BEDANYA SURGA NABI ADAM
DAN SURGA DI AKHIRAT KELAK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
SURGA YANG DITEMPATI NABI
ADAM BERBEDA DENGAN SURGA DI AKHIRAT KELAK
Surga
yang dihuni Nabi Adam dan istrinya berbeda dengan surga di akhirat kelak.
Setelah Nabi Adam diciptakan
sebagai manusia pertama.
Tidak langsung diturunkan
ke bumi.
Tapi, Allah memberi
pelatihan dulu kepada Nabi Adam dan Hawa di surga.
Yang dalam bahasa Arab
disebut dengan al-Jannah.
Surga yang dihuni Nabi
Adam saat itu berbeda dengan surga yang akan dihuni umat Nabi Muhammad kelak.
Surga yang akan dimasuki
umat manusia kelak diterangkan secara jelas dalam Al-Quran.
Surga di akhirat kelak
tidak pernah terlihat manusia.
Tidak pernah terdengar dalam
kisah manusia.
Dan tidak pernah
terpikirkan oleh manusia
Yang paling menarik di
surga nanti tidak ada perintah dan larangan lagi.
Semuanya hanya kenikmatan.
Surga yang menjadi tempat
pelatihan Nabi Adam saat itu ada ujiannya.
Yaitu Allah memerintah
Adam untuk tidak mendekati pohon.
Hal ini dijelaskan dalam
Al-Quran.
Al-Quran surah Al-Baqarah (surah
ke-2) ayat 35.
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ
الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ
الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
Dan Kami berfirman:
"Hai Adam, diami oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanannya
yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon
ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.
Larangan itu adalah ujian
pertama dari Allah untuk umat manusia.
Itu ujian pertama.
Yang disebutkan perintah.
Jika dikerjakan akan
melahirkan kenikmatan.
Dan diberikan larangan
dengan risikonya.
Di dalam surga yang ditempati
Nabi Adam dan istrinya (Hawa) setan bisa masuk ke dalamnya.
Al-Quran memakai istilah “jannah”.
Yang diartikan “surga”.
Jannah bisa diartikan kebun
yang indah atau taman yang indah.
GAMBARAN SURGA DALAM AL-QURAN
Dalam Al-Quran, kata “jannah” diulang
143 kali.
Al-Quran surah An-Najm (surah
ke-53) ayat 14-15.
عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَىٰ
(Yaitu)
di Sidratil Muntaha.
عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَىٰ
Di dekatnya ada surga
tempat tinggal.
Al-Quran surah Ali Imran (surah
ke-3) ayat 133.
۞
وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ
وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu
kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan
bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.
ADA 3 ARTI JANNAH.
1.
Surga di akhirat.
2.
Surga yang ditempati Nabi
Adam dan Hawa sebelumnya.
3.
Taman (kebun) yang indah,
Kata “jannah” untuk menjelaskan surga di akhirat, diulang 113 kali.
Kata “jannah” yang terkait dengan Nabi Adam, diulang 6 kali.
Kata “jannah” yang terkait taman (kebun) yang indah diulang 24 kali.
Semua kata “jannah” terulang
143 kali.
Persamaan kata “jannah” dalam Al-Quran.
1.
Surga adalah kebun (taman) yang indah.
Yang digambarkan
sebagai:
1)
Tempat yang tinggi.
2)
Sejuk.
3)
Tidak panas.
4)
Banyak mata air.
5)
Subur.
6)
Banyak sungai mengalir di bawahnya.
7)
Pepohonan lebat dan rindang.
8)
Buahnya rendah dan gampang dipetik.
2.
Di surga ada siang dan malam.
Al-Quran surah
Maryam (surah ke-19) ayat 62.
لَا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا سَلَامًا ۖ
وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيهَا بُكْرَةً وَعَشِيًّا
Mereka tidak mendengar
perkataan yang tak berguna di dalam surga, kecuali ucapan salam. Bagi mereka
rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang.
Tidak ada ayat Al-Quran yang
menyatakan bahwa surga ada di langit.
Tapi Al-Quran menyatakan bahwa
surga ada di bumi.
Surga akhirat luasnya seluas
langit dan bumi.
Al-Quran menyatakan bahwa Manusia
hidup, mati, dan dibangkitkan di bumi.
Al-Quran surah Al-A’raf (surah
ke-7) ayat 25.
قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ
وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ
Allah berfirman: "Di
bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu
akan dibangkitkan.
Manusia akan dibangkitkan
dengan tubuh fisik dan roh lagi di planet bumi yang sudah direnovasi.
Al-Quran tidak menyatakan surga
berada di langit.
Tapi surga meliputi langit dan
bumi.
Di akhirat manusia tetap
berpijak di bumi.
Tapi dimensi langit di buka
oleh Allah.
Meskipun manusia tetap
menginjak bumi
Tapi penglihatan dan
pengetahuan manusia bisa menembus ke dimensi tertinggi.
Al-Quran surah Ibrahim (surah
ke-14) ayat 48.
يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ
وَالسَّمَاوَاتُ ۖ وَبَرَزُوا لِلَّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ
(Yaitu)
pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula)
langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat
Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.
BEDANYA SURGA NABI ADAM DAN
SURGA AKHIRAT
1.
Surga Nabi Adam berada di bumi dengan wilayah terbatas.
Surga akhirat berada di bumi
tapi luasnya tak terbatas.
2.
Surga Nabi Adam berada di fase dunia.
Surga akhirat berada di fase
akhirat, setelah terjadinya kiamat dan bumi direnovasi.
3.
Surga Nabi Adam hanya dihuni berdua, yaitu Nabi Adam dan istrinya,
Hawa.
Surga akhirat luasnya
tak terbatas, yaitu seluas langit dan bumi.
4.
Surga Nabi Adam ada larangannya.
Misalnya dilarang
mendekati sebuah pohon.
Setan menyebut
pohon larangan itu dengan nama Khuldi.
Surga akhirat tak ada
larangan apa pun.
Semua penghuni surga
di akhirat bebas melakukan apa saja.
Al-Quran surah Az-Zukhruf
(surah ke-43) ayat 71.
يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِصِحَافٍ مِنْ ذَهَبٍ وَأَكْوَابٍ
ۖ وَفِيهَا مَا تَشْتَهِيهِ الْأَنْفُسُ وَتَلَذُّ الْأَعْيُنُ ۖ وَأَنْتُمْ
فِيهَا خَالِدُونَ
Diedarkan kepada mereka
piring-piring dari emas, dan piala-piala dan di dalam surga itu terdapat segala
apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata dan kamu kekal di
dalamnya.
5.
Surga Nabi Adam, setan bisa masuk ke dalamnya.
Surga akhirat, setan tak bisa
masuk ke dalamnya.
Setan dan kelompoknya tempatnya
di neraka.
6.
Surga Nabi Adam tak ada penjaganya.
Surga akhirat dijaga oleh para
malaikat.
7.
Surga Nabi Adam disiapkan makanan untuk Nabi Adam dan istrinya, Hawa.
Surga akhirat disiapkan
sangat lengkap.
Termasuk ada
sungai-sungai yang mengalir.
Para penghuni surga
kekal di dalamnya.
Selama bumi dan
langit masih ada.
Al-Quran surah Hud
(surah ke-11) ayat 108.
۞
وَأَمَّا الَّذِينَ سُعِدُوا فَفِي الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ
السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ إِلَّا مَا شَاءَ رَبُّكَ ۖ عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ
Adapun orang-orang yang
berbahagia, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada
langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain); sebagai karunia
yang tiada putus-putusnya.
LANGIT AKAN DIGULUNG OLEH
ALLAH
Al-Quran surah
Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 104.
يَوْمَ
نَطْوِي السَّمَاءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ
خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ
(Yaitu)
pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas.
Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan
mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami
yang akan melaksanakannya.
Daftar Pustka
1.
Ustad Adi Hidayat.
2.
Ustad Agus Mustofa.
0 comments:
Post a Comment