SEMBOYAN KEMBALI
KEPADA AL-QURAN
Oleh: Drs. H.
M. Yusron Hadi, M.M
A.
Periode umat lslam.
1.
Sejak pertengahan tahun 1950-an, umat lslam melalui 2 periode berbeda.
1)
Napoleon ke Mesir.
2)
Bangkitnya umat lslam.
B.
Periode ke-1: Napoleon dengan ekspedisinya ke Mesir.
1.
Membuka mata dan menghentakkan umat Islam.
2.
Sesuatu luar biasa terjadi pada belahan dunia di tempat lain.
3.
Kejutan luar biasa itu berupa api yang membakar atau sinar menerangi.
4.
Muncul sikap positif, yaitu umat lslam sadar tertinggal dalam ilmu
dan teknologi.
5.
Negatifnya adalah umat Islam silau melihat kemajuan Barat.
6.
Sebagian berupaya menirunya tanpa menyeleksi.
7.
Atau berusaha menutupi kelemahan dengan mengingat kejayaan umat
Islam pada zaman lampau.
8.
Hilangnya kepercayaan diri umat Islam melihat kemajuan Barat.
9.
Kompensasinya lahir: Sastra kebanggaan dan kejayaan umat lslam masa
lampau.
10. Dalam bidang
tafsir Al-Quran, tiap temuan baru diklaim: Penemuan itu sudah dibicarakan dalam
Al-Quran.
11. Sebagian umat Islam
terbius kejayaan pada masa lalu.
C.
Periode ke-2: Umat Islam bangkit menemukan identitas dan mempertahankan
ajaran agamanya.
1.
Hal ini sesuatu yang baik, meskipun tetap mengandung segi négatif.
2.
Dalam periode ke-1, sebagian umat berupaya meniru Dunia Barat.
3.
Dalam periode ke-2, ada pihak berusaha mempertahankan segala hasil leluhur.
4.
Semboyannya: Umat Islam tidak akan berjaya, jika tidak menempuh jalan
yang ditempuh para leluhur.
5.
Kemudian lahir semboyan: Mari kembali kepada Al-Quran dan sunah
Nabi.
D.
Semua setuju kembali kepada Al-Quran dan hadis.
1.
Semua pasti setuju umat Islam harus kembali kepada Al-Quran dan hadis
Nabi.
2.
Tetapi masalahnya: Bagaimana cara kembalinya?
3.
Al-Quran dan hadis Nabi adalah redaksi termaktub (tertulis).
4.
Al-Quran dan hadis adalah kalimat sangat indah.
5.
Karena berwujud bahasa, seperti semua bahasa, bisa punya berbagai
fungsi.
E.
Fungsi Al-Quran dan hadis.
1.
Sebagian umat Islam memfungsikan Al-Quran dan hadis Nabi:
1)
Melihat sisi keindahan langgam dan iramanya.
2)
Sebagai syair yang dikecam oleh Al-Quran.
2.
Yang pakai bahasa sekadar tujuan itu digambar seperti orang mengembara
di tiap lembah dan suka mengucapkan sesuatu yang mereka sendiri tidak melakukannya.
3.
Al-Quran surah Asy-Syuara (surah
ke-26) ayat 224-226.
وَالشُّعَرَاءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوُونَأَلَمْ
تَرَ أَنَّهُمْ فِي كُلِّ وَادٍ يَهِيمُونَوَأَنَّهُمْ يَقُولُونَ مَا لَا
يَفْعَلُونَ
Dan
penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidakkah kamu melihat
bahwa mereka mengembara di tiap-tiap lembah dan bahwa mereka suka mengatakan
apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan (nya)?
4.
Sebagian umat Islam pakai bahasa pada nama-namanya, bukan pada esensinya.
5.
Misalnya, kaum musyrik menyebut berhala adalah tuhan.
6.
Al-Quran menjelaskan itu hanya nama yang kamu dan orang tuamu membuatnya.
7.
Tapi tidak ada kekuatan yang diberikan Allah atas nama-nama itu.
8.
Al-Quran surah An-Najm (surah ke-53) ayat 23.
إِنْ هِيَ إِلَّا أَسْمَاءٌ سَمَّيْتُمُوهَا أَنْتُمْ
وَآبَاؤُكُمْ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ بِهَا مِنْ سُلْطَانٍ ۚ إِنْ يَتَّبِعُونَ
إِلَّا الظَّنَّ وَمَا تَهْوَى الْأَنْفُسُ ۖ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنْ رَبِّهِمُ
الْهُدَىٰ
Itu tidak lain hanya nama-nama yang kamu
dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan
pun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanya mengikuti sangkaan, dan apa
yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk
kepada mereka dari Tuhan mereka.
F.
Kekuatan bahasa bukan pada langgamnya.
1.
Bahasa atau nama-nama akan berfungsi baik, jika ada kekuatannya.
2.
Kekuatan bahasa bukan terletak pada langgamnya.
3.
Tetapi terdapat pada sesuatu di balik langgam atau nama itu.
4.
Misalnya kalimat,”Kereta api berangkat pukul 09.00 pagi”.
1)
Hal itu tidak banyak artinya bagi musafir.
2)
Jika dia tidak bergerak ke stasiun sebelum berangkat, maka dia tertinggal.
3)
Jika orang hanya menghafalkan dan mengulanginya ribuan kali.
4)
Maka kalimat itu sekadar menjadi nama tanpa kekuatan.
5.
Semboyan kembali kepada Al-Quran dan hadis Nabi.
1)
Jika terbatas Cuma pesona langgam dan iramanya atau nama-namanya
belaka.
2)
Maka hal itu kurang bermakna.
6.
Para ulama sepakat kebangkitan umat Islam dapat diraih, jika:
1)
Umat Islam berpedoman kepada Al-Quran dan hadis Nabi.
2)
Yang sesuai dengan cara Nabi Muhammad mengajarkannya.
Daftar Pustaka
1. Shihab,
M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2. Shihab, M.
Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat.
Penerbit Mizan, 2009.
3. Shihab,
M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4. Al-Quran
Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.
Tafsirq.com online
0 comments:
Post a Comment