KENAPA AIR LAUT TAK KERING MASUK DALAM TANAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kenapa air laut tak kering
Masuk dalam tanah?
Jawaban
1)
Logika/sains
2)
Petunjuk Al-Qur’an.
Keduanya tidak perlu dipertentangkan.
A.
Secara logika dan sains
1)
Air laut terus bergerak masuk ke dalam
tanah
2)
Juga menguap.
3)
Tapi tak berarti seluruh air laut
hilang.
Siklusnya kira-kira begini:
1)
Laut → menguap → jadi awan → hujan →
sungai/air tanah → kembali ke laut.
2)
Air di bumi seperti berputar.
3)
Tak dipakai sekali lalu hilang.
Contohnya:
1)
Matahari memanaskan laut.
2)
Sebagian air laut berubah jadi uap
air.
3)
Uap naik dan membentuk awan.
4)
Hujan turun di daratan.
5)
Air mengalir melalui sungai dan bawah
tanah.
6)
Akhirnya banyak air kembali ke laut.
1)
Air laut meresap ke dasar laut dan
batuan.
2)
Tapi ada batas kemampuan tanah/batuan
menyimpan dan mengalirkan air.
3)
Air terus bergerak dalam sistem
hidrologi.
B.
Dalam Al-Qur'an
1)
Al-Qur'an tak sebut istilah modern
2)
Seperti “siklus hidrologi”.
3)
Tapi banyak ayat
4)
Arahkan manusia.
5)
Untuk memperhatikan
a.
Air yang diturunkan.
b.
Disimpan di bumi.
c.
Lalu dialirkan.
QS. Al-Mukminun (23:18)
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً
بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ ۖ وَإِنَّا عَلَىٰ ذَهَابٍ بِهِ
لَقَادِرُونَ
Dan Kami turunkan air
dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi,
dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya.
Catatan
1)
“Dan Kami turunkan air dari langit
menurut suatu ukuran, lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sungguh
Kami berkuasa melenyapkannya.”
Ayat ini menarik
1)
Menyebut air “menetap di bumi”.
2)
Sekaligus ingatkan
3)
Allah mampu menghilangkannya.
QS. Az-Zumar (39:21)
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ
مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَسَلَكَهُ يَنَابِيعَ فِي الْأَرْضِ ثُمَّ يُخْرِجُ بِهِ
زَرْعًا مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ
يَجْعَلُهُ حُطَامًا ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكْرَىٰ لِأُولِي الْأَلْبَابِ
Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah
menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi
kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanaman yang bermacam-macam warnanya,
lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuningan, kemudian dijadikan-Nya
hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian benar-benar ada pelajaran bagi orang-orang
yang mempunyai akal.
Catatan.
1)
Allah jelaskan air diturunkan dari
langit.
2)
Dialirkan sebagai sumber air di bumi.
3)
Tumbuh berbagai tanaman.
a.
Al-Qur'an ajak manusia melihat
b.
Air punya sistem teratur.
c.
Tak muncul kebetulan
d.
Tanpa aturan.
C.
Mengapa air laut tidak meresap
semuanya ke tanah?
Bayangkan spons.
1)
Kita tuang air ke spons:
a.
air masuk → sebagian tersimpan → sebagian
mengalir keluar.
2)
Tanah dan batuan juga demikian.
3)
Ada yang dapat ditembus air
(permeabel)
4)
Ada yang sangat sulit ditembus (kedap
air).
5)
Di bawah tanah ada lapisan batuan.
6)
Air dapat terkumpul sebagai air tanah.
7)
Tapi tak semua terus turun
8)
Sampai hilang dalam bumi.
D.
Contoh di rumah
1)
Bayangkan
Ember berisi air diberi lubang kecil.
2)
Air keluar dari lubang.
3)
Tapi jika terus-menerus ada air
4)
Yang masuk kembali
5)
Dengan jumlah seimbang.
6)
Maka ember tak langsung kosong.
a.
Laut jauh lebih besar
b.
Punyai sistem sangat kompleks:
1)
penguapan + hujan + sungai + air tanah
+ es/gletser + atmosfer = siklus air.
2)
Maka laut tidak seperti air yang kita
tuangkan ke tanah lalu “hilang”.
E.
Pelajaran Al-Qur'an
1)
Yang menarik
2)
Tak hanya pertanyaan
“Mengapa air laut tidak habis?”
Tapi juga:
1)
Mengapa bumi punya sistem air
2)
Memungkinkan kehidupan berlangsung
terus?
Tanpa air yang berputar:
1)
sungai akan berhenti,
2)
tanaman sulit hidup,
3)
air tanah tidak terisi,
4)
manusia dan hewan sulit dapat air.
Secara sederhana:
1)
Sains
Jelaskan mekanismenya: siklus air.
2)
Al-Qur'an
Ajak manusia merenungkan keteraturan dan ketergantungan kehidupan pada
air.
3)
Keduanya bisa berjalan bersama:
a.
Sains menjawab “bagaimana prosesnya”.
b.
Al-Qur'an arahkan manusia ambil pelajaran
dari proses itu.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
.jpg)
0 comments:
Post a Comment