji pemimpin
Saat dapat keuntung.
8)
Menyerang
Saat hilang keuntungan.
8)
Katakan A
Di depan public.
9)
Melakukan B
Saat berkuasa.
10) Pakai agama atau moral.
Hanya jika kelompoknya untung.
F.
Tapi jangan cepat sebut “dia munafik”
1)
Ini penting.
2)
Al-Qur'an bahas munafik.
Soal hati dan perilaku.
3)
Tapi manusia
a.
Tak tahu isi hati orang lain
b.
Secara sempurna.
QS. Al-Munafiqun 63
1)
Gambaran orang munafik
2)
Secara lahir sebut sesuatu
3)
Tapi dalam batinnya.
4)
Sangat berbeda.
Lebih aman katakan:
1)
“Perbuatan itu standar ganda.”
Daripada:
1)
“Dia pasti orang munafik.”
a.
Manusia menilai perbuatan terlihat.
b.
Tapi tak sembarangan
c.
Menghakimi isi hati.
Rumusnya
1)
Politik + kepentingan kelompok +
hilangnya prinsip
2)
Risiko munafik/standar ganda
meningkat.
Tetapi:
1)
Politik + amanah + kritik + transparansi
+ keadilan
2)
Tetap jalankan berprinsip.
Pesan penting Al-Qur'an.
1)
Jangan jadikan partai
Sebagai ukuran kebenaran.
2)
Jadikan kebenaran
Sebagai ukuran partai.
Pada partai sendiri.
Muslim berani berkata:
1)
“Ini benar kalau memang benar.
2)
Dan ini salah kalau memang salah.”
3)
Itu semangat QS. An-Nisa' 4:135.
Sumber
1)
Tafsir Quran Perkata DR
M Hatta.
2)
Tafsirq.com
3)
ChatGPT.


