TAHUN 2020 ARAB KADRUN LEBIH MODERN DAN SEJAHTERA
Oleh: Drs. H. M.
Yusron Hadi, M.M.
TAHUN 2020 ARAB KADRUN LEBIH MODERN DAN SEJAHTERA
Di negeri kita, Arab sering dijadikan bahan olok-olokan.
2Penyebutan unta, sobat gurun, dan kadal gurun, adalah hal biasa
dilontarkan dalam keseharian.
Terutama di jagad media sosial.
Kejadian ini masih terus
berlanjut hingga sekarang.
Bahkan muncul nama baru
untuk menyebut teman-teman yang punya semangat berislam tinggi.
Dengan sebutan Kadrun.
Yaitu singkatan dari Kadal
Gurun.
Kita paham.
Penyebutan nama-nama
binatang Arab kepada orang adalah bentuk pelecehan.
Memang maksud mereka
adalah untuk merendahkan.
Dalam benak mereka, Arab
adalah bangsa terbelakang, miskin, dan tidak maju.
Sehingga muncul kalimat seperti
itu.
Entah apa alasannya
sehingga mereka itu sangat benci kepada Arab.
Ada 6 negara yang pernah menjajah lndonesia.
1. Portugis (1509 - 1595).
2. Spanyol (1521 - 1692).
3. Belanda (1602 - 1942).
4. Perancis (1806 – 1811).
5. Inggris (1811 - 1816).
6. Jepang (1942 - 1945).
Padahal ada 6 negara yang
menjajah Indonesia.
Yang mengirim TKA ke
Indonesia adalah China.
Tapi tetap yang salah
adalah Arab.
Padahal, Arab itu jauh
lebih maju dan sejahtera dibanding kita.
Mulai teknologi,
pendidikan, hingga ekonominya, itu jauh di depan kita.
Di Arab Saudi,
pemerintahnya memberi kesempatan terbuka lebar kepada warganya.
Untuk sekolah gratis mulai
TK hingga perguruan tinggi.
Di Arab Saudi, penyandang
disabilitas yang kuliah di perguruan tinggi.
Diberi hak istimewa berupa
uang saku.
Yang kalau dirupiahkan
bisa mencapai Rp. 8 juta per bulan.
Di Arab Saudi, tak perlu
pakai BPJS.
Rakyatnya bisa berobat
gratis ke rumah sakit.
Di Arab Saudi, warganya
bisa menjadi bos di kantor-kantor.
Dan bawahannya adalah
orang asing.
Di Arab Saudi,
semiskin-miskinnya orang, dia pasti punya mobil.
Bahkan pengemis pun bawa
mobil sendiri.
Di Arab Saudi, level
satpam pun mobilnya Pajero dan Fortuner.
Di Arab Saudi, orang cukup
menunjukkan kartu penduduk.
Maka semua data bisa
dilihat.
Mulai status pernikahan.
Hingga denda tilang polisi
yang pernah ia langgar.
Di Arab Saudi, angka
pengangguran jauh lebih sedikit dibanding di kita.
Pekerjaan pada posisi
penting haya diberikan untuk pribumi.
Orang asing hanya jadi
bawahan saja.
Di Arab Saudi, pekerja
kasar dan buruh kelas bawah tidak ada yang asli orang Saudi.
Semua dari asing, termasuk
dari kita.
Masih banyak banget sih
yang lainnya.
Tapi contoh di atas hanya
sebagai gambaran umum saja.
Bahwa kehidupan di Arab tak
senelangsa seperti yang digambarkan orang.
Tulisan ini bukan
bermaksud meninggikan bangsa Saudi.
Dan merendahkan kita
sendiri.
Bukan itu maksudnya.
Tulisan ini bermaksud
ingin membuka mata.
Bahwa orang Arab itu lebih
maju dari kita.
Tulisan di atas adalah
hal-hal yang terkait keduniaan saja.
Saya sengaja munculkan
ini, karena para pelontar kata "Kadrun" biasanya silau degan urusan
dunia.
(Sumber: FB Kris Siswoyo)
0 comments:
Post a Comment