KENAPA PROFESOR CERDAS TAPI KORUPSI DI
QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, MM
Kenapa Profesor cerdas.
Tapi korupsi?
Jawaban.
1)
Profesor bisa sangat cerdas
intelektual.
2)
Tapi belum tentu kuat dalam
a.
Moral.
b.
Amanah.
c.
Pengendalian hawa nafsu.
Al-Qur’an bedakan
1)
Banyak tahu.
2)
Benar pakai pengetahuan.
Kenapa Profesor cerdas.
Tapi korupsi?
Jawaban.
1)
Cerdas tidak sama dengan bertakwa
2)
Al-Qur'an sebut orang berilmu tapi
menyimpang
3)
Logika sederhana
4)
Mengapa orang pintar tetap korupsi?
5)
Al-Qur'an sebut penyakit sangat
penting: mengikuti hawa nafsu
6)
Korupsi kegagalan beberapa kecerdasan
sekaligus
Penjelasan.
A.
Cerdas tidak sama dengan bertakwa
1)
Allah berfirman:
“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang
paling bertakwa.”
(QS. Al-Hujurat 49:13)
2)
Jadi berbeda
a.
Ukuran cerdas akademik.
b.
Ukuran takwa.
Profesor mungkin:
1)
sangat pandai penelitian,
2)
mampu pecahkan soal rumit,
3)
pahami hukum,
4)
pandai bicara,
5)
punya banyak gelar,
3)
Tapi tetap bisa punya kelemahan.
Kendalikan keinginan pada:
a.
Uang.
b.
Jabatan.
c.
Kekuasaan.
d.
Gengsi.
B.
Al-Qur'an sebut orang berilmu, tapi
menyimpang
1)
Allah beri gambaran:
“Perumpamaan seperti anjing; jika kamu menghalaunya, dijulurkannya
lidahnya, dan jika kamu membiarkannya, dia tetap menjulurkan lidahnya.”
(QS. Al-A'raf 7:176)
2)
Ayat ini bahas orang diberi
pengetahuan/ayat.
3)
Tapi tidak mengikutinya.
Pelajaran:
1)
Ilmu
Belum tentu jadi amal.
2)
Gelar
Belum tentu jadi akhlak.
3)
Cerdas
Belum tentu jadi integritas.
C.
Logikanya
Bayangkan
Manusia punya beberapa kemampuan:
1)
Otak → tahu yang benar.
2)
Hati/nilai moral → sadari yang baik
dan buruk.
3)
Kemauan → pilih melakukan atau tidak.
4)
Pengendalian diri → tahan godaan.
a.
Profesor mungkin punya otak sangat
kuat.
b.
Tapi kendali dirinya lemah.
c.
Ilmunya cari cara korupsi.
Contoh:
a.
Orang kurang cerdas
Tak tahu memanipulasi laporan.
b.
Orang sangat cerdas
Bisa tahu:
c.
celah administrasi,
d.
kelemahan sistem,
e.
cara sembunyikan transaksi,
f. cara pengaruhi orang,
g.
cara cari pembenaran.
1)
Cerdas tanpa integritas.
2)
Bisa berbahaya.
D.
Mengapa orang pintar tetap korupsi?
1)
Biasanya bukan dia tidak tahu
2)
Bahwa korupsi salah.
Masalahnya bisa berupa:
1)
Tahu salah
Tapi ingin uang.
2)
Tahu haram
Tapi merasa tak ketahuan.
3)
Tahu merugikan masyarakat
Tapi kepentingan pribadi lebih kuat.
4)
Tahu hukum
Tapi mampu cari celah hukum.
Ini bukti ada jarak:
1)
“Saya tahu yang benar”
2)
“Saya berbuat yang benar.”
a.
Pendidikan moral.
b.
Tak cukup hanya tambah pengetahuan.
E.
Al-Qur'an sebut penyakit sangat
penting: mengikuti hawa nafsu
1)
Allah berfirman:
“Jangan mengikuti hawa nafsu, karena
menyesatkan engkau dari jalan Allah.”
(QS. Shad 38:26)
2)
Orang punya IQ tinggi.
3)
Tapi rakus harta dan kekuasaan.
4)
Kalahkan nilai moral.
5)
Keputusan bisa buruk.
F.
Korupsi kegagalan beberapa kecerdasan
sekaligus
Menurut logika.
Manusia butuh beberapa kemampuan:
1)
Cerdas berpikir → tahu akibat
perbuatan.
2)
Cerdas moral → tahu benar dan salah.
3)
Cerdas kendalikan diri → mampu menolak
godaan.
4)
Cerdas sosial → pahami derita orang
lain.
5)
Cerdas spiritual → sadar bahwa Allah
tahu perbuatannya.
a.
Orang kuat cerdas akademik.
b.
Tapi lemah 4 hal lainnya.
c.
Gelar professor
d.
Tak otomatis aman dari korupsi.
Kesimpulan
1)
Profesor korup
Bukan tidak cerdas.
2)
Bisa sangat cerdas akademik.
3)
Tapi tidak diikuti
a.
Integritas.
b.
Kendali hawa nafsu.
Dalam Al-Qur'an:
1)
ilmu harus hasilkan takut pada Allah →
amanah → keadilan → amal saleh.
2)
Ilmu perbesar kemampuan.
3)
Tak perbaiki karakter.
4)
Belum capai tujuan lebih tinggi.
Prinsipnya
1)
“Pintar cari ilmu
Belum tentu pintar kendali diri.”
2)
“Pintar cari uang
Belum tentu pintar jaga amanah.”
3)
“Pintar bicara
Belum tentu pintar berkata benar.”
Al-Qur'an TIDAK jadikan
1)
Gelar,.
2)
Jabatan.
3)
Cerdas akademik.
a.
Ukuran mulia manusia.
b.
Tapi takwa dan amal yang benar.
1) Tafsir Quran Perkata DR M Hatta.
2) Tafsirq.com
3) ChatGPT
.png)
.png)
.png)

0 comments:
Post a Comment